SELAMAT DATANG di WARALABA AYAM PENYET.... Ambil Peluang Usaha AYAM PENYET... SEKARANG!!!!

CARA MEMASAK AYAM PENYET SECARA UMUM

Wednesday, April 1, 2015

Bisnis Ayam Penyet Bisa Raup Rp800 Ribu/Hari



Di mana ada usaha, di situ ada jalan. Beginilah yang dilakukan pria ini. Dirinya yang sudah bosan hanya menjadi karyawan swasta pun lalu memutar otaknya untuk mempunyai sebuah bisnis.

Pintar membaca peluang. Itulah yang dilakukan Fajar Aryanto ketika dirinya ingin membuka bisnis. Kecermatannya mendirikan bisnis berbasis olahan penyet itu berawal ketika tidak ada orang lain yang mengambil bisnis penyet.

Idenya pun lalu disampaikan kepada orangtuanya, yang saat itu langsung disambut baik. Warung Penyet Gandhi, yang diambil dari nama sang ayah, langsung melejit dari mulut ke mulut dalam waktu tiga bulan sejak didirikan.

"Ghandi itu nama ayah saya. Tiga bulan sejak beroperasi lumayan animo masyarakat. Lagipula, belum ada yang mengambil makanan olahan penyet. Kebanyakan kan seperti bakso, pecel ayam," ungkap pria yang disapa Fajar ini kepada okezone, Kamis (13/10/2011).

Modal awal yang digelontorkan Fajar pun tak terlalu besar. Hanya sekira Rp4 juta-Rp5 juta, dirinya sudah bisa membangun usahanya. Gerobak bekas yang masih bagus pun dibelinya sekira Rp200 ribu untuk permulaan.

"Modalnya sekira Rp4 jutaan, itu sudah termasuk gerobak, meja, kursi, kompor dua buah, bahan baku seperti ayam, iga, bebek, dan lele," jelas pria kelahiran 16 Januari 1983 itu.

Dengan modal yang tidak terlalu besar, dirinya bisa meraup keuntungan hingga Rp800 ribu per hari dengan omzet nyaris sebanyak dua kali lipat. Harga yang ditawarkan pun tak terlalu mahal, dengan menu andalan ayam, lele, iga, dan bebek penyet, dan soto Bandung, dia mematok harga sekira Rp12 ribu-Rp25 ribu saja.

Bisnisnya yang terletak di Jalan Cakrawala, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur ini, pun rencananya akan berekspansi ke daerah selatan Jakarta. Selama ini, Fajar pun baru mempromosikan usahanya melalui jejaring sosial, seperti melalui media Twitter @PenyetGandhi dan Facebook.

"Intinya, kalau kita mau berusaha, pasti akan ada jalan. Kalau ditunda terus, nanti malah enggak jadi-jadi berbisnisnya," kelakarnya.




Kelezatan Usaha Olahan Bebek dan Ayam


Apakah anda tertarik untuk mencoba bisnis kuliner yang satu ini ! Olahan kuliner ayam dan bebek yang sangat menggoda untuk digeluti.

Olahan ayam dan bebek sudah menjadi kuliner yang begitu populer. Itu sebabnya, banyak pelaku usaha mengusung kedua menu ini sebagai menu utama di bisnis kuliner mereka. Masing-masing menawarakan kekhasan tersendiri baik dari sisi rasa maupun konsep.

Salah satunya adalah  Bebek dan Ayam Lunak 99 dari Sidoarjo, Jawa Timur. Si empunya, Mustakim memulai usaha ini sejak 2013. Dia meracik ayam dan bebek dengan bumbu rahasia yang membuat daging terasa lebih lunak plus racikan sambal spesial sebagai cocolan.

Lantaran banyak yang berminat menjadi mitra usaha, Mustakim memutuskan mengembangkan usahanya lewat tawaran kemitraan sejak Juni 2014. Kini, ia sudah memiliki satu mitra di Surabaya, Jawa Timur. Sedangkan milik pusat sudah ada dua gerai.

Untuk kemitraan, Mustakim menawarakan dua paket investasi yakni Rp 40 juta dan Rp 100 juta yang berlaku untuk selamanya. Dengan paket tersebut mitra akan mendapatkan bahan baku awal berupa ayam, bumbu dan sambal khusus, peralatan masak, etalase gerai, dan peralatan makan.

Perbedaan di antara kedua paket tersebut adalah jumlah bahan baku dan peralatan serta perlengkapan yang didapat mitra. Selain itu, perlengkapan juga disesuaikan dengan luas tempat usaha. “Bahan baku untuk paket Rp 40 juta hanya  5 ekor ayam dan 5 ekor bebek. Sedangkan paket kedua masing-masing dapat 10 ekor,” kata dia.

Mustakim mengatakan, harga jual Bebek dan Ayam Lunak 99 disesuaikan dengan lokasi usaha. Namun untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya menu ayam dan bebel dijual berkisar Rp 15.000 per potong.

Biaya royalti 5%

Mustakim mengestimasikan, dengan penjualan 15 potong hingga 20 potong ayam atau bebek per hari, mitra bisa meraup omzet Rp 25 juta–Rp 35 juta setiap bulan. Dengan laba bersih sekitar 20%, mitra bisa balik modal dalam waktu satu tahun sampai satu setengah tahun.

Mustakim mengenakan biaya royalti 5% dari omzet setiap bulan. Selain itu, mitra juga wajib membeli bumbu dan sambal dari pusat. Mustakim mengklaim Bebek dan Ayam Lunak 99 memiliki kelebihan dari segi rasa. Ia bilang, bumbu yang ia racik menyerap hingga ke dalam daging sehingga rasanya lebih nikmat. Hingga akhir tahun, ia menargetkan bisa memiliki 6 mitra usaha.

Erwin Halim, pengamat waralaba menilai, peluang usaha gerai ayam dan bebek goreng saat ini masih cukup menjanjikan. Peminat dua kuliner ini cenderung meningkat terutama bebek goreng. Kemitraan yang ditawarakan Bebek dan Ayam Lunak 99 dengan periode balik modal sampai satu setengah tahun masih cukup masuk akal. Namun untuk dapat berkembang, Erwin bilang,  pewaralaba harus melakukan branding terus menerus mengingat usia usaha ini masih cukup baru.Selain itu, lanjut Erwin, pusat juga harus membantu mencari lokasi yang strategis untuk mendukung calon mitra.

Nah itu dia peluang usaha bebek dan ayam lunak yang tak boleh Anda lewatkan untuk  mencoba usaha ini.  Apakah Anda berminat untuk mencoba !

Sumber : peluangusaha.kontan.co.id

Friday, March 20, 2015

Dapat Jutaan Per Hari dengan Usaha Ayam Penyet


Dapat Jutaan Per Hari dengan Usaha Ayam Penyet


Ayam penyet telah menjadi pintu kesuksesan bagi Dewi Ariani. Sejak memulai usaha ayam penyet, kini, dia mendapatkan hasil yang memuaskan.

Usaha ayam penyetnya ini juga dimulai karena Dewi suka memasak menu ini dan juga dia melihat bahwa masyarakat menyukai masakan lezat ini. Usaha pertama dari anak kedua dari tiga bersaudara ini adalah rumah makan Abi & Ummi, di daerah Pondok Gede, Jakarta Timur. Dewi menggunakan modal Rp. 20 juta dari pinjaman bank yang dialokasikan untuk sewa tempat Rp. 8 juta, peralatan Rp. 10 juta dan bahan baku Rp. 2 juta.

Dia membuka rumah makan ini pada tanggal cantik, yaitu 10/10/2010, tetapi, sayang hanya bertahan tiga bulan. Dewi salah memperkirakan lokasi usaha pertamanya ini. Dan hasilnya, jumlah pengunjung jauh dari target yang dia pasang.

Akhirnya, Dewi memutuskan untuk pindah ke Jalan Mampang Prapatan Raya Nomor 21, Jakarta Selatan. Dewi juga mengganti nama usahanya menjadi Ayam Penyet Everest. Dan memang, usahanya menjadi lebih sukses darisebelumnya.

Tapi, sewa tempat meningkat menjadi Rp. 60 juta per tahun. Akan tetapi, karena memang lokasinya sangat strategis usahanya ramai dan bisa memberi lapangan kerja untuk sembilan orang.

Ayam Penyet Everest menyediakan berbagai menu. Ada menu nasi dengan ayam penyet dan goreng seharga Rp. 16 ribu, bebek penyet dan goreng seharga Rp. 22 ribu, lele penyet dan bakar Rp. 9 ribu per ekor.

Tersedia juga, tahu penyet/goreng, tempe penyet/goreng Rp. 6 ribu per porsi, cah toge dan cah kangkung Rp. 6 ribu per porsi, capcai dan cah brokoli Rp. 12 ribu per porsi, sup tomyam Rp. 15 ribu per porsi, terong penyet/goreng Rp. 3 ribu per porsi dan telor penyet/goreng Rp. 3.500 per butir.

Ayam Penyet Everest juga melayani pesanan nasi kotak dan tumpeng. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp. 19 ribu (standar), Rp. 21 ribu (spesial) sampai Rp. 24 ribu (istimewa).

Untuk minuman tersedia soda gembira, juice mangga, mix juice, juice sirsak, lemon squash dan cure lomon juice dengan harga Rp. 7.000 per gelas. Tersedia juga jus alpukat, jambu, jeruk, wortel, strawberi, dan belimbing seharga Rp. 6.000 per gelas. Untuk es the manis seharga Rp. 3 ribu per gelas.

Bulan Ramadhan, usaha ayam penyet Dewi juga banyak membuat gebrakan. Contohnya, takjil gratis untuk pelanggan yang makan di tempat, menu-menu baru yang berkuah dan lainnya. Selama bulan puasa, rumah makan ini buka mulai pukul 12.00-22.00 WIB. Untuk hari biasa, waktu buka mulai pukul 08.00-21.00 WIB.

Saat bulan Ramadhan, omset usaha ayam penyet ini mengalami penurunan sebesar 20 persen. Biasanya, Dewi mendapatkan 3,5-5 juta per hari tapi di bulan Ramadhan, hanya 2-3 juta per hari

Wednesday, March 18, 2015

Ayo rame-rame bisnis Ayam Goreng JOGJA-JOGJA

Ayo rame-rame bisnis Ayam Goreng JOGJA-JOGJA


Survey membuktikan bahwa Bisnis Makanan adalah bisnis yang menguntungkan. Di dalam bisnis kuliner, ada banyak kelebihan jika dibandingkan dengan usaha lainnya Salah satu kelebihannya adalah usaha ini tidak ada matinya. Selama manusia hidup, selama itu pula manusia membutuhkan makanan. Terutama dengan jumlah penduduk Indonesia yang sudah mencapai 260 juta lebih. Tentu jumlah tersebut merupakan sebuah market yang besar. Bisnis ini juga dapat dilakukan di mana saja dan oleh siapa saja, asalkan memenuhi persyaratan ekonomis.



Setiap orang pasti menginginkan mempunyai bisnis yang menguntungkan seperti bisnis kuliner ini.
Mungkin anda bertanya tanya dimana bisa belajar sambil mempunyai Bisnis Kuliner yang menguntungkan?

Waralaba Ayam Goreng JOGJA-JOGJA adalah bisnis dengan peluanga yang sangat besar dimana penggemar ayam goreng selalu ada dan banyak bahkan selalu terjadi lonjakan permintaan akan konsumsi ayam goreng.

Segera miliki bisnis ayam goreng JOGJA-JOGJA sekarang...!!! Telp.081904029393 XL

Tuesday, March 3, 2015

Tips untuk mencapai BEP bisnis waralaba lebih cepat

Tips untuk mencapai BEP bisnis waralaba lebih cepat

Melihat perkembangan bisnis waralaba di tanah air saat ini, bukan tidak mungkin model bisnis yang satu ini akan semakin berkembang hingga beberapa tahun ke depan. Mengandalkan kepraktisan dan juga modal yang terkadang relatif lebih kecil, mengambil bisnis waralaba adalah salah satu alternatif usaha yang cocok untuk dijalankan siapa saja.


Nah, terkait bisnis waralaba, salah satu kunci suksesnya adalah bagaimana kita bisa dengan cermat membaca pasar dan memilih kemitraan waralaba yang tepat. Jika dua hal tersebut sudah bisa dilalui dengan baik, maka kita tinggal menjalankan bisnis dengan konsisten hingga mendapat provit yang di inginkan.

Sebagai tahap mencapai provit idaman, ada satu fase penting yang juga harus dilewati yakni titik BEP (Break Even Point) alias titik impas usaha. Ketika kita sudah ada pada titik tersebut, maka provit selanjutnya merupakan keuntungan yang bisa kita nikmati. Untuk membantu rekan-rekan mencapai BEP bisnis #waralaba lebih cepat, berikut adalah 5 tips yang bisa Anda jalankan.

1. Lakukan Take Over

Tips untuk mencapai BEP bisnis waralaba lebih cepat yang pertama adalah dengan melakukan take over atau pengambil alihan usaha waralaba yang sudah berjalan. Dalam menjalankan sebuah waralaba atau usaha apapun secara umum, sebenarnya kita tidak harus memulainya dari nol. Triknya yakni dengan membeli sebuah usaha waralaba yang sudah nampak berjalan di suatu daerah.

Tantangan dalam menjalankan take over bisnis waralaba adalah bagaimana meyakinkan pemilik waralaba sebelumnya agar bisa diambil alih usahanya. Dalam ini memang kita tidak perlu memikirkan lagi potensi pasar atau mencari pelanggan, karena usaha yang akan kita ambil memang telah “berjalan” dengan baik. Yang perlu dipersiapkan adalah modal lebih, tentunya sebagai mahar take over bisnis waralaba yang akan kita ambil tersebut.

Artikel lain: 6 Kiat Cermat Memilih Bisnis Waralaba Dengan Tepat

2. Pastikan Lokasi Strategis

Jika tidak bisnis waralaba menjanjikan di sekitar daerah Anda, maka kita mau tidak mau harus memulai bisnis sendiri. Nah untuk mensukseskan hal ini, yang wajib kita pastikan adalah lokasi yang strategis. Ketika kita telah mempunyai lokasi yang pas, tentu omzet usaha bisa meningkat lebih cepat dan BEP pun bisa dicapai lebih cepat pula.

Pilihlah lokasi yang sekiranya ramai dan tentunya sesuai dengan target market yang kita bidik. Kebanyakan mitra waralaba hanya melihat banyaknya orang sebagai indikator lokasi usaha yang baik. Oleh karena itu kita wajib memahami dengan baik apakah dilokasi tersebut sesuai dengan bisnis waralaba yang kita jalankan.

3. Pastikan Kualitas dan Kuantitas Produk Selalu Terjaga

Tips berikutnya agar bisnis waralaba mencapai BEP lebih cepat adalah dengan memastikan bahwa kualitas dan kuantitas produk selalu prima. Dari sisi kualitas, sebagai contoh untuk waralaba kuliner, sudah pasti usahakan jangan sampai rasa dan tampilan produk berkurang atau berbeda. Tetap pertahankan  kualitas tersebut dengan mengikuti panduan waralaba pusat.

Sedangkan untuk kuantitas, yakni dengan menjaga agar stok barang tetap ada. Tidak jarang ada beberapa pengembang waralaba yang mewajibkan mitranya memasok bahan baku langsung dari pusat. Oleh karena itu, usahakan agar pasokan bahan tersebut tidak terhambat. Atau jika memang bisa mengusahakan bahan dengan kualitas yang sama, maka siapkan bahan tersebut sebagai cadangan jika ada masalah pengiriman dari pusat.

4. Terapkan Biaya yang Efisien

Tips berikutnya yakni membuat perencanaan biaya usaha yang efisien. Efisien di sini artinya yakni dengan melakukan penghematan agar omzet bisnis bisa lebih di optimalkan. Beberapa pos anggaran yang bisa dihemat diantarnya seperti biaya listrik, air, sewa hingga biaya pegawai.

Dalam mencapai hal tersebut, memang bukan hal yang mudah. Pasalnya terkadang akan mengganggu kinerja bisnis waralaba Anda. Di sini kejelian dan usaha keras Anda sangat diperlukan. Cobalah melihat kembali pembukuan keuangan, dan mulai menatanya kembali.

5. Dapatkan Hak Utama Bisnis Waralaba

Dan tips terakhir adalah dengan membeli hak utama waralaba dari waralaba pusat. Beberapa pengelola waralaba menerapkan suatu sistem yang dinamakan  hak utama kemitraan. Dengan memegang hak utama tersebut, jika ada orang lain yang ingin menjalankan waralaba sejenis di wilayah tempat Anda menjalankan bisnis, maka mereka diwajibkan menjalin kerjasama tambahan dengan Anda.

Tentu dengan begitu skala bisnis waralaba Anda akan semakin besar. Namun ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan hak tersebut. Dan umumnya nilai hak utama tidaklah kecil. Oleh karena ini opsi ini nampaknya lebih cocok untuk pengusaha dengan modal yang relatif besar.

Waralaba Ayam Goreng JOGJA-JOGJA adalah bisnis dengan peluanga yang sangat besar dimana penggemar ayam goreng selalu ada dan banyak bahkan selalu terjadi lonjakan permintaan akan konsumsi ayam goreng.

Segera miliki bisnis ayam goreng JOGJA-JOGJA sekarang...!!! Telp.081904029393 XL

Monday, March 2, 2015

Mencicip Gurihnya Laba Bisnis Pecel Madiun


Makanan pecel memang sangat lezat. Sayuran dan lauk yang diguyur perpaduan bumbu kacang yang khas membuat panganan ini banyak pecintanya.

Pecel punya banyak penggemar di tanah air. Bisnis kuliner tradisional ini pun tak gampang surut, lantaran bukan makanan musiman. Salah satu yang terkenal adalah pecel khas Madiun. Bisnis ini pun tergolong mudah dilakoni. Modalnya kecil dengan keuntungan yang cukup menjanjikan. Nah, seorang pelaku bisnis kuliner di Yogyakarta, Indro Sukandar mencoba peruntungan dengan membuka usaha Nasi Pecel Madiun Pak Indro sejak 2009.

Pecel Madiun

Hampir sama dengan pecel lainnya, Indro menyajikan menu nasi plus sayur pecel. Tentu, bumbunya khas Madiun hasil racikan sendiri. Selain nasi pecel, ia juga mengusung menu lain, yakni nasi rawon. Satu porsi makanan dibanderol sekitar Rp 6.500.

Setelah lima tahun beroperasi, Indro siap mengembangkan sayap bisnisnya. Maka, mulai Februari tahun ini, ia membuka peluang kemitraan usaha.

Sekretaris Nasi Pecel Madiun Pak Indro, Novita Sari bilang, saat ini, total sudah ada tiga gerai yang semuanya berlokasi di Yogyakarta. Perinciannya: satu gerai milik pusat, sisanya kepunyaan mitra.

Berminat menjajal usaha kuliner tradisional ini? Indro menyiapkan paket kemitraan dengan investasi sebesar Rp 10 juta. Paket investasi itu mencakup fasilitas booth cantik lengkap dengan banner, meja dan kursi makan, piring dan gelas, toples, peyek, brosur, spanduk, hingga seragam kaos untuk karyawan.

Selain itu, mitra akan diberikan pelatihan karyawan selama dua hari, plus standar operation procedure (SOP). Selama sebulan usaha mitra berjalan, pihak pusat akan rutin mengawasi operasional gerai tersebut.

Nantinya, mitra wajib membeli sebagian bahan baku dari pusat, berupa bahan bumbu, sambel pecel, serta peyek kacang.

Mengacu pada gerai mitra yang sudah beroperasi, setiap gerai bisa menjual sekitar 30 – 40 porsi pecel. Penjualan nasi rawon pun diperkirakan hampri sama. Jadi, dalam sebulan, mitra bisa menghasilkan omzet berkisar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta. Dengan keuntungan bersih mencapai 46  persen, mitra ditargetkan sudah bisa kembali modal hanya dalam waktu enam bulan.

Tahun ini, Indro membidik tambahan mitra sebanyak mungkin, terutama dari luar kota Yogyakarta.  (SPC/25/Ciputra)

Apakah anda berminat dengan usaha ini ! Prospek usaha kuliner memang tak pernah surut. Tak ada salahnya untuk dicoba ! Semoga sukses :)

Sumber : suarapengusaha.com

Sunday, March 1, 2015

Dapat Jutaan Per Hari dengan Usaha Ayam Penyet


Ayam penyet telah menjadi pintu kesuksesan bagi Dewi Ariani. Sejak memulai usaha ayam penyet, kini, dia mendapatkan hasil yang memuaskan.

Usaha ayam penyetnya ini juga dimulai karena Dewi suka memasak menu ini dan juga dia melihat bahwa masyarakat menyukai masakan lezat ini. Usaha pertama dari anak kedua dari tiga bersaudara ini adalah rumah makan Abi & Ummi, di daerah Pondok Gede, Jakarta Timur. Dewi menggunakan modal Rp. 20 juta dari pinjaman bank yang dialokasikan untuk sewa tempat Rp. 8 juta, peralatan Rp. 10 juta dan bahan baku Rp. 2 juta.

Dia membuka rumah makan ini pada tanggal cantik, yaitu 10/10/2010, tetapi, sayang hanya bertahan tiga bulan. Dewi salah memperkirakan lokasi usaha pertamanya ini. Dan hasilnya, jumlah pengunjung jauh dari target yang dia pasang.

Akhirnya, Dewi memutuskan untuk pindah ke Jalan Mampang Prapatan Raya Nomor 21, Jakarta Selatan. Dewi juga mengganti nama usahanya menjadi Ayam Penyet Everest. Dan memang, usahanya menjadi lebih sukses darisebelumnya.

Tapi, sewa tempat meningkat menjadi Rp. 60 juta per tahun. Akan tetapi, karena memang lokasinya sangat strategis usahanya ramai dan bisa memberi lapangan kerja untuk sembilan orang.

Ayam Penyet Everest menyediakan berbagai menu. Ada menu nasi dengan ayam penyet dan goreng seharga Rp. 16 ribu, bebek penyet dan goreng seharga Rp. 22 ribu, lele penyet dan bakar Rp. 9 ribu per ekor.

Tersedia juga, tahu penyet/goreng, tempe penyet/goreng Rp. 6 ribu per porsi, cah toge dan cah kangkung Rp. 6 ribu per porsi, capcai dan cah brokoli Rp. 12 ribu per porsi, sup tomyam Rp. 15 ribu per porsi, terong penyet/goreng Rp. 3 ribu per porsi dan telor penyet/goreng Rp. 3.500 per butir.

Ayam Penyet Everest juga melayani pesanan nasi kotak dan tumpeng. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp. 19 ribu (standar), Rp. 21 ribu (spesial) sampai Rp. 24 ribu (istimewa).

Untuk minuman tersedia soda gembira, juice mangga, mix juice, juice sirsak, lemon squash dan cure lomon juice dengan harga Rp. 7.000 per gelas. Tersedia juga jus alpukat, jambu, jeruk, wortel, strawberi, dan belimbing seharga Rp. 6.000 per gelas. Untuk es the manis seharga Rp. 3 ribu per gelas.

Bulan Ramadhan, usaha ayam penyet Dewi juga banyak membuat gebrakan. Contohnya, takjil gratis untuk pelanggan yang makan di tempat, menu-menu baru yang berkuah dan lainnya. Selama bulan puasa, rumah makan ini buka mulai pukul 12.00-22.00 WIB. Untuk hari biasa, waktu buka mulai pukul 08.00-21.00 WIB.

Saat bulan Ramadhan, omset usaha ayam penyet ini mengalami penurunan sebesar 20 persen. Biasanya, Dewi mendapatkan 3,5-5 juta per hari tapi di bulan Ramadhan, hanya 2-3 juta per hari.