Dibuka PELUANG WARALABA AYAM PENYET JOGJA-JOGJA. Pilihan bisnis Tepat Saat ini. Miliki Passive Income dari Usaha Anda sendiri. Anda memiliki Usaha Tanpa harus repot dengan pengelolaan yang ribet. Anda tinggal terima hasil setiap bulannya. INFO WARALABA : TELP/WA.0857.9928.1950
CARA MEMASAK AYAM PENYET SECARA UMUM
Tuesday, May 15, 2012
Tips Usaha Jualan Nasi Goreng Agar Sukses dan Menguntungkan
Tips Usaha Jualan Nasi Goreng Agar Sukses dan Menguntungkan
Tips Usaha Jualan Nasi Goreng - Memulai usaha saat ini bisa di lakukan oleh siapa saja dengan jenis bisnis apa saja. Salah satu jenis bisnis yang sangat potensial untuk di jalankan adalah usaha jualan nasi goreng. Usaha yang satu ini masuk dalam jenis usaha kuliner makanan padat, yakni makanan yang mengenyangkan. Sejak dahulu, usaha bidang kuliner memang cukup bagus untuk di jalankan, mengingat arti dari kuliner sendiri adalah makanan. Dimana makanan adalah kebutuhan pokok bagi makhluk hidup termasuk manusia.
Nasi goreng merupakan makanan yang tidak asing lagi di telinga kita, dari sabang hingga merauke pasti mengenal makanan yang satu ini. Bahkan nasi goreng merupakan salah satu dari sekian makanan terlezat di Dunia dan di Indonesia. Asal mula nasi goreng sendiri tidak begitu jelas, ada yang mengatakan nasi goreng berasal dari negara Tiongkok dan ada pula yang mengatakan jika nasi goreng berasal dari Indonesia. Namun dari mana asalnya yang jelas nasi goreng sudah di kenal di seluruh dunia dan merupakan makanan sejuta umat.
Usaha nasi goreng sendiri bukanlah usaha yang harus di dirikan dengan modal awal yang besar, karena nasi goreng sendiri merupakan makanan sejuta umat, tidak hanya orang kaya, namun kalangan bawah juga bisa makan nasi goreng. Itu karena harga nasi goreng sendiri tidak semahal makanan restoran, dengan biaya 10 ribu saja kita sudah bisa menikmati lezatnya nasi goreng.
Apabila anda tertarik memulai usaha yang satu ini, kami akan membagikan beberapa tips sukses usaha jualan nasi goreng, berikut ini beberapa tipsnya, siapa tahu bermanfaat bagi anda.
Tips Usaha Jualan Nasi Goreng Agar Sukses dan Menghasilkan
1. Tempat Berjualan / Lokasi Usaha
Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, nasi goreng merupakan makanan yang tidak memandang status sosial, siapa saja suka dengan nasi goreng. Melihat hal tersebut, anda tidak perlu memperhitungkan masalah tempat usaha. Yang terpenting jualah nasi goreng di tempat-tempat yang ramai, seperti di dekat jalan raya. Anda bebas menjual nasi goreng, mau menggunakan gerobak atau mendirikan rumah makan nasi goreng. Sesuaikan saja dengan modal yang ada, agar usaha bisa berjalan lancar.
2. Perlengkapan Usaha Nasi Goreng
Apa saja perlengkapan usaha nasi goreng? Sebenarnya tidak berbeda jauh dengan perlengkapan usaha kuliner lainnya. Yang jelas di butuhkan perlengkapan memasak dan fasilitas pendukung lainnya. Perlengkapan usaha ini jelas membutuhkan modal atau biaya untuk membelinya, namun anda bisa meminimalisir biaya dengan cara menggunakan perangkat memasak anda di rumah. Beberapa yang di butuhkan adalah :
- Gerobak/Etalase : Rp. 2.500.000,-
- Kompor Gas dan Tabung Gas : Rp. 300.000,-
- Peralatan Masak : Rp. 300.000,-
- Peralatan Makan : Rp. 200.000,-
- Fasilitas : Rp. 200.000,-
- Lain-lain : Rp. 200.000,-
Kisaran modal awal yang di butuhkan dalam memulai usaha ini sekitar Rp. 3.700.000,-. Namun itu bukanlah angka pasti, harga barang bisa saja berubah, semua tergantung dari jenis barang dan spesifikasinya. Selain itu apabila anda memulai usaha ini dengan tempat usaha berbentuk bangunan, maka anda membutuhkan modal yang lebih besar dari modal di atas, bisa sampai 15 atau bahkan 20 Jutaan.
3. Rasa Nasi Goreng
Enak merupakan ungkapan positif dari konsumen kepada anda, apabila pembeli mengatakan nasi goreng anda enak, maka bisa di pastikan pembeli akan datang kembali keesokan harinya. Sehingga inti dari usaha nasi goreng, anda harus membuat nasi goreng dengan cita rasa yang lezat, kalau bisa lebih lezat dari pada pesaing-pesaing anda. Selain itu, anda juga harus kreatif dalam menyajikan nasi goreng, anda bisa menyajikan dengan hiasan atau dengan tampilan yang terkesan unik atau mewah. Selain itu anda juga bisa menambah variasi rasa dari nasi goreng tersebut.
4. Harga Nasi Goreng
Selain rasa, harga juga menjadi faktor penting di dalam usaha jualan nasi goreng. Pastikan jika anda menjual nasi goreng dengan harga yang bersahabat dengan masyarakat sekitar anda. Paling tidak anda harus menjual nasi goreng dengan harga yang standar, namun tetap jaga rasa dan kualitas dari nasi goreng tersebut. Rasa lezat harga bersahabat jelas lebih di pilih banyak orang. Yang terpenting jangan sampai rugi karena menjual nasi goreng dengan harga yang terlalu murah.
Thursday, May 3, 2012
Mencicipi Kriuknya Bisnis Kentang Goreng
Kentang goreng merupakan salah satu makanan yang lezat. Peluang usaha kentang goreng ini pun banyak laku di pasaran. Bagaimana dengan peluang usaha ini ! Simak selengkapnya berikut..
Bisnis kentang goreng atau french fries kini semakin menjamur. Banyak orang melirik usaha ini karena bahan bakunya mudah didapat, modalnya kecil, dan perputaran uangnya cepat.
kentang goreng
Salah satu pemainnya adalah Endy Hariandi yang mengusung brand KentangKita di Jakarta. Merintis usaha awal Juni 2014, Endy langsung menawarkan kemitraan usaha.
Kini mitra usahanya sudah ada 47 yang tersebar di Jakarta, Yogyakarta, dan Sukabumi. Sedangkan gerai milik sendiri ada tiga yang berlokasi di Jakarta. “Gerai tersebut sekaligus menjadi pusat bahan baku,” katanya.
KentangKita menyajikan kentang goreng berbentuk stik dengan dua pilihan rasa, yaitu original dan pedas. Harga KentangKita dibanderol Rp 8.000 hingga Rp 10.000, tergantung dari ukuran kemasannya.
Dalam kemitraan ini, KentangKita mematok biaya investasi sebesar Rp 5 juta. Mitra mendapatkan satu set booth aluminium dengan payung, peralatan masak lengkap, cooler box, bahan baku dan bumbu, seragam, serta peralatan promosi seperti brosur dan banner.
Endy menargetkan, dalam sehari mitra bisa menjual minimal 30 karton. Dengan asumsi itu, omzet dalam sebulan bisa mencapai Rp 10 juta. Dengan margin 40%, mitra bisa balik modal dalam tiga bulan hingga empat bulan sejak memulai usaha.
Dalam kemitraan ini, tidak ada batasan minimal luas ruangan. Yang penting cukup untuk gerobak ukuran 1,5 meter (m) x 1 meter. Hanya, lokasinya harus memilih tempat yang strategis. “Saya rekomendasikan dekat dengan kampus, sekolah, kantor, dan pasar,” katanya.
Menurut Endy, kemitraan ini cepat balik modal karena tidak ada biaya royalti fee maupun franchise fee. Jadi seluruh laba masuk ke kantong mitra. Hanya, untuk bahan baku seperti bumbu, saus, dan kentang harus dibeli dari pusat.
Untuk mitra di Jabodetabek, pasokan bahan baku bisa langsung dikirim saat dilakukan pemesanan. Sedangkan di luar Jabodetabek harus menunggu satu hari sampai dua hari.
Hingga akhir tahun ini, Endy menargetkan bisa menambah 100 gerai lagi. Untuk mencapai target itu, minimal ada tambahan 10 mitra baru dalam sebulan. Untuk menjaring calon mitra, ia mengaku segera mengeluarkan berbagai varian menu olahan kentang.
Anda ingin mencoba usaha ini ! Jangan khawatir tak ada salahnya untuk mencoba. Usaha kentang goreng mudah dikerjakan dan gampang kok. Asal mau kerja keras usaha akan laku keras.
Sumber : peluangusaha.kontan.co.id
Wednesday, May 2, 2012
Sedapnya Keuntungan Mie Ayam Ceker
Kenikmatan yang tersaji pada mie ayam ceker ini ,senikmat peluang usaha yang dijanjikan .Ingin tahu bagaimana nikmatnya usaha ini, yuk mari kita simak.
Kebutuhan akan makanan dalam setiap harinya membuat usaha makanan selalu berkembang dan tak akan ditepis oleh zaman karena akan selalu dicari oleh orang. Makanan yang paling dicari dan pasti selalu laris sekarang ini adalah menu mie ayam ceker. Salah satu bisnis kuliner yang paling menjanjikan.Sudah banyak sekali pelaku usaha mie ayam ceker yang sudah menggeluti usaha ini. Salah satunya adalah bapak Dudi Kuswara dengan bisnis yang dinamainya Mie Ayam Ceker Cikasungka.
mie ayam ceker
Pak Dudi telah merintis usaha mie ayam ceker pada tahun 2011 di wilayah Cileunyi, Jawa Barat. Setelah sukses mendirikan bisnisnya setahun kemudian dia memulai penawaran kemitraan, sehingga dia bisa membantu dan bekerja sama dengan orang lain.
Sekarang ini Pak Dudi sudah memiliki 10 mitra, yang sudah menyebar di Bandung, Tangerang dan Garut. Selain 10 gerai untuk mitra, dia juga memiliki 9 gerai yang dia kelola sendiri, jadi total semuanya adalah 19 gerai.
Paket kemitraan yang ditawarkannya ada 2 macam. Yang pertama adalah paket kemitraan dengan investasi sekitar Rp. 21 juta. Dari paket gerai ini, mitra akan mendapatkan gerobak, peralatan dapur dan makan, meja dan kursi.
Pendapatan dari paket pertama ini sekitar Rp. 25 juta- Rp. 40 juta/bulan. Laba bersihnya 17%. Dalam omzet ini maka dalam 1 tahun akan mencapai target balik modal.
Selanjutnya paket yang ke 2 adalah paket gerobak Luigi. Biaya invest sekitar Rp. 8 juta. Mitra akan mendapatkan gerobak dan alat masak juga kursi 3 buah. Pendapatan yang didapat dari paket gerobak Luigi mencampai Rp. 7 juta-Rp. 12 juta/bulan. Laba berih yang ada pada paket ini sekitar 25 % dan para mitra bisa balik modal sekitar 6 bulan.
Dudi mengatakan bahwa dari kedua paket ini, paket yang pertama lebih banyak pemilih, dibandingkan dengan paket gerobak luigi. Karena mereka ingin membidik pembeli dari golongan menengah atas, sedangkan paket gerobak luigi hanya bisa mencapai target kalangan menengah bawah.
Dari semua paket kemitraan ini, Dudi memiliki target untuk memperoleh satu mitra dalam setiap bulannya. Tidak ada biaya royalty yang dikenakannya. Hanya saja mitra, harus membeli bahan baku dari pusat. Biaya yang dikenakan untuk bahan baku ini sekitar 50% dari omzet penjualan mie ayam ceker.
Pak Dudi juga mengatakan, selain menjual mie ayam ceker ini, dia juga menjual bisnis kuliner lain seperti pangsit dan bakso. Harga yang dibandrol oleh Pak Dudi sangat terjangkau, sekitar Rp. 7.000 sampai Rp. 14.000 per saji. Sangat terjangkau untuk porsi segala usia.
Berbisnis makanan kuliner seperti mei ayam, bakso memang selau menjanjikan. Apabila jika Anda tertarik dengan penawaran kemitraan, maka Anda harus memperhatikan bagaimana kondisi pusatnya. Bila bisnis pada pusat mengalami kelancaran yang pesat, maka target balik modal sudah tercapai dan tidak akan ada masalah pada keuangan, sehingga Anda tidak perlu ragu lagi untuk mencobanya.
Bisnis mie ayam ceker cikasungka dari Pak dudi ini sudah dikatakan baik dan berhasil. Dia sudah berhasil mengembangkan dan menjalankan usahanya dengan baik. Jadi tunggu apalagi, jika Anda tertarik menjalankan bisnis seperti Pak Dudo, segeralah mencoba.
Nah itulah beberapa info menarik yang bisa menambah wawasan dan inspirasi untuk menjalankan bisnis Anda. Sekian dan terima kasih.
Tuesday, May 1, 2012
Pedagang Fried Chicken Gerobak, Sebulan Kantongi Untung Bersih Rp 6,5 Juta
Ulasan Khusus: Fried Chicken
Pedagang Fried Chicken Gerobak, Sebulan Kantongi Untung Bersih Rp 6,5 Juta
Pedagang kecilpun ikut ambil bagian dalam bisnis fried chicken. Resep dan proses pembuatannya diadaptasi. Meski lebih sederhana, namun usaha ini lumayan menjanjikan. Untuk 1 gerobak saja, keuntungan bersihnya mencapai Rp. 6,5 juta per bulan!
Penikmat fried chicken yang tak pernah surut mendatangkan rezeki tersendiri bagi para pedagang ayam goreng tepung. Masyarakat ekonomi bawahpun bisa mencicipi menu ini dengan harga lebih ekonomis. Meski tak mengusung nama franchise dan mengelola sendiri, usaha bisa laris dan bertahan lama.
Salah satu contoh sukses adalah pedagang fried chicken bernama Rahman. Pria ini sudah 6 tahun menggeluti usaha fried chicken. Sebelumnya, pria ini bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan retail di Jakarta. Namun perusahaannya bangkrut dan ia kehilangan pekerjaan. Rahmanpun mencoba membuka usaha ayam goreng tepung.
"Awalnya 6 tahun lalu hanya coba-coba. Bumbu raciknya juga beli yang siap olah, waktu itu sekitar Rp. 15.000 untuk satu hari, cukup untuk 10 ekor. Tapi lama-lama mencoba sendiri. Sempat gagal, tapi terus saya coba hingga akhirnya ketemu komposisi yang pas. Sekarang bumbunya buat sendiri, jauh lebih hemat," ungkap Rahman.
Tiap harinya, Rahman menghabiskan 10 ekor ayam, masing-masing berukuran 1,2 kg. Tiap ekornya dibagi menjadi 16 bagian. Karena ukurannya kecil, ia menjual ayamnya dengan harga satuan Rp. 3.500. "Lebih baik harganya murah tapi ukuran kecil, jadi pas untuk pembeli ekonomi bawah yang kita sasar," tutur pria yang sehari-harinya berjualan di kawasan Bekasi Utara ini.
Soal penggunaan minyak, Rahman mengaku hanya menggunakan minyak goreng kemasan, bukan curah. Diakuinya, minyak goreng kemasan lebih awet dan bersih. Tiap harinya, ia menggoreng dengan 5 liter minyak dengan perbandingan 2 liter minyak kemasan baru dan ditambah 3 liter minyak sisa hari sebelumnya.
Agar tetap segar, ayam goreng buatan Rahman tak digoreng sekaligus, melainkan dibagi dalam 3 tahap. Ketika ayam hampir habis terjual, baru Rahman menggoreng lagi stok ayam yang ia simpan di dalam cool box. Jejeran ayam gorengnya tampak disinari oleh lampu yang disebut Rahman 'lampu oven'. Tak cuma membuat ayam tampak menggiurkan, lampu tersebut juga bisa membantu ayamnya tetap hangat.
Rahman juga merinci biaya yang ia keluarkan setiap hari. 10 ekor ayam per ekornya ukuran 1,2 kg dibeli dengan harga Rp 24.000 hingga Rp 26.000. Perharinya, ia juga membeli minyak goreng kemasan ukuran 2 liter dengan harga sekitar Rp 20.000. Biaya lain yang dikeluarkan adalah saus cabai curah, juga bumbu dan tepung.
Ayah 2 anak ini tak segan-segan membeberkan keuntungan yang didapat perharinya. "Tiap hari omzetnya bisa lebih dari Rp 500.000, dan untungnya sekitar setengahnya. Sekitar Rp 200.000-an per hari pendapatan bersihnya," tutur Rahman. Rahman juga rutin menerima pesanan ayam goreng dalam jumlah besar di lingkungan tempatnya berjualan.
Ada beberapa tips usaha yang dijalankan pria asal Tasikmalaya ini. Ia mendirikan usaha di tempat strategis, yaitu di sebuah jalan yang menjadi jalur masuk beberapa komplek perumahan. Ia juga tak segan-segan memberi potongan harga. "Langganan saya biasanya bukan beli satu atau dua potong, tapi langsung sebut, Rp 10.000, Rp 20.000, itu langsung saya beri 3 potong dan 6 potong. Para pembeli sudah pada tahu."
Menurut Rahman, usaha fried chicken ini tergolong usaha yang tak sulit dijalankan. "Dibanding kuliner lain, ayam ini lebih praktis dan untungnya lumayan. Asal konsisten dan menguasai ilmu mengelolanya. Sebagai gambaran, menjual 5 ekor ayam sehari saja sudah cukup untuk menghidupi 2 orang. Modal cukup Rp. 3 juta. Terlihat sepele tapi sebenarnya menjanjikan," tutupnya.
Pedagang Fried Chicken Gerobak, Sebulan Kantongi Untung Bersih Rp 6,5 Juta
Pedagang kecilpun ikut ambil bagian dalam bisnis fried chicken. Resep dan proses pembuatannya diadaptasi. Meski lebih sederhana, namun usaha ini lumayan menjanjikan. Untuk 1 gerobak saja, keuntungan bersihnya mencapai Rp. 6,5 juta per bulan!
Penikmat fried chicken yang tak pernah surut mendatangkan rezeki tersendiri bagi para pedagang ayam goreng tepung. Masyarakat ekonomi bawahpun bisa mencicipi menu ini dengan harga lebih ekonomis. Meski tak mengusung nama franchise dan mengelola sendiri, usaha bisa laris dan bertahan lama.
Salah satu contoh sukses adalah pedagang fried chicken bernama Rahman. Pria ini sudah 6 tahun menggeluti usaha fried chicken. Sebelumnya, pria ini bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan retail di Jakarta. Namun perusahaannya bangkrut dan ia kehilangan pekerjaan. Rahmanpun mencoba membuka usaha ayam goreng tepung.
"Awalnya 6 tahun lalu hanya coba-coba. Bumbu raciknya juga beli yang siap olah, waktu itu sekitar Rp. 15.000 untuk satu hari, cukup untuk 10 ekor. Tapi lama-lama mencoba sendiri. Sempat gagal, tapi terus saya coba hingga akhirnya ketemu komposisi yang pas. Sekarang bumbunya buat sendiri, jauh lebih hemat," ungkap Rahman.
Tiap harinya, Rahman menghabiskan 10 ekor ayam, masing-masing berukuran 1,2 kg. Tiap ekornya dibagi menjadi 16 bagian. Karena ukurannya kecil, ia menjual ayamnya dengan harga satuan Rp. 3.500. "Lebih baik harganya murah tapi ukuran kecil, jadi pas untuk pembeli ekonomi bawah yang kita sasar," tutur pria yang sehari-harinya berjualan di kawasan Bekasi Utara ini.
Soal penggunaan minyak, Rahman mengaku hanya menggunakan minyak goreng kemasan, bukan curah. Diakuinya, minyak goreng kemasan lebih awet dan bersih. Tiap harinya, ia menggoreng dengan 5 liter minyak dengan perbandingan 2 liter minyak kemasan baru dan ditambah 3 liter minyak sisa hari sebelumnya.
Agar tetap segar, ayam goreng buatan Rahman tak digoreng sekaligus, melainkan dibagi dalam 3 tahap. Ketika ayam hampir habis terjual, baru Rahman menggoreng lagi stok ayam yang ia simpan di dalam cool box. Jejeran ayam gorengnya tampak disinari oleh lampu yang disebut Rahman 'lampu oven'. Tak cuma membuat ayam tampak menggiurkan, lampu tersebut juga bisa membantu ayamnya tetap hangat.
Rahman juga merinci biaya yang ia keluarkan setiap hari. 10 ekor ayam per ekornya ukuran 1,2 kg dibeli dengan harga Rp 24.000 hingga Rp 26.000. Perharinya, ia juga membeli minyak goreng kemasan ukuran 2 liter dengan harga sekitar Rp 20.000. Biaya lain yang dikeluarkan adalah saus cabai curah, juga bumbu dan tepung.
Ayah 2 anak ini tak segan-segan membeberkan keuntungan yang didapat perharinya. "Tiap hari omzetnya bisa lebih dari Rp 500.000, dan untungnya sekitar setengahnya. Sekitar Rp 200.000-an per hari pendapatan bersihnya," tutur Rahman. Rahman juga rutin menerima pesanan ayam goreng dalam jumlah besar di lingkungan tempatnya berjualan.
Ada beberapa tips usaha yang dijalankan pria asal Tasikmalaya ini. Ia mendirikan usaha di tempat strategis, yaitu di sebuah jalan yang menjadi jalur masuk beberapa komplek perumahan. Ia juga tak segan-segan memberi potongan harga. "Langganan saya biasanya bukan beli satu atau dua potong, tapi langsung sebut, Rp 10.000, Rp 20.000, itu langsung saya beri 3 potong dan 6 potong. Para pembeli sudah pada tahu."
Menurut Rahman, usaha fried chicken ini tergolong usaha yang tak sulit dijalankan. "Dibanding kuliner lain, ayam ini lebih praktis dan untungnya lumayan. Asal konsisten dan menguasai ilmu mengelolanya. Sebagai gambaran, menjual 5 ekor ayam sehari saja sudah cukup untuk menghidupi 2 orang. Modal cukup Rp. 3 juta. Terlihat sepele tapi sebenarnya menjanjikan," tutupnya.
Tuesday, April 3, 2012
Mendulang Rezeki Dari Nasi Kebuli
Kelezatan nasi kebuli memang sudah cocok dengan lidah orang Indonesia meski asal makanan ini dari timur tengah. Usaha nasi kebulipun banyak diincar konsumen.
Makanan khas Timur Tengah, nasi kebuli, kerap disajikan pada masa Maulid Nabi. Tak ayal, para pembuat nasi kebuli pun kewalahan memenuhi pesanan.
Daging kambing menjadi makanan pelengkap dalam pembuatan nasi kebuli. Karyawan Habib Alhabsy, bisa memasak hingga 60 ekor kambing untuk melengkapi menu nasi kebuli.
Seperti, pembuat nasi kebuli di kawasan Pedati, Jatinegara, yang telah dikenal hingga keluar kota. Harga nasi kebuli lengkap dengan gulai kambing, sekitar Rp. 1,7 juta per panci. Saat ramai pesanan seperti masa Maulid, Habib Anwar, bisa menghabiskan 30 karung beras ukuran 25 kilogram per hari.
Usaha nasi kebuli diturunkan dari usaha mertuanya, Habib Usman Alhabsy, yang merintis sejak 1980 lalu. Saat ini omzet penjualan nasi kebuli Habib Anwar, bisa mencapai Rp. 17 juta per hari. Padahal saat meneruskan usaha mertua pada 1999 lalu, omzet nasi kebuli Habib Anwar, hanya Rp. 2 juta.
Keahlian meracik bumbu nasi kebuli menjadi rahasia Habib Anwar, dalam mengolah nasi kebuli. Walhasil, tak sedikit penggemar yang fanatik selalu datang saat Maulid. Nasi kebuli beserta gulai kambing, disajikan dengan acar sebagai pelengkap.
Selain rasanya yang nikmat, cara makannya pun sangat khas. Disajikan dalam nampan dan dimakan bersama-sama, untuk menjalin persaudaraan dan kebersamaan.
Berminat dengan usaha nasi kebuli ini. Makanan ini banyak dicari karena kelezatan rasanya yang khas timur tengah. Semoga bacaan di atas dapat menginspirasi Anda.
Sumber : kontan.co.id
Monday, April 2, 2012
Kreatifitas Membuat Siomay Bandung Laris Manis
Siomay merupakan makanan yang sangat dikenal dan digemari oleh masyarakat luas karena kenikmatan yang tercipta pada siomay tersebut. Sehingga siomay mampu menjadi peluang untuk menciptakan rupiah sehingga cocok untuk Anda lakoni. Seperti apakah cara membuat usaha siomay, yuk mari kita simak.
Dalam mengolah makanan saat ini rasa enak tidaklah menjamin larisnya suatu usaha, jika dilihat di tahun 2014 ini karena semakin banyaknya bisnis-bisnis makanan yang bertebaran dimana-dimana. Nah salah satu cara agar bisa mengelolanya ialah sebuah kreativitas yang merupakan kunci dari suatu pengelolaan dan pengembangan suatu bisnis usaha. Ujung tombak dari suatu usaha juga berasal dari seberapa kita kreatif menciptakan sesuatu yang unik. Salah satu usaha siomay yang sudah sukses ialah oetlet yang sudah dibangun oleh Akhlis mukhidin umur 31 tahun saat mengawali usaha Siomay asli Bandung.
Makanan Khas Priangan ini disajikan dengan bentuk yang lebih menarik dan enak. Dengan beberapa modal pinjaman dari pamannya senilai Rp. 2 juta, ia mampu membangun keberanian untuk memulai suatu usaha dalam bidang makanan ini. Mulanya ia membuka usaha siomay diwarung yang bertempat digarasi kecil yang berukuran 3 x 5 meter, ia sambil menyelesaikan studynya di Jurusan Musik Institut Seni Indonesia (ISI) di Yogyakarta.
Setelah waktu 2 tahun itu usaha yang dijalankannya pun berjalan, walaupun mengalami pasang surut saat menjalankannya, namun berkat kreatifitas yang dimilikinya membuat usaha yang dijalankannya terus hidup dan berkembang. Ia menciptakan brand baru yang ia beri nama Siomay Bandung Asli Kang Otong.
Selain menciptakan bran yang baru, ia pun juga menyulap warungnya menjadi lebih rapi dan bersih, ia pun mengubah warungnya dengan konsep yang modern dan higienis. Pilihan menu baru yang ia ciptakan seperti tersedia menu Siomay Ikan Hiu, Siomay Ikan Tuna, Siomay Udang, Siomay Ikan Cucut dan masih banyak yang lainnya. Sedangkan siomay yang banyak terjual ialah Siomay ikan tenggiri.
Awal usaha siomay yang dulunya mengalami pasang surut ini pun sekarang secara cepat mendapatkan perhatian dari para penikmat dan pelanggan siomay. Selain itu juga ia sudah membuka berbagai outlet di berbagai cabang daerah.
Siomay Asli Bandung ini telah mewarnai kuliner dari seluruh nusantara. Setelah 2 tahun kemudian, sejak Januari 2008 pria yang berasal dari Cirebon ini telah mampu membuat outlet Siomay Asli Bandung yang lebih besar lagi, yang berada di Jln Raya Candi Gebang No. 215, Karang Asem, Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Tidak hanya sekedar berjualan siomay Akhlis pun juga mengembangkan bisnisnya dengan model business opportunity.
Perubahan ini berawal dari ia mengikuti pelatihan waralaba di Dinas Perindakop Yogyakarta, Hingga saat ini mimpinya mampu terwujud dari pengetahuan dan semangat yang semakin besar dalam mengembangkan usaha yang ia geluti.
“Tak hanya kreatifitas yang terus diasah dan dipacu, tempat yang diperlukan untuk usaha yang harus dikembangkan namun juga menyangkut cara penyajian,’’ Tuturnya.
Untuk dapat terus eksis dalam usaha, termasuk bisnis yang ia geluti sekarang, Akhlis memang harus berpikir kreatif. Keratifnya mengacu pada 3 hal yaitu yang pertama produk Jika pada umumnya siomay terbuat dari ikan tenggiri namun ia membuatnya dari macam-macam ikan mulai dari Siomay cucut, ikan hiu, cumi, tuna dan yang lainnya.
Yang kedua adalah saat penjual siomay yang lain menyajikan siomaynya dengan piring atau mangkok, namun ia menyajikannya panas-panas dengan menggunakan Hotplane. Dengan penyajian yang masih panas dan diletakkan di Hotplane, rasa siomay ini pun menjadi lebih berbeda dan terlihat lebih berkelas. Saat menikmatinya, terdapat rasa dan sensasi yang berbeda dari siomay yang lain. Siomay Bandung ini pun tidak mengandung penyedap buatan, sehingga aman dan alami untuk dikonsumsi.
Bagaimana, tertarik untuk menjalankan usaha siomay seperti Akhlis? Ayo, silahkan dicoba. Masih banyak peluang untuk Anda. Semoga sukses.
Sunday, April 1, 2012
MENGGULUNG UNTUNG DARI BISNIS AYAM GORENG TEPUNG
Menggulung untung dari bisnis ayam goreng tepungMenjamurnya gerai bisnis ayam goreng tepung, baik berupa usaha mandiri maupun usaha waralaba, menjadi bukti nyata bahwa menu kuliner ayam goreng tepung masih banyak penggemarnya. Tak hanya ayam goreng tepung dengan brand luar negeri saja yang saat ini ramai konsumen, sejumlah pedagang ayam tepung lokal pun mulai bermunculan di pinggiran jalan untuk ikut menikmati untung dari bisnis ayam goreng tepung.
Cara Memulai Usaha
Sebelum memulai usaha ini, tentukan lokasi yang akan digunakan untuk memulai usaha. Lokasi yang kebanyakan diambil atau digunakan oleh para penjual ayam goreng tepung adalah di pinggir jalan raya yang ramai. Bahkan jika memungkinkan Anda sebaiknya membukanya berdekatan dengan kumpulan pedagang makanan lain seperti nasi goreng, sate ayam, atau martabak. Lokasi seperti itu tidak diragukan lagi keramaiannya, sehingga lebih berpeluang mendapatkan pembeli dalam jumlah yang besar. Harga sewa untuk tempat usaha ayam goreng tepung tersebut bervariasi antara Rp. 100.000- Rp. 300.000/ bulan.
Perlengkapan usaha yang diperlukan untuk menjual ayam goreng tepung antara lain gerobak atau etalase sederhana, kompor gas, tabung gas, wajan, sutil, saringan minyak, baskom plastik untuk wadah campuran bumbu dan tepung, penjepit makanan, dan kantong kertas. Kelengkapan usaha yang lainnya adalah tenda sederhana bila berjualan di tempat terbuka dan beberapa kursi untuk kenyamanan pembeli yang sedang menunggu. Dalam menjalankan operasionalnya juga cukup mudah sehingga cukup mempekerjakan satu orang tenaga kerja di satu gerai, untuk potongan daging ayam dan campuran tepung, bumbu bisa dipersiapkan dari rumah. Sehingga ketika berjualan, pegawai dapat langsung melumuri ayam dengan campuran tepung dan bumbu kemudian menggorengnya.
Strategi Pemasaran
Untuk media pemasaran, penjual dapat memberikan promosi dengan diskon di awal usahanya. Informasi juga bisa melalui pamflet yang ditempel di sekitar tempat usaha atau brosur yang disebar. Setelah usaha berjalan diharapkan dapat “mempromosikan” dirinya sendiri. Maksudnya, pelanggan atau konsumen secara “sukarela” menginformasikan dan merekomendasikan produk kita dari mulut ke mulut. Promosi semacam ini efektif bila produk Anda unggul dalam rasa, kualitas, dan harga.
Harga dihitung berdasarkan harga beli bahan dan keuntungan yang ingin diraih. Satu potong ayam goreng tepung dapat dijual Rp 3.500 – Rp 5.000, tergantung dari ukuran dan lokasi berjulan. Harga jual dapat sedikit dinaikkan di lokasi yang diperkirakan memiliki daya beli lebih tinggi.
Keuntungan Bisnis
Untuk faktor kelezatan, umumnya bisnis ayam goreng tepung ditentukan oleh kualitas daging ayam yang digunakan, racikan bumbu, dan kerenyahan tepungnya. Sebaiknya Anda menggunakan ayam potong yang segar dengan membeli langsung di tempat pemotongan ayam karena kualitasnya lebih terjamin. Bahkan di tempat tersebut juga bisa memilih ayam yang masih hidup.
Untuk racikan bumbunya, penjual ayam goreng tepung membuat sendiri atau mencampurnya dengan tepung bumbu siap pakai. Keuntungannya, selain biayanya lebih murah juga dapat menyesuaikan dengan selera pembeli. Untuk kemasan jualannya, biasanya ayam goreng tepung dijual per potong atau per bagain. Pelengkapnya adalah saus dalam bentuk sachet.
Kendala usaha
Selama ini yang menjadi resiko atau kendala dalam membuka usaha ayam goreng tepung adalah persaingan dan isu penggunaan ayam tiren (mati kemarin) maupun penggunaan formalin pada daging ayam. Persaingan semakin ketat karena semakin banyak usaha baik pribadi maupun waralaba yang menjual jenis makanan ini. Menjual ayam goreng tepung dengan kualitas daging yang terjaga dan racikan bumbu yang konsisten dapat menjadi senjata menghadapi persaingan yang ada. Isu ayam tiren dan penggunaan formalin pada pengawetan daging ayam dapat disiasati dengan memasang brosur cara mengenal daging ayam yang baik dan ciri daging ayam (bentuk, ukuran, dan rasa) yang telah digoreng tepung sehingga pembeli merasa lebih yakin dengan produk yang dijual.
Resep ayam goreng tepung
Bahan:
Satu ekor ayam broiler, potong 12 bagian, cuci bersih
Minyak goreng secukupnya
Tepung bumbu:
1 kg tepung terigu
1 sdm tepung bumbu siap pakai
2 sdm penyedap rasa
1 sdm garam
1 sdt baking powder
1 sdt merica bubuk
1 sdt ketumbar bubuk
Cabai kering bubuk secukupnya
Cara membuat
Rendam potongan ayam dalam air dingin, angkat dan tiriskan
Campurkan tepung terigu, tepung bumbu, penyedap rasa, garam, baking powder, merica, ketumbar, dan cabai kering. Aduk rata.
Lumuri potongan daging ayam menggunakan campuran tepung bumbu hingga seluruhnya tertutupi.
Panaskan minyak goreng dalam jumlah cukup banyak sehingga dapat merendam potongan ayam. Goreng potongan ayam yang telah dilumuri campuran tepung bumbu hingga berwarna keemasan. Angkat kemudian tiriskan.
Analias ekonominya
Asumsi
Masa pakai etalase sederhana 5 tahun
Masa pakai peralatan masak 4 tahun
Masa pakai peralatan lain-lain 2 tahun
Satu ekor ayam dipotong menjadi 12 bagian
Usaha dijalankan sendiri tanpa karyawa
a. Modal Awal
Etalase sederhana Rp 1.500.000,00
Peralatan masak (kompor gas, wajan, dan sutil) Rp 600.000,00
Peralatan lain-lain (baskom plastik, saringan minyak,
dan penjepit makanan) Rp 100.000,00+
Total investasi Rp 2.200.000,00
b. Biaya operasional/bulan
1. Biaya tetap
Penyusutan etalase sederhana 1/60 x Rp. 1.500.000 Rp 25.000,00
Penyusutan peralatan masak 1/48 x Rp. 600.000 Rp 12.500,00
Penyusutan perlatan lain-lain 1/24 x Rp. 100.000 Rp 4.200,00
Sewa tempat Rp 150.000,00+
Total biaya tetap Rp 191.700,00
2. Biaya variabel
Ayam (6 ekor x Rp 35.000/ekor x 30 hari) Rp 6.300.000,00
Tepung terigu dan bumbu (Rp 60.000/hari x 30 hari) Rp 1.800.000,00
Kantong kertas dan plastik pembungkus
(Rp 10.000/hari x 30 hari) Rp 300.000,00+
Total biaya variabel Rp 8.400.000,00
Total biaya operasional (Rp 191.700 + Rp 6.450.000 ) Rp 8.591.700,00
c. Omset per bulan
Penjualan ayam goreng tepung
(72 potong x Rp 6.000/ potong x 30 hari) Rp 12.960.000,00
d. Keuntungan per bulan
Keuntungan = Total Omset - Total biaya operasional
= Rp 12.960.000,00 - Rp 8.591.700,00
= Rp 4.368.300,00
e. Revenue Cost Ratio (R/C)
R/C = Total penerimaan:Total biaya operasional
= Rp 12.960.000,00 - Rp 8.591.700,00
= 1, 6
Diolah dari buku ‘40 peluang bisnis makanan dan minuman kaki lima modal 2-8 juta: Agromedia’
Subscribe to:
Posts (Atom)