SELAMAT DATANG di WARALABA AYAM PENYET.... Ambil Peluang Usaha AYAM PENYET... SEKARANG!!!!

CARA MEMASAK AYAM PENYET SECARA UMUM

Monday, October 10, 2011

Julia Perez Tekuni Bisnis Ayam Goreng Dengan Nama Unik



Julia Perez Tekuni Bisnis Ayam Goreng Dengan Nama Unik



Julia Perez

Bisnis kuliner selalu menjadi bisnis yang menggiurkan bagi para selebriti, termasuk Julia Perez yang saat ini mulai menggeluti usaha franchise ayam goreng.  Uniknya, Jupe punya kiat tersendiri untuk menarik pelanggan. Pelantun ‘Jupe Paling Suka 69‘ ini menamai ayam gorengnya dengan namanya sendiri, yaitu Jupe Franchise Chicken (JFC).

“Sekarang Jupe dagang paha, dagang dada, sampai dagang sayap Jupe,” kata Jupe seperti dilansir Kompas. “Ide Paha Jupe dan Dada Jupe tentu dari saya. Peternakan ayamnya saja saya kasih nama Jupe, nama ayamnya Jupe, nama ibu bapak ayamnya Jupe. Semua ayam namanya Jupe.”
Julia Perez lantas sedikit bercerita tentang awal mula bisnis kulinernya tersebut. Rupanya ia hanya butuh waktu 3 bulan untuk mewujudkan usaha ayam goreng itu bersama seorang partnernya.

“Untuk JFC ini, saya baru rencanakan tiga bulan ini. Tanpa pikir panjang saya langsung bilang ke partner saya, ini harus jadi, langsung deal. Saya lihat desainnya bagus, interiornya bagus, di mana bangsa Indonesia bisa merasakan masakan mewah dengan harga murah,” ujarnya sambil berpromosi.
Walau usahanya masih terbilang baru, Jupe tak mau main-main dengan JFC. Ia ingin bisnis kuliner yang ia kelola bisa dikenal di seluruh wilayah tanah air, bahkan sampai ke luar negeri.

“Target saya enggak hanya Indonesia, tapi luar negeri,” kata Jupe antusias.
Berbisnis bukan hal yang asing bagi Jupe. Sebelum membangun JFC, Jupe sudah lebih dulu membangun sekolah sepak bola dan juga berbisnis batu bara. Karena telah sukses dalam kedua bisnis tersebut, Jupe pun berani untuk mengembangkan bisnisnya ke bidang yang lain.

Ini Dia Tips Sukses Berbisnis Ayam Goreng Tepung



Hampir semua orang mengetahui ayam goreng tepung dan pernah menikmati ayam goreng tepung. Bahkan, tidak sedikit para penggemar ayam goreng. Hal ini bisa dibuktikan dengan menjamurnya gerai ayam goreng tepung, baik berupa usaha mandiri ataupun  usaha waralaba.
Usaha ini memiliki peluang yang cukup besar. Dari sekian banyak kuliner yang berbahan dasar daging ayam, ayam goreng tepunglah yang paling banyak peminatnya. Padahal, seperti yang kita ketahui selama ini banyak sekali makanan olahan yang berbahan dasar daging ayam.

Tips memulai bisnis ayam goreng tepung
Jika kamu tertarik untuk menggeluti usaha ayam goreng tepung ini, maka pertama-pertama tentukan lokasi yang akan digunakan untuk memulai usaha ini. Biasanya, para penjual ayam goreng tepung kebanyakan memilih lokasi untuk menjajakan dagangannya di pinggir jalan raya yang relative ramai.
Bahkan, akan lebih baik jika lokasi usaha kamu berdekatan dengan kumpulan pedagang makanan lainnya, seperti nasi goreng, martabak, atau sate ayam. Lokasi seperti itu tidak diragukan lagi keramaiannya, sehingga lebih berpeluang mendapatkan pembeli dalam jumlah yang besar.

Adapun tarif untuk sewa tempat usaha tersebut harganya bervariatif dengan kisaran antara 100 ribu rupiah hingga 300 ribu rupiah per bulannya. Setelah menentukan lokasi usaha, maka langkah selanjutnya ialah mempersiapkan perlengkapan usaha yang diperlukan untuk menjual ayam goreng tepung tersebut. Misalnya saja gerobak, etalase, kompor gas, tabung gas, wajan, sutil, saringan minyak, beberapa baskom plastik, penjepit makanan dan kantong kertas. Namun, jika kamu berjualan di tempat terbuka dan memiliki beberapa kursi bagi pembeli yang menunggu, maka sebaiknya kamu menyediakan tenda yang sederhana.
Dalam menjalankan operasionalnya juga cukup mudah sehingga cukup mempekerjakan satu orang tenaga kerja di satu gerai, untuk potongan daging ayam dan campuran tepung, bumbu bisa dipersiapkan dari rumah. Sehingga ketika berjualan, pegawai dapat langsung melumuri ayam dengan campuran tepung dan bumbu kemudian menggorengnya.
Untuk memasarkan produk ayam goreng tepung, kamu bisa melakukan berbagai cara. Salah satunya dengan memberikan promosi berupa diskon di awal usahanya. Selain itu, kamu juga bisa menyebarkan pamplet yang ditempel di sekitar tempat usaha dan menyebarakn brosur di beberapa lokasi tertentu.

Setelah pemasaran tersebut berjalan, diharapakan konsumen akan datang ke lokasi tempat kamu berjualan dan membeli produk ayam goreng tepung tersebut. Setelah mereka mencoba produk ayam goreng tepung tersebur, diharapkan mereka akan menginformasikan dan merekomendasikan produk kita secara sukarela dari mulut ke mulut. Promosi semacam ini efektif  bila produk kamu unggul dalam rasa, kualitas, dan harga. Untuk harga jual, biasanya dihitung berdasarkna harga beli bahan-bahan dan keuntungan yang ingin didapat. Harga ayam goreng tepung biasanya tergantung dari ukuran ayam dan lokasi kamu berjualan.
Harga bisa dinaikkan sedikit jika berjualan di lokasi yang diperkirakan memiliki daya beli lebih tinggi. Yang terakhir, kamu harus mengantisipasi mengenai kendala dari usaha ayam goreng tepung ini. Salah satu kendala dalam menekuni usaha ayam goreng tepung ini ialah persaingan dan isi pengguanaan ayam tiren yang marak dilakukan oleh para pedangan ayam yang nakal.
Yang terakhir kamu harus mengantisipasi terhadap kendala-kendala dalam menjalankan usaha ayam goreng tepun ini. Salah satunya ialah isu mengenai penggunaan ayam tiren atau ayam yang mati kemarin dan penggunaan formalin pada daging ayam. Selain itu, usaha ini juga memiliki kendala mengenai persaing yang ketat. Saat ini, semakin banyak usaha baik pribadi maupun waralaba yang menjual ayam goreng tepung ini.

Maka dari itu, untuk menjaga dari persaingan yang ada, maka kamu harus mampu untuk menjual ayam goreng tepung dengan kualitas daging yang terjaga serta racikan bumbu yang konsisten. Adapun mengenai isu ayam tiren dan formalin, maka kamu bisa mensiasatinya dengan memasang brosur mengenai cara mengenal daging ayam yang baik dan ciri daging yang telah digoreng tepung sehingga pembeli merasa lebih yakin dengan produk yang dijual.

Saturday, October 8, 2011

Peluang Usaha Kuliner di Surabaya Tanpa Resiko



Surabaya adalah satu ibukota terbesar kedua setelah kota Jakarta. Kota ini ditinggali oleh cukup banyak orang. Oleh sebab itu, tidak heran jika ada begitu banyak usaha yang tumbuh subur di kota ini.

Selain industri, usaha yang tampak tumbuh subur di kota ini adalah usaha di bidang kuliner. Tidak heran jika usaha kuliner bisa tumbuh subur karena memang kuliner adalah salah satu kebutuhan pokok masyarakat saat ini.
Apakah anda tertarik untuk terjun di usaha kuliner? Jika anda memang tertarik, ada satu peluang usaha kuliner di Surabaya yang cocok untuk anda. Usaha franchise kuliner ini adalah mie ayam grobakan.
Taukah anda bahwa sudah ada cukup banyak orang yang mulai bergabung menjadi mitra usaha dari mie ayam grobakan ini? mereka yang sudah bergabung menjadi mitra usahanya menyatakakan ada cukup banyak kelebihan yang bisa didapatkan dari peluang usaha kuliner di Surabaya ini. berikut adalah beberapa kelebihannya.
Modalnya kecil sehingga usaha ini bisa dikatakan usaha tanpa resiko.
Karena modalnya kecil, usaha ini jauh lebih cepat balik modal.
Produknya dijamin halal karena dibuat dengan bahan-bahan pilihan tanpa bahan kimia.
Harga menu makanan sangat terjangkau.


Wednesday, October 5, 2011

Tips Menjajal Usaha Jual Es Dawet



Minuman es dawet cukup melegenda di tanah air. Potensi usaha es dawetpun masih cukup menggiurkan. Bagaimana tips menjajal usaha yang satu ini. Simak selengkapnya berikut..

Usaha kuliner merupakan salah satu jenis usaha yang selalu memiliki potensi keuntungan tinggi, baik itu usaha yang bermodal besar atau kecil. Di Indonesia, ada banyak sekali jenis makanan dan minuman khas yang bisa dijadikan ide untuk membuat bisnis kuliner sukses, salah satunya adalah es dawet.


Minuman dingin dan manis ini sangat populer di Indonesia, namun nampaknya belum banyak yang berminat memulai usaha jual es dawet sebagai usaha modal kecil dengan potensi untung besar. Usaha berdagang es dawet masih cenderung dilihat sebagai usaha kecil-kecilan yang tidak banyak mendatangkan untung.

Hal ini sangat disayangkan, padahal es dawet berpotensi untuk dijadikan bisnis kuliner khas Indonesia yang populer dengan marjin keuntungan lumayan. Hal ini dibuktikan oleh Citra Puspa Sari, seorang pengusaha waralaba es dawet dengan nama usaha Es Dawet Cah Banjar.

Citra memulai usaha jual es dawet dengan dua alasan sederhana: karena ia sendiri sangat menyukai es dawet, dan karena usaha es dawet dapat dimulai dengan biaya yang cukup murah. Menurut Citra, es dawet memiliki potensi besar sebagai usaha kuliner modal kecil karena banyak orang yang menyukainya namun kesulitan mendapatkannya.

Pasalnya, es dawet biasanya hanya mangkal di tempat-tempat tertentu seperti pasar atau depan sekolah, dan tidak semua restoran atau warung makan menyuguhkan dawet sebagai salah satu minuman khasnya.

Selain itu, banyak orang yang segan minum es dawet dari penjual yang mangkal di pinggir jalan, dengan alasan takut tidak higienis. Hal inilah yang mendorong Citra untuk memulai usaha jual es dawet, dimana es dawet dijual menggunakan nama dagang sehingga terkesan lebih meyakinkan.

Pengumpulan Modal
Ketika memulai usaha pada tahun 2006, Citra hanya mengeluarkan biaya 600 ribu rupiah, dimana 100 ribu rupiahnya adalah bahan baku seperti gula merah, santan, cendol dan es batu, sementara 500 ribu-nya adalah biaya pembuatan serta gerobaknya. Citra memilih untuk mulai berjualan di depan sekolah, karena sekolah merupakan salah satu tempat ideal untuk berjualan minuman dingin.

Dalam sehari, Citra mampu menjual 50 gelas es dawet, dimana satu gelasnya dihargai 10 ribu rupiah. Dengan harga yang relatif murah, citra dagangan yang bersih dan berkualitas serta jenis dagangan yang memang digemari, Citra mampu membeli tiga buah gerobak baru pada tahun 2007 untuk disewakan pada pedagang lain.

Ketika menyadari potensi besar dari usaha minuman dingin khas Indonesia ini, Citra kemudian mengumpulkan modal sebanyak 50 juta rupiah dengan cara meminjam dari orang tua serta mengambil dari rekening tabungannya untuk membeli bumbu rahasia, peralatan membuat dawet yang lebih canggih serta lima buah gerobak ekstra dari seorang ‘bos’ usaha es dawet yang usahanya sudah maju.

Pengembangan Usaha
Saat memulai usaha jual es dawet, Citra menekankan kekhasan berupa merk Es Dawet Cah Mbanjar yang bahan-bahannya benar-benar didatangkan dari daerah Banjar. Usaha es dawet milik Citra pun meraih berbagai penghargaan bidang UKM seperti Penghargaan Bank Sumut Usaha Mikro Kecil Award.

Saat ini, Citra menawarkan sistem waralaba kerjasama dengan Bank Mandiri yang dipasarkan dalam dua bentuk: waralaba modal kecil yang hanya meliputi pemberian pelatihan dan modal usaha dimana pewaralaba bebas membeli gerobak serta membuat resep sendiri, atau waralaba penuh dimana pewaralaba harus mengeluarkan modal senilai 60 juta rupiah untuk mendapatkan bumbu rahasia plus rumah produksi dan hak untuk memasarkan merk.

Apakah tertarik mencoba usaha es dawet ini ! Dengan modal sedikit dengan keuntungan besar tak ada salahnya untuk dicoba. Semoga berhasil.

Sumber : menjadiwirausaha.com


Saturday, October 1, 2011



Tips Cari Untung Bisnis Restoran

Apakah Anda ingin memiliki restoran dengan omset yang menguntungkan
!Tips berikut ini wajib anda baca..

Seperti bisnis lainnya, tujuan dari setiap restoran adalah untuk menghasilkan keuntungan. Namun untuk memahami bagaimana mendapatkannya, pertama-tama kita harus memahami apa yang menjadi biaya Anda. Pada artikel ini, kami melihat berbagai biaya yang bersangkutan dengan operasi restoran dan mengapa memahami hal ini dapat membantu membuat bisnis restoran Anda sukses.

Tipe-tipe Biaya
Berikut adalah laporan singkat mengenai jenis biaya yang biasanya berhubungan dengan menjalankan bisnis restoran.
Biaya Resep
Singkatnya, biaya resep adalah jumlah yang Anda belanjakan pada resep, dan berapa biaya dalam menjalankan sebagian dari resep itu. Biaya Resep memberikan kontribusi bagi biaya makanan Anda secara keseluruhan.

Biaya Makanan
Biaya dari semua bahan di setiap hidangan yang Anda sajikan kepada pelanggan Anda. Ini adalah jumlah total biaya resep Anda, dan adalah penting untuk melacak profitabilitas Anda.

Biaya Pekerja
Sebuah biaya tetap per bulan, termasuk gaji, tunjangan dan biaya lain untuk membayar karyawan Anda.

Biaya Tambahan
Ini mencakup segala sesuatu yang berada di luar biaya tenaga kerja dan makanan – termasuk sewa, keperluan, pajak, peralatan dan pelatihan.

Keuntungan vs Biaya
Ini adalah persamaan dasar untuk membantu Anda menghitung keuntungan dan biaya.

Membuat perencanaan (yang baik) dari angka-angka tersebut
Kunci untuk sebuah bisnis restoran yang menguntungkan adalah mengelola biaya Anda untuk memastikan Anda memiliki keuntungan yang sehat. Berikut adalah beberapa panduan dari restoran yang sukses untuk membuat angka-angka tersebut bekerja untuk Anda:

Tip #1: Jaga biaya resep Anda tetap pada 30 – 45% dari harga jual.
Hal ini membuat Anda cukup untuk menutupi biaya lain dalam menjalankan restoran Anda, sementara yang lain masih menghasilkan keuntungan pada setiap hidangan yang Anda sajikan.
Tip #2: Pastikan karyawan Anda mengikuti resepnya dengan seksama.
Hal ini memastikan biaya resep Anda tetap akurat dan meminimalkan pemborosan bahan yang tidak perlu di dapur Anda.

Tip #3: Kurangi kelebihan stok dan kelebihan produksi.
Makanan, baik mentah atau dimasak, sangat mudah rusak. Perencanaan yang tepat untuk inventaris dan produksi dapat membantu menghindari pemborosan yang tidak perlu dan menjaga biaya makanan tetap rendah.



Tip #4: Manfaatkan bahan-bahan musiman.
Rencanakan menu yang sesuai untuk mendapatkan keuntungan dari ketersediaan bahan musiman yang terjangkau dan segar. Ini memungkinkan Anda menyegarkan menu Anda secara teratur dengan hidangan berkualitas tinggi sekaligus menjaga biaya makanan Anda tetap rendah.
Tip #5: Longgarkan penggunaan masing-masing bahan.
Tampilkan berbagai hidangan pada menu yang menggunakan bahan yang sama dengan cara yang berbeda. Misalnya, dengan menggunakan panci untuk memasak hidangan steak , kemudian dilanjutkan untuk membuat saus atau lauk terpisah. Contoh lainnya gunakan tulang dari potongan daging sapi untuk membuat kaldu untuk sup lain. Ini membantu biaya makanan yang lebih rendah dan meminimalkan pemborosan.

Tip #6: Insentif kinerja yang baik
Selain dari perencanaan asuransi kesehatan yang umum, ada manfaat lain yang dapat Anda berikan untuk karyawan Anda seperti biaya rujukan bagi yang membawa karyawan baru yang berkualitas, bonus kehadiran dan bonus karyawan-bulan-ini. Insentif seperti ini akan membuat staf Anda termotivasi dan juga menjaga biaya tenaga kerja Anda tetap rendah.

Tujuan dari setiap bisnis restoran adalah untuk mendapatkan keuntungan yang baik. Memantau biaya yang terkait dalam menjalankan restoran Anda, apakah itu resep, makanan, tenaga kerja atau biaya tambahan akan membantu restoran Anda tetap kompetitif dan menguntungkan.

Semoga artikel di atas berguna dalam membangun binis restoran Anda yang menguntungkan. Salam sukes

Sumber : http://www.unileverfoodsolutions.co.id/layanankami/dapur-anda/bisnis-restoran-yang-menguntungkan