Dibuka PELUANG WARALABA AYAM PENYET JOGJA-JOGJA. Pilihan bisnis Tepat Saat ini. Miliki Passive Income dari Usaha Anda sendiri. Anda memiliki Usaha Tanpa harus repot dengan pengelolaan yang ribet. Anda tinggal terima hasil setiap bulannya. INFO WARALABA : TELP/WA.0857.9928.1950
CARA MEMASAK AYAM PENYET SECARA UMUM
Sunday, December 19, 2010
Melirik Peluang Bisnis Kemitraan Terbaru, Ayam Bakar Jon Gil
Melirik Peluang Bisnis Kemitraan Terbaru, Ayam Bakar Jon Gil
Gerai kuliner ayam bakar Jon Gil dari Tangerang menyediakan paket kemitraan usaha dengan nilai investasi sebesar Rp 300 juta. Dalam kerjasama tersebut, manajemen akan dijalankan langsung oleh pusat. Sistem yang digunakan adalah sistem bagi hasil di mana 70% untuk mitra dan 30% untuk pusat.
Balik modal ditargetkan dalam jangka waktu 1 tahun. Setelah sukses merintis bisnis olahan ayam goreng tepung dengan brand Chicken Sogil, hal ini nampaknya tidak menyurutkan usaha seorang pengusaha dari Tangerang ini untuk terus berinovasi, Saat ini Ramadhan telah membawahi usaha baru yang masih tetap menggunakan olahan ayam melalui merek usaha Jon Gil.
Bisnis ayam bakar tersebut ia dirikan sejak bulan Juli 2015 kemarin. Setelah beroperasi selama 3 bulan. Ramadhan pun mulai menawarkan kemitraan usaha di bulan Oktober 2015 ini. Karena bisnis yang ia rintis ini baru beroperasi hanya dalam hitungan bulan, maka ia hanya baru mempunyai 1 gerai pribadi Jon Gil yang berada di Karawaci, Kota Tangerang.
Bila tertarik untuk bergabung menjadi mitra, ia menawarkan paket investasi atau paket restoran dengan nilai investasi sebesar Rp 300 juta. Dengan nilai investasi tersebut, Mitra akan memperoleh fasilitas berupa peralatan memasak, kursi, meja, peralatan makan, pembangunan desain tempat usaha, dan bahan baku awal untuk 1 hari berjualan serta pelatihan karyawan.
Peluang Bisnis
Jalinan kerjasama usaha ini berlaku untuk jangka 5 tahun dan pengusaha tidak akan dikenai biaya kerjasama untuk memperpanjang kerjasama. Ramadhan juga tidak mengutip biaya royalty setiap bulannya. Mitra cukup membeli bahan baku yang disediakan oleh pusat yakni bumbu dan ayam. Namun sistem manajemen tetap dijalankan langsung oleh pusat.
Mitra selaku investor hanya perlu menyiapkan biaya investasi dan tempat. Selanjutnya laba bersih akan menggunakan sistem bagi hasil yakni 70% untuk mitra dan sisanya 30% untuk pusat. Ramadhan mengatakan bahwa keunggulan ayam bakar Jon Gil ini terletak pada sambal ayam bakar oven atau sambal Joni atau yang populer disebut dengan chicken rottiserie atau ayam panggang yang dimasak tanpa minyak dan arang dengan panggangan berputar.
Target Ramadhan adalah 1 gerai dapat meraup omzet sebesar Rp 7 juta setiap harinya sehingga dalam satu bulan dapat terkumpul omzet sebesar Rp 200 juta. Jika omzet ini dikurangi dengan biaya sewa tempat, biaya bahan baku, gaaji pegawai, dan biaya operasional, maka laba bersihnya diprediksi mencapai 20% setiap bulannya.
Tempat usaha yang dianjurkan memiliki luas minima 4 m x 6 m dengan minimal pegawai berjumlah 4 ornag. Ia menargetkan dapat menarik sekitar 12 mitra setiap tahunnya. Seorang pengamat bisnis bernama Erwin Halim beranggapan bahwa berdasar jeda waktu gerai pusat didirikan dan mulai menawarkan peluang kemitraan hanya dalam 3 bulan sebenarnya terlalu cepat sehingga cukup sulit membuktikan target omzet dan target balik modal yang dijanjikan oleh pusat.
Pusat belanja di Batam memperlihatkan tingkat hunian sebesar 89,64% dari luas total 292.630 m persegi. Tingkat sewa rata – rata berada di level Rp 488.538,- per m persegi per bulan. Tarif sewa hotel di Batam rata – rata Rp 2,9 juta per malam
Friday, December 10, 2010
PELUANG USAHA AYAM GORENG KREMES
Peluang usaha ayam goreng kremes memang bukan hal yang baru. Namun saat ini mulai bermunculan usaha ayam goreng kremes di pinggiran jalan atau kaki lima, bahkan sudah ada yang memulai usaha waralaba ayam goreng kremes. Hal ini memudahkan bagi anda yang tidak terlalu berani mengambil resiko karena suplai dan pelatihan usaha pe- waralaba yang mengurus sehingga tidak perlu ada trial and erorr. Namun bagi anda yang berani mengambil resiko usaha sendiri adalah pilihannya.
Masakan ayam goreng kremes tentu bukan suatu makanan yang asing bagi anda. Rasanya yang gurih dan kriuk kremesnya yang krunci, tentu akan membuat lidah anda bergoyang. Apalagi bila anda menikmati ayam kremes bersama dengan keluarga, teman, atau dengan pasangan anda. Pasti akan menjadi sebuah kenikmatan tersendiri.
Enak atau tidaknya masakan ayam kremes yang anda buat tidak terlepas dari komposisi bahan-bahan serta bumbu yang digunakan. Bahkan sebagian orang masih mengira membuat ayam kremes itu sulit. Kesulitan tersebut lebih pada saat membuat kremesan. Karena ternyata memang membutuhkan teknik tersendiri untuk memasaknya. Yaitu dengan membuat ”bubur kanji atau bubur tepung tapioka” terlebih dahulu.
Bahan Baku Ayam goreng Kremes
Bahan baku utama yang di butuhkan adalah ayam. Ayam yang di pakai bisa dalam 2 ukuran, Yaitu ayam Whole bersih ( tanpa leher) ukuran besar 1.2kg/ekor atau yang hanya 0.6-0.8kg/ekor. untuk ayam ukuran 1.2kg/ekor bisa di bagi menjadi 9 bagian sedangkan yang ukuran 0.6-0.8kg/ekor hanya bisa di bagi 4.
Modal Awal Usaha Ayam Goreng Kremes.
Modal utama adalah peralatan masak, gerobak atau display tempat memajang dan tempat usaha bisa di depan rumah atau di pinggir jalan yang ramai. Selain modal di atas adalah modal untuk pembelian bahan baku seperti ayam. Bila anda yang mengambil waralaba yang perlu anda pikirkan adalah tempat usaha yang strategis, selebihnya perusahaan yang mengatur.
Cara Membuat Ayam Goreng Kremes
Bahan utama:
*Ayam 1 ekor ukuran 1.2kg.
Potong menjadi 9 bagian , 2 bagian paha bawah, 2 bagian paha atas, 2 bagian sayap (harus memiliki daging dari bagian dada), 2 bagian dada samping dan 1 bagian dada mentok
*Air 300 ml
*Minyak goreng secukupnya
Bahan Kremes:
Kaldu ayam 300 ml
Tepung Sagu/Tapioka 50 gram
Telur 1 butir
Air secukupnya
Bumbu :
Bawang Putih 5 siung
Jahe 1 ruas jari
Kunyit 1 ruas jari
Penyedap rasa (MSG) 1 sendok teh(jika suka)
Kaldu Ayam 1 bungkus kecil
Ketumbar 1 sendok the
Kemiri 4 buah
Cara memasak Ayam Kremes:
Cuci daging ayam yang masih utuh dan dipotong hingga tidak ada sisa darah yang menempel di daging, usahakan jantung dan paru paru ayam di buang agar ayam tidak cepat bau, masukkan air dan bumbu yang sudah di haluskan ke dalam panci, rebus ayam kurang lebih 2,5 jam agar ayam lebih empuk dan bumbu lebih meresap ke dalam daging ayam (tidak hanya asin luarnya saja).
Setelah Ayam selesai di rebus tiriskan sebentar untuk mengeringkan badan ayam.
Saring kuah atau kaldu ayam, buang ampasnya. Dinginkan kaldunya.
Setelah kuah kaldu ayam dingin, siapkan adonan kremes.
Caranya:
Campur tepung tapioka dan telur hingga merata
Tambahkan sedikit air agar tidak terlalu pekat
Siapkan wajan
Masukkan adonan tepung tapioka kedalam wajan dengan perlahan-lahan ditambah kaldu ayam
Aduk hingga adonan menjadi seperti bubur (jangan terlalu pekat/encer)
Panaskan minyak secukupnya. Masukkan ayam ke dalam wajan, goreng hingga sedikit menguning. Kemudian masukkan bubur tepung tapioca (kanji) dengan sendok di atas ayam yang sedang digoreng (ayam jangan terlalu kering, agar bubur tapioka lebih lekat dengan ayam). Balik secara bergantian. Jika sudah kuning kecoklatan, angkat dan tiriskan.
Saring minyak bekas menggoreng ayam, lalu di panaskan lagi. Goreng sisa bubur tepung (untuk membuat kremesan) dengan cara sendokkan sedikit demi sedikit di atas api kecil. Setelah kecoklatan, angkat dan tiriskan.
Ayam goreng Kremes siap dijual, gunakan kemasan yang menarik dan berikan nama bagi ayam goreng kremes anda. Selamat memulai usaha kecil ayam goreng kremes.
Saturday, December 4, 2010
Cara Memulai Usaha Ayam Goreng
Pertumbuhan bisnis makanan dan minuman di berbagai daerah memang tak bisa dipandang sebelah mata. Tingginya minat pasar dan besarnya keuntungan yang dijanjikan, membuat sebagian masyarakat mulai tertarik untuk menekuni bisnis makanan dan minuman sebagai peluang usaha yang cukup potensial. Tidaklah heran bila kini berbagai macam menu makanan serta minuman kreatif mulai disajikan pelaku usaha untuk memanjakan lidah para konsumennya.
Saat ini tidak hanya restoran-restoran besar saja yang mulai bermunculan untuk mengusai pasar di bisnis food and beverage. Para pedagang tenda kaki lima pun tidak mau kalah bersaing, sehingga tak jarang kita menemui berbagai macam makanan dan minuman menarik yang sengaja dijajakan para pedagang di sepanjang jalan raya yang ramai dilalui warga. Biasanya para pelaku bisnis kuliner di Indonesia menjajakan aneka jenis makanan ringan (camilan), aneka macam kue, masakan tradisional maupun internasional, sampai beragam variasi minuman dingin ataupun panas yang diangkat sebagai produk unggulan untuk mendapatkan untung besar setiap bulannya.
Nah, bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis makanan dan minuman yang peluangnya semakin mantap. Pada pekan ini sengaja kami informasikan salah satu peluang bisnis makanan yang memiliki banyak penggemar, yaitu menu ayam goreng tulang lunak.
Konsumen
Berbagai masakan dan makanan hasil olahan ayam menjadi kegemaran hampir semua orang. Selain ayam goreng kentucky dan ayam bakar, saat ini olahan ayam goreng tulang lunak menjadi salah satu menu baru yang banyak diminati konsumen. Wajar adanya bila menu ini digemari banyak pelanggan, sebab tidak hanya tekstur dagingnya saja yang terasa lembut namun tulang ayamnya juga bisa dimakan karena lunak dan empuk.
Info Bisnis
Pada awalnya masyarakat hanya mengenal bisnis bandeng presto yang memiliki keunggulan duri lunak. Namun kini dengan bantuan mesin pengolah pangan yang semakin inovatif, tulang ayam yang dulunya cukup keras bisa diolah menjadi lebih lunak setelah dimasak dengan bantuan panci presto.
Sebelum memulai peluang bisnis ayam tulang lunak untungnya tidak kalah enak, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda persiapkan.
1. Langkah pertama yang perlu Anda siapkan yaitu memilih lokasi usaha yang strategis. Anda bisa menyewa tempat di sekitar pusat keramaian, misalnya saja dekat dengan perkantoran, kampus, sekolah, mall, di kios-kios kantin, atau bisa juga membuka tenda di pinggir jalan raya.
2. Persiapkan peralatan dan perlengkapan usaha yang Anda butuhkan. Mulai dari perabot masak, gerobak atau etalase, peralatan makan, sampai meja dan kursi untuk para konsumen.
3. Ciptakan menu baru sebagai produk andalan Anda. Misalnya saja menawarkan ayam goreng kremes tulang lunak. Jadi selain tulang ayamnya yang lunak, konsumen juga dimanjakan dengan tepung kremes yang Anda sajikan.
4. Tentukan harga yang sesuai dengan target pasar Anda. Bila Anda membuka bisnis makanan di kantin atau di pusat keramaian, Anda bisa menawarkan harga mulai dari Rp 10.000,00-Rp 20.000,00/porsi. Namun, bila Anda menjajakannya di warung tenda kaki lima maka patokan harga bisa Anda turunkan maksimal Rp 15.000,00 per porsi.
Resep ayam tulang lunak
Asumsi : resep untuk 6 orang
Bahan:
- 1 ekor ayam
- 50 gram gula jawa (disisir halus)
- 1 sdm air asam jawa (kental)
- 2,5 liter air kelapa
- 5 lembar daun salam
- 4 cm lengkuas, (memarkan)
- Minyak goreng
Bahan Bumbu :
- 6 siung bawang putih
- 5 butir kemiri
- 2 sdt garam
Cara membuat:
1. Potong ayam menjadi 2 bagian atau belah membujur dadanya dan tekan hingga terbuka lebar. Lumuri bumbu halus hingga rata .
2. Taruh ayam dalam panci presto. Tuangi 1 liter air kelapa, beri gula, air asam, daun salam, dan lengkuas.
3. Bila sudah siap, tutup panci presto, kunci dan keraskan tutupnya sampai rapat. Masak di atas api besar hingga tulang ayam benar-benar lunak.
4. Dinginkan panci, buka tutupnya, tiriskan ayam.
5. Selanjutnya goreng ayam dalam minyak panas dan banyak hingga dagingnya berubah warna menjadi kuning kecokelatan dan kering.
6. Ayam tulang lunak siap dihidangkan dengan nasi putih, sayur lalapan, dan sambal.
Kelebihan Bisnisayam goreng
Sampai hari ini bisnis ayam goreng presto masih belum banyak dijalankan masyarakat, sehingga persaingan pasar antar sesama pedagang belum begitu ketat. Meskipun begitu, Anda tidak boleh lengah dengan peluang yang masih terbuka lebar. Sebaiknya optimalkan bisnis Anda dan ciptakan menu baru yang menjadi ciri khas bagi bisnis tersebut. Dengan menawarkan keunikan rasa dan tekstur tulang ayam yang lunak kepada para konsumen, diharapkan bisnis makanan yang Anda jalankan semakin mudah dikenali masyarakat umum dan berhasil menarik perhatian para pelanggan.
Disamping pesaingnya yang masih belum begitu banyak, menu olahan ayam telah mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Sehingga semua lapisan masyarakat menyukai menu olahan ayam dan menjadikannya sebagai salah satu lauk favorit dalam segala suasana. Hal ini tentunya memberikan keuntungan tersendiri bagi para pelaku usaha, sebab peluangnya masih terbuka lebar dan minat konsumennya pun masih sangat besar.
Kekurangan Bisnis
Selain menawarkan keuntungan yang cukup besar, ada beberapa kendala yang sering menghambat para pelaku usaha untuk menjalankan bisnis ayam goreng tulang lunak. Salah satunya yaitu harga beli panci presto yang cukup mahal, sehingga tidak semua pelaku usaha bisa membeli peralatan tersebut untuk menghasilkan menu ayam tulang lunak yang cita rasanya lezat. Kendala berikutnya yaitu harga bahan baku yang sering naik turun. Selama ini harga daging ayam di pasaran belum bisa stabil, terkadang harganya bisa naik hingga 50% dan tak jarang pula bisa turun sedikit lebih murah. Hal ini tentunya cukup merepotkan para pelaku usaha, sebab mereka harus pintar-pintar mengatur keuangan agar bisnisnya tidak merugi dan konsumen tidak berpaling ke pedagang lain.
Strategi Pemasaran
Untuk membantu pemasaran produk ayam tulang lunak yang Anda produksi, pertama-tama berikan nilai lebih pada cita rasa makanan yang Anda buat. Pastikan bumbunya meresap ke dalam daging dan tulangnya benar-benar empuk, sehingga konsumen tidak perlu ragu lagi untuk kembali menikmati menu andalan di warung Anda. Strategi pemasaran lainnya yang bisa Anda terapkan yaitu memberikan merek unik dan menggambarkan cita rasa kelezatan menu yang ditawarkan. Cantumkan merek tersebut pada banner atau spanduk yang ada di depan lokasi usaha, agar konsumen tertarik mampir menikmati cita rasa ayam tulang lunak yang Anda sajikan.
Guna mendukung promosi produk, Anda juga bisa membuat pamflet, brosur, maupun poster dan membagikannya di sekitar lokasi usaha. Untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, Anda juga bisa memanfaatkan situs jejaring sosial untuk menyebar luaskan promosi produk ke para saudara, rekan-rekan Anda maupun masyarakat umum yang memanfaatkan situs-situs tersebut. Semakin banyak informasi yang Anda sebarkan, maka semakin besar pula peluang pasar yang Anda ciptakan untuk memperluas pemasaran bisnis ayam tulang lunak.
Kunci sukses
Menjaga cita rasa produk menjadi tugas utama Anda dalam menjalankan bisnis makanan dan minuman. Karena itulah, tingkatkan pengetahuan dan kemampuan Anda dalam memasak ayam goreng presto dan ciptakan kreasi menu baru lainnya yang bisa mendukung popularitas bisnis Anda. Contohnya saja mulai menambahkan menu baru seperti ayam bakar tulang lunak, ayam goreng crispy tulang lunak, menciptakan aneka jenis sambal dengan cita rasa nendang, dan masih banyak lagi strategi sukses lainnya.
Analisa Ekonomi
Modal awal
Sewa tempat usaha per tahun Rp 15.000.000,00
Etalase Rp 1.500.000,00
Panci presto 20 liter Rp 3.500.000,00
Peralatan masak (kompor, wajan, dll) Rp 1.000.000,00
5 Meja dan 25 kursi Rp 7.500,000,00
Peralatan makan (piring, gelas, sesndok, dll) Rp 1.000.000,00 +
Total Rp 29.500.000,00
Penyusutan Peralatan
Etalase : 1/60 bln x Rp 1.500.000,00 Rp 25.000,00/bln
Panci presto : 1/36 bln x Rp 3.500.000,00 Rp 97.200,00/bln
Meja dan kursi : 1/60 bln x Rp 7.500.000,00 Rp 125.000,00/bln
Peralatan masak dan makan :
1/36 bln x Rp 2.000.000,00 Rp 55.600,00/bln +
Total Rp 302.800,00/bln
Biaya operasional per bulan
Belanja bahan harian :
Ayam: Rp 25.000,00 x 10 kg Rp 250.000,00
Beras : Rp 7.500,00 x 10 kg Rp 75.000,00
Sayur lalapan Rp 20.000,00
Sambal dan bumbu Rp 50.000,00
Kemasan kardus, plastik, dll Rp 10.000,00 +
Total belanja per hari Rp 405.000,00
Biaya belanja per bulan :
Rp 405.000,00 x 26 hari = Rp 10.530.000,00
Gas elpiji 3 kg (@ Rp 17.500,00 x 10 buah) Rp 175.000,00
Biaya sewa tempat per bulan :
Rp 15.000.000,00/ 12 bulan = Rp 1.250.000,00
Gaji karyawan @ Rp 750.000,00 x 2 orang Rp 1.500.000,00
Biaya listrik Rp 150.000,00
Biaya transport @ Rp 10.000,00 x 26 hari Rp 260.000,00
Biaya promosi Rp 350.000,00
Biaya penyusutan alat Rp 302.800,00 +
Total Rp 14.517.800,00
Omset per bulan
Penjualan per hari rata-rata 75 porsi
dengan harga jual Rp 10.000,00
= Rp 10.000,00 x 75 porsi x 26 hari = Rp 19.500.000,00
Laba bersih per bulan
Rp 19.500.000,00 - Rp 14.517.800,00 Rp 4.982.200,00
ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan) = ± 6 bulan
Demikian artikel yang dirilis bisnis ukm. semoga bermanfaat bagi pembaca warta-usaha sekalian
Thursday, November 18, 2010
Peluang Bisnis Kuliner Rumahan Menjanjikan
Peluang Bisnis Kuliner Rumahan Menjanjikan — Kuliner atau makanan adalah salah satu kebutuhan manusia yang paling dasar. Tak heran jika peluang bisnis makanan kemudian menjadi bisnis yang tidak pernah ada matinya. Berbagai restorant kini menjamur di berbagai kota, menu makanan pun semakin variatif memunculkan inovasi baru dalam jenis dan rasa makanan yang khas.
Ada banyak para pengusaha muda yang kemudian sukses dalam menjalankan usaha kuliner. Contohnya adalah Made Ngurah Bagiana, seorang laki – laki yang hanya lulusan STM namun sukses dengan bisnis kuliner Edam Burger yang kini memiliki lebih dari 2000 outlet dan tersebar di berbagai kota di Indonesia. Bukan hanya Made Ngurah Bagiana, pengusaha sukses yang memulai usahanya dari usaha makanan adalah Rangga Umara, sang pemiliki RM Pecel Lele Lela. Siapa sangka makanan pecel lele yang sudah akrab di kalangan masyarakat khususnya kalangan bawah mampu di sulap menjadi usaha yang kemudian sukses di franchise- kan.
Anda pun bisa mencoba untuk mencari peruntungan d dengan menjalakan peluang usaha kuliner, dengan pengelolaan yang tepat, Insya Allah kesuksesan menanti anda. Jika anda memang berminat untuk membuka usaha kuliner, mungkin ada baiknya anda membaca referensi usaha yang akan kami bahas tuntas di bawah ini.
1.Usaha Kuliner Rumah Makan
Jika anda memiliki modal besar serta memiliki kemampuan memasak, cobalah membuka rumah makan. Anda bisa membuka rumah makan dengan memilih satu jenis menu beserta variasinya atau membuka rumah makan yang membuka berbagai jenis masakan mulai dari rendang hingga gorengan. Rumah makan yang membuka satu jenis menu adalah RM Pecel Lele Lela, rumah makan ini menyediakan masakan olahan dari ikan lele. Sementara untuk RM jenis kedua adalah rumah makan yang menyediakan berbagai keperluan yang fokusnya adalah melayani mereka para pekerja sebagai penambal perut yang lapar.
Peluang yang paling bagus yang sangat memungkinkan untuk di kembangkan adalah Rumah Makan jenis pertama yang mengolah makanan dari satu bahan pokok. Usaha kuliner ini bahkan sangat berpotensi untuk di buat sistem franchise dan waralaba. Pertumbuhan usaha akan menghasilkan peluang keuntungan hingga ratusan bahkan milliaran rupiah tergantung berapa outlet yang bisa anda buka.
2.Usaha Cathering
Usaha catering sebenarnya sudah sangat umum dan telah banyak di jalankan oleh banyak orang namun prospeknya masih cerah hingga kini mengingat pertumbuhan penduduk yang semakin bertambah serta gaya hidup yang serba sibuk dan menginginkan hal instan sehingga banyak dari masyarakat yang lebih memilih untuk menggunakan jasa catering dibandingkan memasak sendiri.
Usaha ini bisa dijalankan secara bertahap dengan modal seadanya. Karena anda bisa meminta uang muka pesanan makanan yang bisa anda jadikan modal awal. Untuk sementara anda juga bisa menggunakan peralatan serta tempat yang sudah ada agar dapat menghemat biaya. Berita baiknya, saat anda telah menerima pesanan maka anda di jamin untung. Dan usaha ini biasanya minim resiko asalkan tidak terjadi pembatalan order padahal makanan telah jadi. Bisnis ini dapat dijadikan sebagai usaha utama dan juga usaha sampingan untuk menambah penghasilan diluar kerja utama anda.
3.Usaha Makanan Ringan
Makanan ringan adalah segala jenis makanan di luar makanan pokok Keripik, rempeyek, dan cemilan lainnya adalah contoh makanan ringan yang banyak di sukai oleh masyarakat dari anak kecil hingga lansia. Makanan ringan sangat pas disajikan untuk menemani saat menonton bola, menonton tv atau moment lainnya.
Peluang usaha makanan nyatanya meskipun ringan namun untungnya terhitung besar. Di Bantul, Yogyakarta, ada seorang Ibu rumah tangga yang awal mulanya adalah seorang buruh kemudian sukses menjadi seorang pengusaha makanan ringan rempeyek yang emzet bulanannya mencapai Rp. 300 juta / bulan. Sangat menggiurkan tentunya. Anda pun bisa menjalankan usaha ini dengan mencari ide usaha yang kiranya pas untuk anda. Jangan takut mencoba kemudian anda promosikan kepada tetangga anda, atau teman kerja anda kemudian mintalah koreksi untuk masakan anda hingga anda menemukan makanan yang kiranya tepat dan pantas di pasarkan.
Selain 3 jenis usaha di atas, anda juga bisa membuka usaha kuliner khusus pengadaan bumbu jadi. Usaha ini kian melambung sekali lagi karena gaya hidup yang ingin instan. Apakah anda tertarik untuk menjajaki usaha ini? yang terpenting anda harus yakin dan fokus, serta berdoa, insya Allah dengan usaha keras, dan di sertai dengan do’a, maka keberkahan akan menyertai anda juga.
Semoga saja artikel ini dapat membantu anda dalam mencari ide bisnis yang tepat untuk anda. Terima kasih atas kunjungan anda dan salam sukses. Selamat Berwirausaha…
Friday, November 5, 2010
8 Restoran Seafood Favorit di Jakarta
8 Restoran Seafood Favorit di Jakarta
Seafood harganya memang cenderung mahal, tetapi karena rasanya yang lezat banyak orang yang menyukai hidangan hewan laut ini. Di Jakarta terdapat banyak restoran seafood yang tersebar di berbagai tempat. Untuk OpenRicers yang lagi ngidam makan seafood, bisa coba ke beberapa restoran ini :
PANGKEP 33
Restoran yang memiliki beberapa cabang di Jakarta, merupakan restoran seafood khas Makassar. Disini kita dapat memilih berbagai jenis hidangan seperti ikan bakar, cumi goreng, udang goreng tepung dan masih banyak lagi menu lainnya yang memiliki citarasa yang lezat. Selain kenikmatan hidangannya, anda jangan lupa mencoba sambal cobek yang dapat menggoyang lidah anda.
BANDAR DJAKARTA
Restoran yang terletak di pinggir pantai ini menyediakan berbagai seafood yang masih segar dan lezat. Disini seafood yang disajikan dapat OpenRicers pilih langsung dari akuarium jadi kesegarannya terjamin. Lokasinya yang terletak di pinggir pantai membuat OpenRicers dapat mendengarkan hembusan angin serta deburan ombak yang dapat menenangkan hati.
JUN NJAN
Jun Njan adalah restoran seafood yang sudah ada di berbagai pusat perbelanjaan di Jakarta. Restoran keluarga yang sudah diwariskan selama 3 generasi ini memiliki rasa yang sangat unik dan pas dengan lidah orang Indonesia. Salah satu hidangan rekomendasi di tempat ini adalah sup asparagus telur kepiting yang segar, gurih, asin, dan sedikit rasa asam yang sangat lezat.
WIRO SABLENG 212
Restoran yang terletak di Kelapa Gading ini memiliki berbagai hidangan laut seperti ikan, kepiting, cumi, udang, dan kerang. Hidangan laut yang lezat ini bisa dinikmati dengan berbagai bumbu seperti saus tiram, saus padang, lada hitam, atau direbus seperti biasa. Rasanya sangat lezat dan menggugah selera serta memiliki porsi yang cukup besar.
PULAU DUA
Pulau Dua menawarkan suasana makan yang unik dan berbeda dengan tempat lain di Jakarta. Pulau Dua yang memiliki banyak gubuk untuk bersantai ini dapat membawa pengunjungnya merasakan suasana pulau tropis sambil menyantap berbagai hidangan laut yang lezat.
BAGAN SEAFOOD
Restoran yang terletak di Kalimalang ini menyediakan berbagai hidangan laut yang cukup murah. Hidangan di Bagan Seafood ini bisa didapatkan mulai dari Rp 9.000 - Rp 50.000. Terdapat berbagai hidangan laut seperti ikan, kepiting, udang, dan lainnya dengan bumbu yang sangat lezat dan menggoda.
FISH & CO
Apabila selama ini OpenRicers makan seafood dengan piring, Fish & Co menyajikan hidangannya menggunakan pan atau panci yang digunakan untuk memasak. Seafood yang disajikan juga masih segar sehingga terasa sangat lezat.
PISCATOR
Piscator menyediakan seafood yang memiliki sistem All You Can Eat. Jadi OpenRicers dapat menyantap hidangan laut yang lezat ini sepuasnya. Ruangan Piscator dirancang seperti suatu kapal, jadi para pengunjung yang datang kesini menjadi merasa dimanjakan oleh nelayan.
Seafood harganya memang cenderung mahal, tetapi karena rasanya yang lezat banyak orang yang menyukai hidangan hewan laut ini. Di Jakarta terdapat banyak restoran seafood yang tersebar di berbagai tempat. Untuk OpenRicers yang lagi ngidam makan seafood, bisa coba ke beberapa restoran ini :
PANGKEP 33
Restoran yang memiliki beberapa cabang di Jakarta, merupakan restoran seafood khas Makassar. Disini kita dapat memilih berbagai jenis hidangan seperti ikan bakar, cumi goreng, udang goreng tepung dan masih banyak lagi menu lainnya yang memiliki citarasa yang lezat. Selain kenikmatan hidangannya, anda jangan lupa mencoba sambal cobek yang dapat menggoyang lidah anda.
BANDAR DJAKARTA
Restoran yang terletak di pinggir pantai ini menyediakan berbagai seafood yang masih segar dan lezat. Disini seafood yang disajikan dapat OpenRicers pilih langsung dari akuarium jadi kesegarannya terjamin. Lokasinya yang terletak di pinggir pantai membuat OpenRicers dapat mendengarkan hembusan angin serta deburan ombak yang dapat menenangkan hati.
JUN NJAN
Jun Njan adalah restoran seafood yang sudah ada di berbagai pusat perbelanjaan di Jakarta. Restoran keluarga yang sudah diwariskan selama 3 generasi ini memiliki rasa yang sangat unik dan pas dengan lidah orang Indonesia. Salah satu hidangan rekomendasi di tempat ini adalah sup asparagus telur kepiting yang segar, gurih, asin, dan sedikit rasa asam yang sangat lezat.
WIRO SABLENG 212
Restoran yang terletak di Kelapa Gading ini memiliki berbagai hidangan laut seperti ikan, kepiting, cumi, udang, dan kerang. Hidangan laut yang lezat ini bisa dinikmati dengan berbagai bumbu seperti saus tiram, saus padang, lada hitam, atau direbus seperti biasa. Rasanya sangat lezat dan menggugah selera serta memiliki porsi yang cukup besar.
PULAU DUA
Pulau Dua menawarkan suasana makan yang unik dan berbeda dengan tempat lain di Jakarta. Pulau Dua yang memiliki banyak gubuk untuk bersantai ini dapat membawa pengunjungnya merasakan suasana pulau tropis sambil menyantap berbagai hidangan laut yang lezat.
BAGAN SEAFOOD
Restoran yang terletak di Kalimalang ini menyediakan berbagai hidangan laut yang cukup murah. Hidangan di Bagan Seafood ini bisa didapatkan mulai dari Rp 9.000 - Rp 50.000. Terdapat berbagai hidangan laut seperti ikan, kepiting, udang, dan lainnya dengan bumbu yang sangat lezat dan menggoda.
FISH & CO
Apabila selama ini OpenRicers makan seafood dengan piring, Fish & Co menyajikan hidangannya menggunakan pan atau panci yang digunakan untuk memasak. Seafood yang disajikan juga masih segar sehingga terasa sangat lezat.
PISCATOR
Piscator menyediakan seafood yang memiliki sistem All You Can Eat. Jadi OpenRicers dapat menyantap hidangan laut yang lezat ini sepuasnya. Ruangan Piscator dirancang seperti suatu kapal, jadi para pengunjung yang datang kesini menjadi merasa dimanjakan oleh nelayan.
Thursday, November 4, 2010
Ayam Bakar Mas Mono, Kesuksesan Memang Milik Orang yang Berusaha
Mungkin tak banyak orang yang sabar merintis usaha untuk mencapai kesuksesan. Padahal sukses tersebut tidak bisa diperoleh secara instan. Kita perlu meluangkan waktu, dedikasi dan kesabaran untuk mencapai sukses yang sesungguhnya. Roda kehidupan tentu berputar dari waktu ke waktu. Namun meski roda kehidupan berputar, kesuksesan tetaplah menjadi milik orang-orang yang mau berusaha. Filofosi inilah yang kiranya mendasari Agus Pramono, sang pemilik Ayam Bakar Mas Mono.
Kisah Awal Berdirinya Ayam Bakar Mas Mono
Mas Mono tadinya hanyalah seorang pria biasa. Dengan mengandalkan ijazah SMA, mas Mono memberanikan diri untuk merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan pada tahun 1994. Kala itu mas Mono melakoni profesi sebagai juru masak di sebuah restoran cepat saji di ibukota. Tak betah berlama-lama bekerja dengan orang lain, mas Mono akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya pada tahun 1997.
Setelah memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai juru masak, mas Mono lantas mulai membuka usaha catering secara mandiri. Saat itu kebetulan sekali banyak perusahaan properti yang sedang gencar memasarkan kompleks perumahan baru. Hal tersebut membuat perusahaan properti kerap menjalin kerjasama dengan bisnis catering untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Namun rupanya keberhasilan bisnis catering tersebut tidak bertahan lama. Krisis ekonomi di tahun 1998 memaksa mas Mono untuk menutup bisnis cateringnya.
Tak lantas menyerah, mas Mono mulai kesulitan ekonomi dan mencari pekerjaan sampingan dengan mengirimkan puisi dan tulisannya ke berbagai media cetak. Akhirnya setelah mengirim banyak lamaran kerja di perusahaan, mas Mono lantas diterima menjadi office boy di suatu perusahaan. Disela-sela pekerjaannya sebagai office boy, mas Mono juga sering melakukan pekerjaan sampingan berupa jasa pengetikan skripsi bagi mahasiswa. Berbagai pekerjaan ia tekuni demi mengumpulkan uang dan membangun hidup yang lebih baik. Bahkan mas Mono juga sempat berjualan pisang coklat dengan menggunakan gerobak. Ia menjajakan dagangannya dari satu sekolah ke sekolah lain.
Pada awal tahun 2000, insting bisnis mas Mono mulai terpanggil ketika melihat sebuah lahan kosong di dengan Universitas Sahid. Mas Mono dan sang istri, Nunung kemudian mulai membuka #bisnis kuliner warung ayam bakar kecil-kecilan di lahan kosong tersebut. Mas Mono pun masih ingat di hari pertama warung ayam bakarnya, ia membawa 5 ekor ayam yang dijadikan 20 potong. Meskipun hanya laku 12 potong di hari pertama usahanya, mas Mono dan sang istri merasa senang dengan pencapaian dan usaha mandiri tersebut.
Lambat laun kesabaran dan ketekunan mas Mono mulai membuahkan hasil. Warung kecilnya yang tadinya hanya membutuhkan 5 ekor ayam mulai berkembang hingga membutuhkan 80 ekor ayam setiap hari. Pegawainya pun bertambah dari 1 orang menjadi 8 orang. Dengan kesuksesan awal tersebut, mas Mono berusaha untuk menjaga konsistensi rasa dan pelayanan dengan menetapkan SOP sederhana, misalnya seragam pegawai, kebersihan rambut, kuku dan penampilan para pegawainya.
Bisnis Ayam Bakar Mas Mono Berkembang Pesat
Warung Ayam Bakar Mas Mono yang sederhana namun berkembang pesat tersebut mulai digemari oleh banyak pelanggan, salah satunya adalah presenter acara TV “Dunia Lain”. Presenter tersebut lantas menawarkan mas Mono untuk mengajukan kerjasama catering dengan pihak stasiun TV. Akhirnya proyek kerjasama catering dengan pihak stasiun TV tersebut berhasil dan mendatangkan banyak keuntungan bagi mas Mono.
Saturday, October 23, 2010
Resep Kepiting Saus Tiram, Masakan Seafood Paling Enak
Resep Kepiting Saus Tiram, Masakan Seafood Paling Enak
Resep Kepiting Saus Tiram - Berbicara tentang kepiting, apakah anda suka Kepiting? Makanan yang berbahan utama Kepiting ini biasanya dimasak saus tiram, lada hitam, dan asam manis. Meskipun daging Kepiting tidak se banyak daging ayam ataupun sapi namun bagi para pecinta Kepiting tak akan mempermasalahkan seberapa besar isi dagingnya.
Kepiting memang bukan salah satu makanan yang disajikan setiap hari di rumah santapan nikmat, namun tak ada salahnya anda mencoba Resep Kepiting yang lezat. Mencoba masakan Kepiting dengan tangan sendiri pasti lebih puas karena porsi dan bumbu yang di inginkan sesuai selera hingga dapat mendapatkan cita rasa yang disukai lidah kita. Masak Kepiting sendiri juga lebih menguntungkan karena dijamin lebih ekonomis dari pada kita makan di resto seafod.
So rasa masakan Kepiting apalagi Kepiting Saus Tiram dapat memberikan rasa yang luar biasa dan sensasi saat memakannya berbeda dengan makan masakan seafod lainnya. Rasa manis, asam, pedas nya dari Kepiting Saus Tiram menjadi santapan yang wajib bagi para pencinta seafod.
Tips pertama yang harus kita perhatikan adalah pemilihan Kepiting saat kita akan membelinya. Pilihlah Kepiting yang masih segar dan sehat. Kepiting yang sehat terlihat sangat lincah saat bergerak. Saat kita membeli Kepiting, lebih baik bilang kepedagangnya untuk melepaskan tali yang mengikat Kepiting tersebut agar terlihat bagaimana kondisinya masih hidup apa sudah mati , barulah kita beli.
Oke bagi para pecinta seafod terutama yang menyukai Kepiting, kali ini saya akan berbagi Resep Kepiting Saus Tiram yang nikmat, lezat dan gak pake ribet. Langsung saja mari kita simak dengan seksama Resep Kepiting Saus Tiram nikmat dan lezat yang akan kita coba.
Resep Kepiting Saus Tiram
Kepiting Saus Tiram
Bahan Kepiting Saus Tiram :
6 ekor kepiting segar
5 sdm saus tomat
4 sdm saus tiram
3 sdm saus sambal botolan
2 sdm cabai merah yang sudah digiling (tidak juga gak apa-apa)
Merica bubuk secukupnya
Air secukupnya
Gula pasir secukupnya
Garam dan penyedap secukupnya
Minyak Goreng secukupnya
Bumbu Halus Kepiting Saus Tiram :
5 biji cabai rawit merah (tumis layu)
5 biji bawang merah (tumis)
3 siung bawang putih (tumis)
2 cm jahe (haluskan)
Cara Membuat Kepiting Saus Tiram :
- Rebus Kepiting sampai matang, lalu belah Kepiting menjadi 2 bagian
- Panaskan wajan yang berisi minyak goreng, kemudian masukkan semua bumbu halus di tumis sampai harum
- Tambahkan saos tiram, saos tobat, cabai merah giling dan sisa bahan lainnya aduk hingga merata
- Masukkan Kepiting rebus, aduk-aduk hingga merata, dan masak sampai kuahnya sedikit mengental agar bumbu meresap kedalam daging Kepiting
- Jika sudah matang, angkat dan sajikan diatas piring atau mangkuk saji, bisa dihias sesuai selera
Bagaimana, mudah kan cara memasaknya. Demikian salah satu Cara Membuat dan Resep Kepiting Saus Tiram yang lezat dari kami. Semoga resep masakan ini dapat bermanfaat. Selain masakan seafood ada juga resep masakan lainnya,
Friday, October 15, 2010
Cara Memulai Usaha Ayam Goreng
Pertumbuhan bisnis makanan dan minuman di berbagai daerah memang tak bisa dipandang sebelah mata. Tingginya minat pasar dan besarnya keuntungan yang dijanjikan, membuat sebagian masyarakat mulai tertarik untuk menekuni bisnis makanan dan minuman sebagai peluang usaha yang cukup potensial. Tidaklah heran bila kini berbagai macam menu makanan serta minuman kreatif mulai disajikan pelaku usaha untuk memanjakan lidah para konsumennya.
Saat ini tidak hanya restoran-restoran besar saja yang mulai bermunculan untuk mengusai pasar di bisnis food and beverage. Para pedagang tenda kaki lima pun tidak mau kalah bersaing, sehingga tak jarang kita menemui berbagai macam makanan dan minuman menarik yang sengaja dijajakan para pedagang di sepanjang jalan raya yang ramai dilalui warga. Biasanya para pelaku bisnis kuliner di Indonesia menjajakan aneka jenis makanan ringan (camilan), aneka macam kue, masakan tradisional maupun internasional, sampai beragam variasi minuman dingin ataupun panas yang diangkat sebagai produk unggulan untuk mendapatkan untung besar setiap bulannya.
Nah, bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis makanan dan minuman yang peluangnya semakin mantap. Pada pekan ini sengaja kami informasikan salah satu peluang bisnis makanan yang memiliki banyak penggemar, yaitu menu ayam goreng tulang lunak.
Konsumen
Berbagai masakan dan makanan hasil olahan ayam menjadi kegemaran hampir semua orang. Selain ayam goreng kentucky dan ayam bakar, saat ini olahan ayam goreng tulang lunak menjadi salah satu menu baru yang banyak diminati konsumen. Wajar adanya bila menu ini digemari banyak pelanggan, sebab tidak hanya tekstur dagingnya saja yang terasa lembut namun tulang ayamnya juga bisa dimakan karena lunak dan empuk.
Info Bisnis
Pada awalnya masyarakat hanya mengenal bisnis bandeng presto yang memiliki keunggulan duri lunak. Namun kini dengan bantuan mesin pengolah pangan yang semakin inovatif, tulang ayam yang dulunya cukup keras bisa diolah menjadi lebih lunak setelah dimasak dengan bantuan panci presto.
Sebelum memulai peluang bisnis ayam tulang lunak untungnya tidak kalah enak, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda persiapkan.
1. Langkah pertama yang perlu Anda siapkan yaitu memilih lokasi usaha yang strategis. Anda bisa menyewa tempat di sekitar pusat keramaian, misalnya saja dekat dengan perkantoran, kampus, sekolah, mall, di kios-kios kantin, atau bisa juga membuka tenda di pinggir jalan raya.
2. Persiapkan peralatan dan perlengkapan usaha yang Anda butuhkan. Mulai dari perabot masak, gerobak atau etalase, peralatan makan, sampai meja dan kursi untuk para konsumen.
3. Ciptakan menu baru sebagai produk andalan Anda. Misalnya saja menawarkan ayam goreng kremes tulang lunak. Jadi selain tulang ayamnya yang lunak, konsumen juga dimanjakan dengan tepung kremes yang Anda sajikan.
4. Tentukan harga yang sesuai dengan target pasar Anda. Bila Anda membuka bisnis makanan di kantin atau di pusat keramaian, Anda bisa menawarkan harga mulai dari Rp 10.000,00-Rp 20.000,00/porsi. Namun, bila Anda menjajakannya di warung tenda kaki lima maka patokan harga bisa Anda turunkan maksimal Rp 15.000,00 per porsi.
Resep ayam tulang lunak
Asumsi : resep untuk 6 orang
Bahan:
- 1 ekor ayam
- 50 gram gula jawa (disisir halus)
- 1 sdm air asam jawa (kental)
- 2,5 liter air kelapa
- 5 lembar daun salam
- 4 cm lengkuas, (memarkan)
- Minyak goreng
Bahan Bumbu :
- 6 siung bawang putih
- 5 butir kemiri
- 2 sdt garam
Cara membuat:
1. Potong ayam menjadi 2 bagian atau belah membujur dadanya dan tekan hingga terbuka lebar. Lumuri bumbu halus hingga rata .
2. Taruh ayam dalam panci presto. Tuangi 1 liter air kelapa, beri gula, air asam, daun salam, dan lengkuas.
3. Bila sudah siap, tutup panci presto, kunci dan keraskan tutupnya sampai rapat. Masak di atas api besar hingga tulang ayam benar-benar lunak.
4. Dinginkan panci, buka tutupnya, tiriskan ayam.
5. Selanjutnya goreng ayam dalam minyak panas dan banyak hingga dagingnya berubah warna menjadi kuning kecokelatan dan kering.
6. Ayam tulang lunak siap dihidangkan dengan nasi putih, sayur lalapan, dan sambal.
Kelebihan Bisnisayam goreng
Sampai hari ini bisnis ayam goreng presto masih belum banyak dijalankan masyarakat, sehingga persaingan pasar antar sesama pedagang belum begitu ketat. Meskipun begitu, Anda tidak boleh lengah dengan peluang yang masih terbuka lebar. Sebaiknya optimalkan bisnis Anda dan ciptakan menu baru yang menjadi ciri khas bagi bisnis tersebut. Dengan menawarkan keunikan rasa dan tekstur tulang ayam yang lunak kepada para konsumen, diharapkan bisnis makanan yang Anda jalankan semakin mudah dikenali masyarakat umum dan berhasil menarik perhatian para pelanggan.
Disamping pesaingnya yang masih belum begitu banyak, menu olahan ayam telah mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Sehingga semua lapisan masyarakat menyukai menu olahan ayam dan menjadikannya sebagai salah satu lauk favorit dalam segala suasana. Hal ini tentunya memberikan keuntungan tersendiri bagi para pelaku usaha, sebab peluangnya masih terbuka lebar dan minat konsumennya pun masih sangat besar.
Kekurangan Bisnis
Selain menawarkan keuntungan yang cukup besar, ada beberapa kendala yang sering menghambat para pelaku usaha untuk menjalankan bisnis ayam goreng tulang lunak. Salah satunya yaitu harga beli panci presto yang cukup mahal, sehingga tidak semua pelaku usaha bisa membeli peralatan tersebut untuk menghasilkan menu ayam tulang lunak yang cita rasanya lezat. Kendala berikutnya yaitu harga bahan baku yang sering naik turun. Selama ini harga daging ayam di pasaran belum bisa stabil, terkadang harganya bisa naik hingga 50% dan tak jarang pula bisa turun sedikit lebih murah. Hal ini tentunya cukup merepotkan para pelaku usaha, sebab mereka harus pintar-pintar mengatur keuangan agar bisnisnya tidak merugi dan konsumen tidak berpaling ke pedagang lain.
Strategi Pemasaran
Untuk membantu pemasaran produk ayam tulang lunak yang Anda produksi, pertama-tama berikan nilai lebih pada cita rasa makanan yang Anda buat. Pastikan bumbunya meresap ke dalam daging dan tulangnya benar-benar empuk, sehingga konsumen tidak perlu ragu lagi untuk kembali menikmati menu andalan di warung Anda. Strategi pemasaran lainnya yang bisa Anda terapkan yaitu memberikan merek unik dan menggambarkan cita rasa kelezatan menu yang ditawarkan. Cantumkan merek tersebut pada banner atau spanduk yang ada di depan lokasi usaha, agar konsumen tertarik mampir menikmati cita rasa ayam tulang lunak yang Anda sajikan.
Guna mendukung promosi produk, Anda juga bisa membuat pamflet, brosur, maupun poster dan membagikannya di sekitar lokasi usaha. Untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, Anda juga bisa memanfaatkan situs jejaring sosial untuk menyebar luaskan promosi produk ke para saudara, rekan-rekan Anda maupun masyarakat umum yang memanfaatkan situs-situs tersebut. Semakin banyak informasi yang Anda sebarkan, maka semakin besar pula peluang pasar yang Anda ciptakan untuk memperluas pemasaran bisnis ayam tulang lunak.
Kunci sukses
Menjaga cita rasa produk menjadi tugas utama Anda dalam menjalankan bisnis makanan dan minuman. Karena itulah, tingkatkan pengetahuan dan kemampuan Anda dalam memasak ayam goreng presto dan ciptakan kreasi menu baru lainnya yang bisa mendukung popularitas bisnis Anda. Contohnya saja mulai menambahkan menu baru seperti ayam bakar tulang lunak, ayam goreng crispy tulang lunak, menciptakan aneka jenis sambal dengan cita rasa nendang, dan masih banyak lagi strategi sukses lainnya.
Analisa Ekonomi
Modal awal
Sewa tempat usaha per tahun Rp 15.000.000,00
Etalase Rp 1.500.000,00
Panci presto 20 liter Rp 3.500.000,00
Peralatan masak (kompor, wajan, dll) Rp 1.000.000,00
5 Meja dan 25 kursi Rp 7.500,000,00
Peralatan makan (piring, gelas, sesndok, dll) Rp 1.000.000,00 +
Total Rp 29.500.000,00
Penyusutan Peralatan
Etalase : 1/60 bln x Rp 1.500.000,00 Rp 25.000,00/bln
Panci presto : 1/36 bln x Rp 3.500.000,00 Rp 97.200,00/bln
Meja dan kursi : 1/60 bln x Rp 7.500.000,00 Rp 125.000,00/bln
Peralatan masak dan makan :
1/36 bln x Rp 2.000.000,00 Rp 55.600,00/bln +
Total Rp 302.800,00/bln
Biaya operasional per bulan
Belanja bahan harian :
Ayam: Rp 25.000,00 x 10 kg Rp 250.000,00
Beras : Rp 7.500,00 x 10 kg Rp 75.000,00
Sayur lalapan Rp 20.000,00
Sambal dan bumbu Rp 50.000,00
Kemasan kardus, plastik, dll Rp 10.000,00 +
Total belanja per hari Rp 405.000,00
Biaya belanja per bulan :
Rp 405.000,00 x 26 hari = Rp 10.530.000,00
Gas elpiji 3 kg (@ Rp 17.500,00 x 10 buah) Rp 175.000,00
Biaya sewa tempat per bulan :
Rp 15.000.000,00/ 12 bulan = Rp 1.250.000,00
Gaji karyawan @ Rp 750.000,00 x 2 orang Rp 1.500.000,00
Biaya listrik Rp 150.000,00
Biaya transport @ Rp 10.000,00 x 26 hari Rp 260.000,00
Biaya promosi Rp 350.000,00
Biaya penyusutan alat Rp 302.800,00 +
Total Rp 14.517.800,00
Omset per bulan
Penjualan per hari rata-rata 75 porsi
dengan harga jual Rp 10.000,00
= Rp 10.000,00 x 75 porsi x 26 hari = Rp 19.500.000,00
Laba bersih per bulan
Rp 19.500.000,00 - Rp 14.517.800,00 Rp 4.982.200,00
ROI (Return of Investment)
(modal awal : laba bersih per bulan) = ± 6 bulan
Demikian artikel yang dirilis bisnis ukm. semoga bermanfaat bagi pembaca warta-usaha sekalian
Thursday, October 14, 2010
9 PERTANYAAN WAJIB SEBELUM MEMBELI HAK WARALABA
Di Indonesia sendiri saat ini waralaba sudah mulai menunjukkan trend peningkatan dan kerap menjadi topik perbincangan bisnis baik di media maupun dalam praktek keseharian.
9 PERTANYAAN WAJIB SEBELUM MEMBELI HAK WARALABA
S. Muharam
SMfr@nchise, June 2003
John Naisbit dalam bukunya yang berjudul Megatrends, menyatakan bahwa waralaba merupakan konsep pemasaran yang paling berhasil selama sejarah umat manusia. Di Amerika Serikat setiap delapan menit sekali dibuka satu outlet waralaba. Hampir 40% dari usaha retail dijalankan dengan konsep waralaba. Di negara yang lebih muda perkembangan waralabanya, misalnya Malaysia, konsep waralaba hanya menguasasi 5% dari total industri retail.
Di Indonesia sendiri saat ini waralaba sudah mulai menunjukkan trend peningkatan dan kerap menjadi topik perbincangan bisnis baik di media maupun dalam praktek keseharian. Akibatnya semakin banyak orang yang tertarik untuk membeli hak waralaba. Namun sayangnya data yang ada menunjukkan bahwa peluang sukses waralaba di Indonesia hanya mencapai sekitar 60% saja. Bandingkan dengan di Amerika Serikat yang dapat mencapai diatas 90%.
Artikel ini bertujuan untuk memberikan panduan kepada calon pembeli hak waralaba (calon franchisee), berupa pertanyaan-pertanyaan untuk menggali apakah waralaba cocok untuk dirinya atau tidak. Terdapat 10 pertanyaan yang harus dievaluasi, yaitu:
1. Apakah kita bersedia mengambil resiko menjadi seorang wirausaha?
Bagi yang terbiasa menjadi karyawan, kemudian banting stir menjadi pemilik; tentunya pola kerja, sikap dan resiko yang akan dipikulnya berubah 180 derajat. Jam kerja bukan lagi 40-60 jam seminggu namun akan bertambah menjadi 60-70 jam per minggu bahkan lebih. Sudah siapkah kita menghadapi semua ini?
2. Apakah kita akan menyukai cara berbisnis dengan format waralaba?
Banyak franchisee gagal dalam berusaha karena pada saat membeli hak waralaba, ia hanya membayangkan untuk menjadi kaya dan mendapatkan banyak uang. Namun setelah bisnisnya berjalan, ia merasa tertekan dan tidak menyukainya. Akhirnya usaha tersebut gagal.
Paradigma yang menyatakan bahwa memiliki bisnis sendiri berarti kita memiliki kebebasan dalam berkreasi dan mengaktualisasikan diri, harus dibuang jauh-jauh. Jika ingin membeli hak waralaba, kita, walaupun pemilik, harus suka untuk diatur oleh franchisor. Jika kita tipe orang yang tidak suka diatur orang lain, maka waralaba bukanlah bisnis yang tepat.
3. Apakah kita memiliki pengalaman sukses dalam membina hubungan dan berinteraksi dengan orang-orang?
Usaha waralaba banyak terkait dengan hubungan orang ke orang. Hubungan dengan karyawan, pemilik dana, franchisor, suplier maupun pelanggan. Apakah kita memiliki pengalaman sukses dalam membina hubungan dengan orang banyak? Jika ya, maka usaha waralaba mungkin cocok untuk kita.
4. Apakah kita memiliki modal yang cukup untuk membeli hak waralaba?
Banyak usaha waralaba gagal karena kekurangan modal kerja di tengah jalan. Jadi untuk meningkatkan peluang sukses, lebih baik jika kita memiliki modal lebih banyak dari yang disyaratkan oleh franchisor. Untuk itu paling tidak kita musti memperhitungkan modal kerja untuk 6 bulan sampai satu tahun ke depan.
5. Apakah kita telah mempelajari semua dokumen yang berkaitan dengan aspek hukum dari franchisor?
Umumnya sebelum kita memutuskan untuk membeli hak waralaba, Franchisor akan memberikan dokumen penawaran yang dinamakan Franchise Offering Circular. Dalam PP No 16 Tahun 1997 dijelaskan di pasal 3 ayat 1, bahwa di dokumen ini harus tercantum paling sedikit hal mengenai:
a. Pemberi Waralaba, berikut keterangan mengenai kegiatan usahanya;
b. Hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang menjadi objek Waralaba;
c. Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi Penerima Waralaba;
d. Bantuan atau fasilitas yang ditawarkan Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba;
e. Hak dan kewajiban Pemberi dan Penerima Waralaba;
f. Pengakhiran, pembatalan, dan perpanjangan perjanjian Waralaba serta hal-hal lain yang perlu diketahui Penerima Waralaba dalam rangka pelaksanaan perjanjian Waralaba.
Selain itu dalam PP yang sama Pasal 3 ayat 2, dicantumkan pula bahwa Pemberi Waralaba (Franchisor) wajib memberikan waktu yang cukup kepada Penerima Waralaba (Franchisee) untuk meneliti hal-hal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Di Amerika Serikat, tenggang waktu ini lamanya minimum 10 hari kerja.
6. Apakah Franchisor yang kita minati merupakan perusahaan yang solid, liquid dan sukses?
Franchisor wajib memberikan laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik kepada calon pembeli hak wralabanya. Laporan ini paling tidak membrikan informasi keuangan untuk periode 3 tahun. Selain sisi keuangan, kita juga mesti menilai apakah merek yang akan kita beli cukup dikenal dan memiliki image positif di pasar?
7. Apakah Franchisee yang ada sekarang secara umum gembira dan sukses atas usaha mereka?
Tanyakan pada franchise yang ada saat ini apakah mereka gembira dan puas atas putusan mereka membeli hak waralaba tersebut? Apakah investasi tersebut menguntungkan mereka? Jika jawaban kedua pertanyaan tersebut Ya, mungkin brand waralaba tersebut layak untuk dibeli.
8. Apakah anda menyukai staff franchisor yang mensupport anda?
Salah satu kunci sukses dari waralaba adalah adanya support dan bantuan yang terus menerus dari franchisor melalui staff franchise support mereka. Untuk menciptakan sinergi, maka kita harus cocok dengan staff tersebut. Jika tidak coba diskusikan dengan franchisor apakah dapat dicarikan alternatif staff penganti?
9. Apakah kita mendapat dukungan dari keluarga?
Menjadi franchisee bukanlah pekerjaan paruh waktu, namun peklerjaan full time yang menyita waktu pribadi dan waktu keluarga. Apakah keluarga kita mendukung dalam hal ini?
Jika jawaban atas 9 pertanyaan tersebut positif, maka jangan sia-siakan peluang yang disediakan oleh waralaba. Selamat menjadi kapitalis baru!
Good luck
***
Di Indonesia sendiri saat ini waralaba sudah mulai menunjukkan trend peningkatan dan kerap menjadi topik perbincangan bisnis baik di media maupun dalam praktek keseharian.
9 PERTANYAAN WAJIB SEBELUM MEMBELI HAK WARALABA
S. Muharam
SMfr@nchise, June 2003
John Naisbit dalam bukunya yang berjudul Megatrends, menyatakan bahwa waralaba merupakan konsep pemasaran yang paling berhasil selama sejarah umat manusia. Di Amerika Serikat setiap delapan menit sekali dibuka satu outlet waralaba. Hampir 40% dari usaha retail dijalankan dengan konsep waralaba. Di negara yang lebih muda perkembangan waralabanya, misalnya Malaysia, konsep waralaba hanya menguasasi 5% dari total industri retail.
Di Indonesia sendiri saat ini waralaba sudah mulai menunjukkan trend peningkatan dan kerap menjadi topik perbincangan bisnis baik di media maupun dalam praktek keseharian. Akibatnya semakin banyak orang yang tertarik untuk membeli hak waralaba. Namun sayangnya data yang ada menunjukkan bahwa peluang sukses waralaba di Indonesia hanya mencapai sekitar 60% saja. Bandingkan dengan di Amerika Serikat yang dapat mencapai diatas 90%.
Artikel ini bertujuan untuk memberikan panduan kepada calon pembeli hak waralaba (calon franchisee), berupa pertanyaan-pertanyaan untuk menggali apakah waralaba cocok untuk dirinya atau tidak. Terdapat 10 pertanyaan yang harus dievaluasi, yaitu:
1. Apakah kita bersedia mengambil resiko menjadi seorang wirausaha?
Bagi yang terbiasa menjadi karyawan, kemudian banting stir menjadi pemilik; tentunya pola kerja, sikap dan resiko yang akan dipikulnya berubah 180 derajat. Jam kerja bukan lagi 40-60 jam seminggu namun akan bertambah menjadi 60-70 jam per minggu bahkan lebih. Sudah siapkah kita menghadapi semua ini?
2. Apakah kita akan menyukai cara berbisnis dengan format waralaba?
Banyak franchisee gagal dalam berusaha karena pada saat membeli hak waralaba, ia hanya membayangkan untuk menjadi kaya dan mendapatkan banyak uang. Namun setelah bisnisnya berjalan, ia merasa tertekan dan tidak menyukainya. Akhirnya usaha tersebut gagal.
Paradigma yang menyatakan bahwa memiliki bisnis sendiri berarti kita memiliki kebebasan dalam berkreasi dan mengaktualisasikan diri, harus dibuang jauh-jauh. Jika ingin membeli hak waralaba, kita, walaupun pemilik, harus suka untuk diatur oleh franchisor. Jika kita tipe orang yang tidak suka diatur orang lain, maka waralaba bukanlah bisnis yang tepat.
3. Apakah kita memiliki pengalaman sukses dalam membina hubungan dan berinteraksi dengan orang-orang?
Usaha waralaba banyak terkait dengan hubungan orang ke orang. Hubungan dengan karyawan, pemilik dana, franchisor, suplier maupun pelanggan. Apakah kita memiliki pengalaman sukses dalam membina hubungan dengan orang banyak? Jika ya, maka usaha waralaba mungkin cocok untuk kita.
4. Apakah kita memiliki modal yang cukup untuk membeli hak waralaba?
Banyak usaha waralaba gagal karena kekurangan modal kerja di tengah jalan. Jadi untuk meningkatkan peluang sukses, lebih baik jika kita memiliki modal lebih banyak dari yang disyaratkan oleh franchisor. Untuk itu paling tidak kita musti memperhitungkan modal kerja untuk 6 bulan sampai satu tahun ke depan.
5. Apakah kita telah mempelajari semua dokumen yang berkaitan dengan aspek hukum dari franchisor?
Umumnya sebelum kita memutuskan untuk membeli hak waralaba, Franchisor akan memberikan dokumen penawaran yang dinamakan Franchise Offering Circular. Dalam PP No 16 Tahun 1997 dijelaskan di pasal 3 ayat 1, bahwa di dokumen ini harus tercantum paling sedikit hal mengenai:
a. Pemberi Waralaba, berikut keterangan mengenai kegiatan usahanya;
b. Hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang menjadi objek Waralaba;
c. Persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi Penerima Waralaba;
d. Bantuan atau fasilitas yang ditawarkan Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba;
e. Hak dan kewajiban Pemberi dan Penerima Waralaba;
f. Pengakhiran, pembatalan, dan perpanjangan perjanjian Waralaba serta hal-hal lain yang perlu diketahui Penerima Waralaba dalam rangka pelaksanaan perjanjian Waralaba.
Selain itu dalam PP yang sama Pasal 3 ayat 2, dicantumkan pula bahwa Pemberi Waralaba (Franchisor) wajib memberikan waktu yang cukup kepada Penerima Waralaba (Franchisee) untuk meneliti hal-hal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Di Amerika Serikat, tenggang waktu ini lamanya minimum 10 hari kerja.
6. Apakah Franchisor yang kita minati merupakan perusahaan yang solid, liquid dan sukses?
Franchisor wajib memberikan laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik kepada calon pembeli hak wralabanya. Laporan ini paling tidak membrikan informasi keuangan untuk periode 3 tahun. Selain sisi keuangan, kita juga mesti menilai apakah merek yang akan kita beli cukup dikenal dan memiliki image positif di pasar?
7. Apakah Franchisee yang ada sekarang secara umum gembira dan sukses atas usaha mereka?
Tanyakan pada franchise yang ada saat ini apakah mereka gembira dan puas atas putusan mereka membeli hak waralaba tersebut? Apakah investasi tersebut menguntungkan mereka? Jika jawaban kedua pertanyaan tersebut Ya, mungkin brand waralaba tersebut layak untuk dibeli.
8. Apakah anda menyukai staff franchisor yang mensupport anda?
Salah satu kunci sukses dari waralaba adalah adanya support dan bantuan yang terus menerus dari franchisor melalui staff franchise support mereka. Untuk menciptakan sinergi, maka kita harus cocok dengan staff tersebut. Jika tidak coba diskusikan dengan franchisor apakah dapat dicarikan alternatif staff penganti?
9. Apakah kita mendapat dukungan dari keluarga?
Menjadi franchisee bukanlah pekerjaan paruh waktu, namun peklerjaan full time yang menyita waktu pribadi dan waktu keluarga. Apakah keluarga kita mendukung dalam hal ini?
Jika jawaban atas 9 pertanyaan tersebut positif, maka jangan sia-siakan peluang yang disediakan oleh waralaba. Selamat menjadi kapitalis baru!
Good luck
***
Tuesday, October 12, 2010
Mitos Seputar Bisnis Waralaba (1)
Dalam merencanakan bisnis apa pun, anda tak bisa mengandalkan informasi yang didapat hanya selintasan. Meski 95 persen bisnis franchise sukses, namun terdapat sejumlah mitos yang berpotensi menjerumuskan “franchisee” pada kegagalan.
Hal ini mungkin terjadi, jika entrepreuneur memasuki bisnis franchise hanya dilandasi ekspektasi tinggi namun kurang memahami realitas bisnis sesungguhnya.
Karena itu, sikap realistis dan kehati-hatian penting diperhatikan ketika hendak membuka bisnis baru, baik dengan merek yang sudah “established” maupun yang dirintis dari awal.
Selain menimbang pro dan kontra tentang bisnis franchise tertentu, anda bisa melakukan survei pendahuluan. Jangan gampang menerima pendapat “orang lain” dan pertimbangkan baik-baik apa yang dikatakan kepada anda termasuk yang dijelaskan “franchisor”.
Mitos 1: Franchise adalah garansi kesuksesan dalam dunia bisnis
Realitas: Alasan pokok keberhasilan franchise disebabkan persyaratan mereka yang ketat (rigorous). Misalnya, banyak franchise yang mensyaratkan investasi besar.
Banyak investasi amat substansial nilainya. Karena itu, hanya entrepreuneur yang serius saja yang boleh mengikat kontrak.
Dari sekian banyak yang membeli hak franchise dan terjun ke dalam tersebut, tak semuanya didukung aset yang memungkinkan mereka bisa menunggu imbal balik investasi.
Faktanya, seringkali diperlukan waktu cukup lama bagi sebuah franchise sampai menghasilkan keuntungan. Hal ini disebabkan investasinya besar, royalti, dan biaya lainnya. Karena itu, kekurangan modal (undercapitalization) kerap menjadi penyebab kegagalan franchise.
Mitos 2: Anda bisa menjadi bos
Realitas: Meski anad menikmati kelebihan sebagai pemilik bisnis, namun anda masih dibatasi oleh sistem operasi yang digariskan franchisor. Contohnya, jam operasi bisnis, peralatan dan perlengkapan yang disetujui, serta perangkat pemasaran.
Mitos 3: Membeli franchise tak terlalu mahal ketimbang merintis bisnis sendiri
Realitas: Biaya awal untuk membeli franchise kadang nilainya sama dengan membangun bisnis sendiri dari bawah.
Hal ini wajar jika nilai bangunan, peralatan, dan perlengkapan dibandingkan dengan franchise fee (yang meingizinkan pemakaian nama, logo, merek dagang, dan dalam kasus tertentu material pemasaran). Lalu ditambah dengan keuntungan yang masih harus dikurangi royalti.
Tentu saja alasan ini tak perlu menyurutkan anda. Kenyataannya, kunci mengelola franchise yang menguntungkan adalah menemukan peluang bisnis yang benar-benar tepat untuk anda. (bersambung)
Wednesday, October 6, 2010
10 tips memilih lokasi yang tepat
Tingkat keberhasilan usaha Anda sangat ditentukan oleh lokasi, lokasi dan lokasi
Salah satu keputusan yang sangat penting sebelum memulai bisnis waralaba adalah memilih lokasi yang tepat. Sebab, lokasi ikut berperan menentukan tingkat kesuksesan usaha Anda.
Jika tidak atau belum memiliki bayangan seberapa strategis lokasi yang ingin Anda pilih, sebaiknya meminta kepada franchisor untuk memberi gambaran tentang lokasi itu. Atau, mintalah nasehat kepada franchisor dimana sebaiknya lokasi yang tepat untuk usaha Anda.
Jika tidak atau belum memiliki bayangan seberapa strategis lokasi yang ingin Anda pilih, sebaiknya meminta kepada franchisor untuk memberi gambaran tentang lokasi itu. Atau, mintalah nasehat kepada franchisor dimana sebaiknya lokasi yang tepat untuk usaha Anda.
Biasanya, franchisor melakukan riset pasar sebelum memberikan persetujuan kepada franchisee. Riset ini salah satunya mengenai trade area franchise untuk mengetahui secara demografis potensi usaha dan informasi yang berhubungan dengan lokasi.
Tidak ada salahnya jika Anda meminta lebih rinci gambaran dan potensi lokasi yang direncanakan. Berikut beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi.
1. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk menjadi salah satu indikator besarnya potensi pasar usaha yang ingin Anda geluti, meskipun hal ini belum menjadi ukuran final. Anda bisa menanyakan kepada franchisor, berapa total jumlah penduduk atau rumah tangga yang berada dalam wilayah dagang Anda? Apakah area itu masih memiliki ruang untuk tumbuh? Apakah area itu sudah sangat padat oleh lokasi perumahan atau apartemen dan apa efeknya terhadap franchise? Berapa lama populasi/penduduk itu ada di area itu?
2. Penghasilan
Jika kepadatan penduduk tidak linear dengan daya beli masyarakatnya, maka berarti lokasi itu tidak tepat. Karena itu, perlu Anda cermati bagaimana penghasilan penduduk di area trade Anda. Anda perlu mengetahui, berapa rata-rata pendapatan keluarga di area itu? Berapa income penduduk yang ditargetkan dari usaha Anda? Apakah lingkungan dekat menyukai jika mereka ditawarkan produk dari usaha franchise Anda?.
3. Jumlah usaha
Adakalanya, lokasi yang dipilih merupakan pusat atau sentra perdagangan. Nah, apakah banyaknya usaha berpengaruh kepada lokasi? Apakah tipe bisnis di area itu menggunakan produk atau service yang ditawarkan franchise?
4. Tempat
Ada beberapa tipe tempat yang bisa dipilih untuk usaha Anda seperti mal, sentra usaha, perumahan, pinggir jalan dan sebagainya. Anda perlu menanyakan, apakah kebanyakan franchisee yang sukses berada di lokasi franchise seperti di dalam mal, di bagian yang paling ramai, di bagian terpisah dari mal, stand atau bangunan tersendiri atau di sentra industri? Franchisor harus dapat memberikan informasi mengenai tipe-tipe tempat ini.
5. Jumlah Traffic
Berapa banyak kendaraan yang lalu lalang di lokasi itu per harinya? Apakah orang yang lalu lalang akan dapat melihat tanda bisnis (plang) Anda? Apakah lokasinya mudah diakses?
6. Pusat kedatangan
Jika lokasi berada di bagian mal, kebanyakan pusat lalu lalang yang terbaik adalah di outlet-outlet makanan. Kadang-kadang, di sebrang jalan mal juga menjadi tempat yang di penuhi orang lalu lalang dan biasanya harga sewanya juga lebih murah. Bisa juga lokasinya di rumah sakit, kampus atau di pusat-pusat orang datang.
7. Akses karyawan
Bisa saja lokasi yang jarak tempuhnya sangat jauh menjadi kontra produktif buat karyawan Anda. Karena itu, lokasi sebaiknya terbilang cukup dekat terutama bagi karyawan utama Anda.
8. Zona
Jika lokasi yang Anda pilih bukan daerah perdagangan atau tidak cocok dengan usaha Anda, sebaiknya tidak dipaksakan. Maka, perlu juga Anda menanyakan, apakah zona lokasi cukup pantas untuk bisnis Anda.
9. Kompetisi
Pertimbangkan juga tingkat kompetisi usaha yang ingin Anda jalankan. Jika di lokasi tersebut sudah jenuh dengan usaha yang menawarkan produk sejenis, bisa jadi lokasi itu menjadi tidak strategis buat Anda. Perlu juga Anda mengenal apa kompetisi yang terdekat dengan usaha Anda?
10. Appearance
Anda pasti ingin usaha Anda terlihat berwibawa dan lingkungan di sekeliling lokasi tidak mengganggu usaha franchise Anda. Tanyakan kepada franchisor, apakah area lokasi cukup bersih dan terkendali? Apakah lingkungannya juga cukup baik?
Selanjutnya, jangan pernah segan-segan meminta franchisor membantu Anda bernegosiasi untuk mendapatkan lokasi yang strategis dan harga sewa yang lebih murah. Karena bisa saja dalam kasus tertentu, usaha tersebut dibutuhkan, misalnya oleh real estat untuk menjaring pasar.
Sumber : Majalah Info Franchise Indonesia
www.majalahfranchise.com
www.majalahfranchise.com
Memupuk jiwa entrepreneurship
Tahukah Anda bahwa negara kita memerlukan berjuta pengusaha baru? Ya, betapa memilukan negara yang konon kaya raya, karena tanahnya subur namun rakyatnya tak kunjung makmur ini, memiliki berpuluh juta pengangguran. Ya, ada lebih dari 40 juta penganggur di negara kita tercinta ini.
Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Memupuk jiwa atau semangat kewirausahaan adalah salah satu cara, karena kita kadung memiliki ‘mental block’ mencari rasa aman semata, mencari pekerjaan setelah tamat sekolah adalah menjadi cita-cita hampir semua angkatan kerja!. Lalu bagaimana merubah mind set pencari rasa aman (Security seeker) untuk menjadi pencari kesempatan (Opportunity seeker), bahkan menjadi pencari tantangan (Challange seeker)?.
Memupuk jiwa kewirausahaan haruslah dimulai dari hal yang paling mendasar ini. Bagimana cara mendidik anak-anak di rumah dan di sekolah, agar berani memiliki impian menjadi bos dirinya sendiri, berani melihat peluang-peluang baru, berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab akan resiko pilihan yang diambilnya, berani serta memiliki semangat yang tinggi, hingga tidak mudah putus asa !. Mental dan sikap positif semacam inilah yang dimiliki oleh banyak pengusaha yang telah berhasil.
Kebanyakan kita ingin cepat menjadi kaya raya secara instant, sebagian besar angkatan kerja mencita-citakan jadi pegawai negeri atau pegawai swasta! Padahal apabila mengutip Leveraging Time To Create Wealth karya KC.SEE, dari 100 orang kaya, 74%nya berasal dari pengusaha,10%nya lagi dari para profesional, dan hanya 10% saja yang berasal dari karyawan, serta HANYA 6% saja mereka berasal dari pegawai pemerintah, baik itu anggota MPR maupun DPR dan Presiden sekalipun! Jadi tidak disangsikan lagi bahwa untuk menjadi kaya raya jauh lebih baik menjadi pengusaha dari pada menjadi karyawan, apalagi pejabat pemerintah yang dengan kekayaan yang diraihnya memiliki kekhawatiran terkena jebak KPK.
Namun, mengapa orang tidak atau takut menjadi pengusaha?
Dari berbagai seminar, workshop dan diskusi dengan berbagai latar belakang mereka yang ingin dan memiliki minat, bahkan sudah menjadi pengusaha, ternyata memiliki beberapa hal yang menghambat semangat mereka untuk memulai atau mengembangkan usaha, yang kemudian menjadi takut memulai usaha. antara lain:
- Ide/Gagasan: Sulit atau tidak memiliki Ide/Gagasan ingin memiliki usaha apa
Sebenarnya, dari pengalaman banyak pengusaha yang berhasil, umumnya mereka melihat peluang dari berbagai sumber, mereka melihat peluang dari kebutuhan sehari-hari, dari keahlian, dari hobi, dari pengalaman dan dari bagaimana mereka melihat segala sesuatu secara kritis. Mereka berani memulai sesuatu yang baru, atau memodifikasi sesuatu yang telah ada menjadi sesuatu yang berbeda. Ide/Gagasan usaha datang dengan berbagai cara!, antara lain carilah orang lain yang memiliki ide/gagasan cemerlang, mengapa tidak?.
- Modal : Merasa tidak memiliki modal cukup untuk memulai usaha
Umumnya melihat modal semata-mata berupa UANG, sehingga mereka tidak atau belum kunjung berani memulai usaha karena belum memiliki uang cukup untuk dijadikan modal usaha. Sesungguhnya, modal usaha bukan semata-mata uang, karena banyak pengusaha yang berhasil memulai, mengembangkan usaha karena mereka memiliki modal lainnya, misalnya: Ide usaha , Keahlian, Semangat dan kemauan keras untuk berhasil.
- Produk/Jasa yang akan ditawarkan:
Andaikan Ide/Gagasan usaha sudah dimiliki, masih adalagi pertimbangan bagaimana produk/Jasa akan dibuat, dikemas dan ditawarkan? Apabila kemampuan memproduksi barang/produk maupun jasa masih menjadi kebimbangan untuk memulai usaha, sekarang ada berbagai jenis pilihan usaha waralaba, yang tinggal kita pilih saja sesuai dengan minat dan kemampuan permodalan bukan?. Atau dapat saja melakukan tes pasar atas sesuatu yang ingin kita produksi atau tawarkan. Misalnya dengan melakukan tes produk, bisa dilakukan sendiri atau menggunakan jasa konsultan pemasaran.
- Pasar/Market
Banyak pengusaha pemula yang masih ragu kemana produk/Jasa akan ditawarkan. Belum memulai usaha sudah pusing memikirkan dan khawatir bagaimana kalau produk/jasanya tidak laku, siapa yang akan menjadi pelanggan dsb. Hal ini menjadi perintang khususnya bagi yang belum memahami konsep pemasaran, tetapi hampir tidak ada pengusaha yang kini berhasil mengembangkan usahanya, dahulu telah memahami marketing plan, apalagi marketing strategi!. Karena begitu produk atau jasa diperkenalkan, maka dia akan menciptakan pasarnya sendiri-sendiri. Oleh karena itu, sebaiknya pilihlah produk atau jasa yang unik, yang memang memiliki sesuatu yang baru atau memiliki daya saing apabila dibandingkan produk/jasa sejenis.
- Lokasi usaha
Tidak sedikit calon pengusaha yang ragu-ragu karena tak kunjung dapat menentukan lokasi usaha, sungguh ironis untuk mengetahui bahwa banyak usaha yang kini telah menjadi perusahaan raksasa, dahulu dimulai di garasi rumah pemiliknya!. Bill Gate misalnya, memulai Microsoft dari garasi, banyak lagi pengusaha Indonesia yang memulai usaha dari tempat yang sederhana saja. Memang tidak dipungkiri bahwa lokasi sangat menentukan keberhasilan usaha, terutama untuk usaha retail, lokasi strategis adalah sarat utama, tapi siapa yang menyangka kalau roti pisang molen, dan braunis kukus Amanda yang terkenal di Bandung itu, dahulu dimulai dari rumah kecil di sebuah gang sempit yang bahkan tidak pasang papan nama?.
Masih banyak lagi sederetan kekhawatiran yang menghambat seseorang untuk memulai usaha, disamping 5 hambatan yang saya sebutkan diatas, namun kata kuncinya memang hanya satu, yakni mind set yang dimiliki seseorang untuk berhasil menjadi pengusaha, yakni suatu pola pikir positif, untuk berani berkreasi dan mengambil keputusan, pola sikap positif untuk berani mengambil resiko, serta pola tindak positif untuk mulai melangkah! Inilah yang saya sebut sebagai 3 P (positif berfikir, positif bersikap dan positif bertindak). Karena berfikir positif saja tidak cukup, sikap dan tindakan lah yang membedakan seorang menjadi pemenang atau menjadi seorang pecundang!.
Sumber : Majalah Info Franchise Indonesia
BEP Bisa Dipercepat Lho
Setiap pelaku usaha menginginkan secepatnya meraih untung. Karena sejatinya, itulah tujuan bisnis. Adakah cara meraih untung yang cepat sehingga bisnis yang dimulai bisa meraih BEP dalam waktu singkat?
Salah satu performa bisnis franchise yang selalu dipertanyakan oleh para franchisee sebelum membeli hak waralaba, biasanya menyangkut berapa lama bisnis tersebut bisa BEP (break event point). Poin ini sangat wajar dipertanyakan, karena setiap pebisnis punya motivasi yang sama, yakni meraih untung. Apalagi di bisnis franchise, sebisa mungkin harus terukur seperti kapan BEP-nya. Jika tidak, siapa yang mau membeli franchise.
Namun, adakah cara yang bisa mempercepat BEP dalam waktu yang lebih singkat? Menurut Tung Desem Waringin, semua bisnis, semua outlet franchise sangat mungkin untuk bisa meraih BEP secara cepat. Tetapi, ada beberapa tahapan dan persyaratan yang harus diperhatikan. Motivator bisnis yang biasa dipanggil TDW itu menyarankan pelaku bisnis untuk memperhatikan dua tahapan.
Tahap pertama, sebelum membeli franchise. Pada tahap ini, pelaku usaha harus mengamati beberapa hal. Pertama, bisnis yang dijalankan layak tumbuh. Di sini, franchisee harus jeli melihat model atau induk bisnisnya. Jangan hanya percaya pada pernyataan franchisor bahwa bisnis tersebut sangat menjanjikan. Sebab, tidak jarang para pelaku usaha yang langsung memfranchisekan usahanya sebelum meraih BEP. Kalau sudah begini, bagaimana mungkin franchisee bisa menjalankan secara menguntungkan kalau franchisornya saja tidak mampu membuktikannya.
Jika BEP franchisor diperoleh dari menjual hak waralaba, bukan dari kinerja produknya, hal itu bukan bukti bahwa bisnis tersebut menjanjikan. Karena itu, sebuah bisnis harus berjalan sekitar 4-5 tahun sebelum difranchisekan. Cara ini untuk membuktikan bahwa bisnis tersebut sudah BEP dan sustain sebagai ukuran untuk mengestimasi kemungkinan waktu BEP yang bisa diraih oleh para investor (franchisee).
Mengapa hal ini penting? Karena bisnis yang dirancang tidak selalu harus berhasil. Menurut TDW, kemungkinan sebuah bisnis tidak berhasil di tahun pertama sangat besar. Dari 100 bisnis yang muncul, 80% mengalami kegagalan di tahun pertama. Sisanya yang 20%, itu pun tidak 100% akan berhasil. Dari yang 20% itu, 80%-nya akan mati juga di tahun
keempat. Sehingga di tahun kelima, yang bisa sustain hanya 4%. Disinilah pentingnya para franchisee harus melihat masa bertahannya sebuah bisnis.
Kedua, tungguin outlet franchisornya seharian. Cara ini untuk melihat bagaimana mereka (franchisor) menjual produknya dan untuk mengukur tingkat laku dan tidaknya produk yang dimiliki franchisor. Dalam hal ini, franchisee harus benar-benar waspada, jangan sampai hanya melihat kinerja penjualan produk di atas kertas saja. "Tongkrongin. Jadi harus lebih waspada, tidak sekadar hitungan di atas kertas saja. Lihat juga trennya slama 3 tahun, tahan atau tidak," kata TDW.
Ketiga, lihat pula sistem marketingnya. Menurut TDW, franchise yang bagus dan teruji adalah yang grafik ketika memulainya tinggi dan ramai lalu setelah itu stabil. Stabil karena bisnis tersebut sudah punya sistem untuk menggedor pasar ketika opening outlet-nya.
Pada tahap kedua, yakni setelah terlanjur beli franchise. Di sini franchisee bisa melakukan upaya untuk mempercepat BEP. Ada beberapa cara yang disarankan oleh TDW, diantaranya, pertama, marketing revolution. Langkah pertama ini agar bisnis ramai diminati konsumen. Dalam melakukan marketing revolution ini pelaku usaha harus fokus pada tiga hal yang disederhanakan menjadi USP, yakni:
1. Unlimited advanted (nilai tambah). Nilai tambah bisa berupa harga murah, parkir gratis dan juga hal-hal yang bisa membuat konsumen penasaran.
2. Sensational offer. Yakni tawaran yang lebih menggiurkan kepada konsumen untuk melakukan aksi pembelian. Contohnya seperti yang dilakukan Lion Air dengan program: “Terbang dengan Lion Air, pulang bawa BMW”. Nah, Sensational offer ini menurut TDW ada tiga, yakni hadiah, diskon dan limit. Limit mengundang rush. Dengan begitu, BEP bisa dengan cepat diraih.
3. Powerfull promise. Misalnya dengan memberikan garansi yang luar biasa.
Kedua, berikan penawaran yang konsumen tidak bisa menolaknya. Ketiga, copywriting yang harus mengena dengan target market. Keempat, gunakan 12 jurus yang cukup ampuh dan sangat mengena terhadap market, yaitu, press release publishity, reference, endorshment, iklan utamakan dengan barter, direct sales, direct agent, direct mail, house benefesary/ada induknya, telemarketing, joint venture, canvasing/pameran dan seminar.
Menurut TDW, cara-cara untuk mempercepat BEP tersebut tidak sulit. Kuncinya, harus bisa jualan. Dan itu harus mengikuti konsep yang disebut TDW sebagai marketing revolution. "Sangat gampang," kata penulis buku Financial Revolution tersebut.
Kuncinya, tandas TDW, terletak pada marketing, kontrol dan SDM. Tiga hal ini menjadi satu kesatuan. Untuk mengukur SDM itu baik, bisa dilihat dari produktifitasnya yang harus terkait langsung dengan penghasilannya. "Tanpa kecuali, semua jenis usaha bisa mempercepat BEP. Syaratnya yang tadi saya ungkapkan," tandasnya.
Namun, jika produknya tidak mendukung, sistem marketingnya tidak jalan dan sales-nya tidak punya passion, akan menjadi kendala bagi bisnis yang dijalankan untuk meraih BEP secara cepat.
Sumber : Majalah Info Franchise Indonesia
www.majalahfranchise
Tuesday, September 21, 2010
Resep Mie Goreng Seafood
Resep Mie Goreng Seafood
Mie goreng adalah menu yang disukai hampir semua kalangan. Selain praktis, rasanya juga lezat dan juga banyak variasi daging yang bisa dipakai. Kali ini kami mengulas tentang resep mie goreng seafood yang bisa anda coba di rumah untuk keluarga.
Untuk pilihan seafood, anda bisa gunakan udang, cumi, ikan atau bakso ikan. Tips dari kami, saat merebus mie kering jangan terlalu matang. Karena saat digoreng kembali akan menjadi terlalu lembek. Bisa juga membeli mie segar yang banyak terdapat di supermarket.
Resep Mie Goreng Seafood
Print
Waktu persiapan
15 minit
Waktu memasak
15 minit
Waktu total
30 minit
Penulis: DebbZie
Macam resep: Main
Cuisine: Indonesian
Saran penyajian: 2
Bahan-bahan
Bahan:
200 gram mie kering, rebus dan tiriskan
50 gram udang, kupas
1 ekor cumi, kerat dan potong kotak
5 butih bakso ikan, belah 4
2 butir telur, kocok lepas
1 batang daun bawang, potong 2 cm
kecambah segar sesuai selera
2 sdm minyak goreng
Bumbu:
2 siung bawang putih, cincang
1 sdm kecap asin
2 sdm kecap manis
½ sdm arak masak
1 sdm saus tiram
½ sdt merica
Cara membuat
Mie goreng adalah menu yang disukai hampir semua kalangan. Selain praktis, rasanya juga lezat dan juga banyak variasi daging yang bisa dipakai. Kali ini kami mengulas tentang resep mie goreng seafood yang bisa anda coba di rumah untuk keluarga.
Untuk pilihan seafood, anda bisa gunakan udang, cumi, ikan atau bakso ikan. Tips dari kami, saat merebus mie kering jangan terlalu matang. Karena saat digoreng kembali akan menjadi terlalu lembek. Bisa juga membeli mie segar yang banyak terdapat di supermarket.
Resep Mie Goreng Seafood
Waktu persiapan
15 minit
Waktu memasak
15 minit
Waktu total
30 minit
Penulis: DebbZie
Macam resep: Main
Cuisine: Indonesian
Saran penyajian: 2
Bahan-bahan
Bahan:
200 gram mie kering, rebus dan tiriskan
50 gram udang, kupas
1 ekor cumi, kerat dan potong kotak
5 butih bakso ikan, belah 4
2 butir telur, kocok lepas
1 batang daun bawang, potong 2 cm
kecambah segar sesuai selera
2 sdm minyak goreng
Bumbu:
2 siung bawang putih, cincang
1 sdm kecap asin
2 sdm kecap manis
½ sdm arak masak
1 sdm saus tiram
½ sdt merica
Cara membuat
- Panaskan minyak dan goreng telur, angkat dan sisihkan
- Tumis bawang putih sampai harum
- Masukkan udang, bakso ikan dan cumi, aduk
- Tambahkan mie, telur goreng, daun bawang, kecambah, kecap asin, kecap manis, saus tiram, arak masak dan merica. Aduk rata hingga matang
- Angkat dan hidangkan
Sunday, September 19, 2010
Bisnis ayam kampung, rezeki orang kota
Bisnis ayam kampung, rezeki orang kota
Sindonews.com - Ketika sebagian besar peternak ayam terlena dengan kokok ayam broiler, ternyata kokok ayam kampung masih mempunyai harapan bagi para peternak ayam.
Di tengah gempuran para pemodal besar yang siap menjamin pasar ayam broiler, masih ada yang membuktikan produk kampung tidak berarti rejekinya kampungan. Dari sebidang lahan di Kampung Burangkeng, Setu, Bekasi, Bambang Krista membuktikan jika ayam kampung bisa menjadi rezeki kota.
Berawal sejak tahun 1990, Bambang telah mulai menggeluti bisnis ternak ayam tersebut. Mengawali karier dengan ayam broiler, akhirnya lulusan Fakultas Peternakan Undip Semarang ini memutuskan beralih ke ayam kampung. Peralihan itu disebabkan kondisi krisis 1998 yang mengguncang kondisi penjualan ayam broiler, di mana harga pakannya naik drastis mengikuti harga tukar dolar saat itu.
Akibatnya, banyak peternak yang kehabisan modal karena harga jual pun ternyata jatuh. “Waktu itu ekonomi lagi sulit, orang beli beras saja sudah bagus,”ucapnya. Namun, kondisi tersebut tidak mematahkan semangat pria kelahiran 5 Oktober 1963 di Solo ini untuk bangkit kembali bersama dengan bisnis peternakan ayam.
Pada tahun 2005 Bambang memulai usaha DOC (daily old chicken) atau ayam umur sehari. DOC juga dikenal sebagai pithik di kalangan masyarakat Jawa. Pada lahan seluas tiga hektar, usaha tersebut menyasar segmen pasar secara umum. Baik itu pengusaha yang berniat melakukan diversifikasi, ataupun para calon pengusaha ayam kampung yang ingin belajar.
Dalam usahanya, pria asal Solo ini mempunyai tiga produk utama, yaitu DOC, telur, dan ayam konsumsi. DOC juga dapat dibagi dua, yaitu kelas super dan kelas murni. Sedangkan, ayam konsumsi dapat dibagi dua, yaitu dalam kondisi hidup ataupun kondisi siap yang diolah.“Untuk DOC yang kelas super itu, berarti ayam dari hasil persilangan dengan berbagai jenis,”jelasnya.
Bambang juga menjelaskan jika di peternakannya dalam seminggu produksi DOC dapat mencapai 40.000, kemudian telur bisa mencapai 10.000 butir. Sedangkan, produksi ayam konsumsi bisa melayani 1.500 per hari. “Suplai ayam konsumsi untuk usaha ayam goreng di Jabodetabek,”ujarnya.
Dengan harga jual untuk DOC sebesar Rp4.000– 5.000 per ekor, Rp1.200–1.500 per butir untuk telur, dan Rp25.000 Rp35.000/kg untuk ayam konsumsi, serta Rp28.000/kg untuk ayam hidup. Walaupun sempat berat di awal usahanya akibat sulitnya mencari pinjaman dalam memulai usaha ayam kampung ini, kini ia boleh berbangga dengan omzetnya dalam sebulan yang mampu menembus Rp400 juta.
Kondisi ini tentu saja berbeda dengan dulu, bahkan kini semakin banyak tawaran berbagai bank untuk meminjamkan modal usaha kepadanya. Sebelum berkembang menjadi produk DOC, Bambang memilih memulai usahanya dengan produk telur ayam kampung. Pemilihan untuk berawal dari telur karena telur lebih aman dibanding ayam, sehingga bagus jika kita baru merintis usaha.
Produk telur dapat disimpan hingga jangka waktu tiga minggu, berbeda dengan ayam yang harus segera dijual jika tidak mau pembeli lari karena berat ayam yang tidak sesuai permintaan sedangkan telur cukup hanya dengan mengawasi kondisi tempat penyimpanan. Keuntungan lainnya ialah kita tidak perlu memperhatikan berat telur seperti ayam, jadi lebih mudah dalam mengelolanya.
Dalam perkembangannya alumnus Undip ini melihat peluang yang dapat dimanfaatkan. Hal tersebut ia sadari karena masih sedikit pengusaha ayam yang mau menggarap breeding farm ayam kampung karena itu berarti pengusaha hanya mendapatkan uang receh. Karena, konsumen ayam kampung memang masih berada dalam skala menengah, dengan tingkat permintaan 300–500 ekor.
Berbeda dengan bisnis ayam broiler di mana pasar sudah terbentuk mapan untuk konsumsi skala besar. Kondisi tersebut sering dianggap tidak efektif bagi banyak pengusaha, sehingga malas untuk menggarapnya. Sementara, Bambang tetap optimistis untuk menggarap pasar breeding farm ayam kampung tersebut dan untuk itu ia harus sedikit repot dan sabar mengurusi permintaan dari berbagai lokasi.
Kondisi tersebut membuat ia harus membina pelanggannya hingga akhirnya saat ini ia mempunyai pembeli yang secara rutin membeli 4.000 ekor DOC setiap minggunya. “Walaupun ini uang receh, tapi kalau dikumpulkan yalumayan juga,”ucapnya.
Pembinaan pelanggan ini betul-betul ia seriusi, hal ini dapat terlihat dengan diterbitkannya beberapa buku mengenai pengelolaan usaha ayam kampung oleh Bambang Krista. Membuat buku dan mengadakan pelatihan ternyata menjadi sarana promosi yang efektif hingga saat ini.
Kegiatan tersebut memberikan keuntungan dalam dua arah, bagi Bambang dan juga pelanggannya. Kegiatan tersebut berarti membuka peluang seluasluasnya bagi semua orang yang ingin mencoba usaha ternak ayam kampung.
Masih sepinya pasar breeding farm ayam kampung ini juga diakibatkan kebijakan pemerintah yang menjaga korporasi besar untuk tidak turut bermain dalam ternak ayam kampung. Jika pemodal besar ikut bermain, maka dapat dipastikan para peternak lokal tidak akan mampu mengontrol harga produk di pasar. (mai)
Wednesday, September 8, 2010
Lima Pedoman yang Membuat Anda Gagal
Anda barangkali sudah sering mendengar tentang program terbaru yang disusun untuk menjamin kesuksesan. Banyak program yang membantu Anda untuk menggapai apa yang Anda inginkan. Kebanyakan mengklaim sebagai seri panduan sederhana yang mudah diikuti dan beberapa yang menawarkan jaminan.
Di franchising juga tidak berbeda. Ada berbagai macam referensi yang memuat garis besar panduan untuk mencapai sukses di bisnis franchise. Beberapa menekankan pentingnya seleksi real estate dan negosiasi sewa. Lainnya mendiskusikan jasa training dan ongoing support. Dan beberapa juga mendiskusikan bagaimana me-manage lini atas dan lini bawah di bisnis Anda. Semuanya merupakan elemen yang sangat penting untuk menangguk profit di bisnis franchise. Tetapi kebanyakan perusahaan franchise tidak menggaransi keberhasilan.
Bagaimanapun, ada satu pendekatan bahwa semua perusahaan franchise setuju membuat garansi. Pendekatan ini tidak memiliki nama dan tidak banyak tulisan tentang konsep ini, tetapi strateginya setua usaha franchise itu sendiri. Ribuan franchisee dari berbagai tipe usaha dan berbagai industri merasakan pendekatan ini dan secara konsisten telah meraih hasilnya.
Satu kekurangan dari program ini, adalah hasil yang Anda raih yang menjamin kegagalan. Sekarang, untuk pertama kalinya, lima pedoman yang menjamin kegagalan tertuang sebagai berikut:
Pedoman Pertama:
Pilih Usaha Franchise yang Berbasis pada Apa yang Dijualnya
Kebanyakan dari franchisee yang sukses melihat pada berbagai faktor sebelum memutuskan membeli usaha. Kunci kriterianya termasuk:
1. Harapan terhadap gaya hidup mereka dan jadwal kerja.
2. Kekuatan dan kelemahan mereka
3. Income yang mereka butuhkan dan investasi yang rasional bisa ditanamkan
4. Pasar dan lokasi
5. Pemahaman mereka tentang kemampuan-kemampuan penting untuk sukses sebagai franchisee
Untuk gagal, Anda tidak perlu perhatian alias cuek terhadap faktor-faktor ini. Idenya adalah memilih franchise berdasarkan semata-mata perasaan Anda tentang produk dan franchise. Pilihlah perusahaan sebab Anda familier dengan produk atau service, atau Anda berpikir mungkin bisa merasa senang dan Anda merasa tepat dengan jalan yang Anda pilih. Contohnya, jika Anda dapat mengoperasikan program VCR, Anda akan mempertimbangkan untuk memilih franchise rental video. Jika Anda bisa membuat sandwich atau burger, berpikirlah usaha fast food. Kesalahan dalam mempertimbangkan secara hati-hati tujuan Anda, kemampuan dan parameter keuangan adalah bagian yang paling jelas dalam membuat keputusan yang buruk.
Pedoman Kedua:
Abaikan dokumen
Di Amerika Serikat, franchise memiliki UFOC (Uniform Franchise Offering Circular) yang menggambarkan secara detil status terakhir bisnis mereka. Dokumen ini menyediakan informasi tantang sejarah perusahaan, tim manajemen, training dan program pemasaran, semua biaya dan fee serta termasuk rate keesuksesan dari para franchisee.
Para franchisee yang sukses menggunakan UFOC sebagai informasi kunci untuk membantu mengevaluasi perusahaan franchise dan mendasarkan keputusan mereka pada isi di dalam dokumen tersebut. Selama me-review, mereka memiliki pemahaman yang jelas bagaimana tren pertumbuhan, apa program support-nya. Beberapa disclosur juga menyediakan kemungkinan yang bisa Anda peroleh yang bisa membantu mengestimasi potensi yang bisa Anda raih di bisnis itu. Bagi calon franchisee di Indonesia, apa yang ada di UFOC bisa dijadikan sebagai salah satu sumber perbandingan yang bersifat prinsipil untuk meneliti perusahaan franchise sebelum membelinya.
Tetapi, untuk menjamin kegagalan, cuekin beberapa yang termaktub di dokumen, dan Anda akan kehilangan beberapa peringatan terhadap perusahaan yang buruk. Anda tidak akan mengenal perkara-perkara yang terjadi dengan franchisee mereka atau jika mereka telah menutup beberapa unit bisnis selama dua tahun terakhir. Mengabaikan ini di dalam proses investigasi akan meletakkan Anda pada fast track untuk gagal.
Pedoman Ketiga:
Jangan Minta Keterangan Existing Franchisee
Ketika investigasi franchise kebanyakan orang merasa bahwa informasi yang tersedia sebagai sumber penting dan mereka menerimanya dari existing franchisee. Para franchisee ini hidup dan bernafas dengan bisnis setiap hari dan telah melalui berbagai pengalaman, sedangkan Anda baru pada tahap merenungkannya.
Keterangan dari franchisee biasanya dimulai dengan seri pertanyaan umum untuk membantu menentukan lifestyle franchisee.—berapa jam mereka bekerja, apa yang mereka lakukan dalam berkerja dan seberapa suka mereka terhadap bisninya itu. Keterangan ini juga meliputi masalah efektifitas dari program training pendahuluan, contoh ongoing support yang mereka terima dari franchisor dan kekuatan dari sistem pemasaran. Mereka umumnya mengakhiri dengan diskusi tentang franchise opportunity yang secara praktis mengijinkan Anda untuk memperjelas income yang Anda harapkan di bisnis.
Pedoman ketiga ini intinya menjamin kegagalan; “Jangan tanyai existing franchisees.” Dengan tidak menggunakan sumber ini, Anda secara senang bisa menemukan yang Anda inginkan untuk diri Anda. Anda akan segera menermukan tentang training dan support, jam kerja dan tugas-tugas yang harus Anda lakukan serta keuangan yang bisa Anda peroleh. Meloncati langkah ini adalah keharusan untuk meyakinkan penyelesaian buruk untuk segala usaha franchise.
Pedoman Keempat:
Lempar Dadu dalam Membuat Keputusan
Ketika sudah waktunya untuk memutuskan bisnis franchise yang ingin dibeli, pembeli yang cerdik akan melakukan proses evaluasi. Mereka secara hati-hati menghimpun sejumlah informasi yang mereka butuhkan dengan memahaminya. Mereka akan membandingkan pemahaman ini dengan goal dan harapannya terhadap bisnis untuk memmbuatnya yakin bahwa bisnis tersebut sesuai dengan karakter yang diinginkan. Mereka terus mencari sampai menemukan bisnis yang tepat.
Untuk menjamin kegagalan, abaikan proses ini, dan lakukanlah dengan cara melempar dadu. Cara ini mengamankan waktu dan akan menghindari frustasi ketika Anda sadar dalam proses pencarian tidak menemukan komparasi yang bisa Anda ikuti sebagai pijakan. Yang terbaik dari itu semua, sejak Anda merubah sukses secara acak, Anda bisa menghilangkan beberapa rasa tanggung jawab personal untuk penghasilan. Ini salah satu cara Anda akan menemukan perusahaan yag buruk.
Pedoman Kelima:
Ingat Kata Kunci di Franchising-Inovate!
Kunci sukses kesempatan di bisnis franchise adalah kehati-hatian membangun sistem untuk menjalankan bisnis. Perusahaan franchise menghabiskan bertahun-tahun percobaan dan perbaikan sistem mereka, sehingga bisa mengajarkan kepada franchisee baru secara tepat bagaimana memasarkan dan mengoperasikan bisnis untuk meraih sukses secara maksimum secepat mungkin. Sistem ini secara baik terdokumentasi dan menjadi panduam yang menjelaskan kepada franchisee baru metode paling efektif segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk dilakukan.
Untuk gagal, Anda perlu mengabaikan sistem yang telah terbukti dan buatlah inovasi pada setiap kesempatan. Anda hanya boleh nemiliki beberapa ide yang lebih baik untuk kegiatan pemasaran dan operasi bisnis, dan Anda tidak pernah tahu jika tidak mencobanya. Kuncinya, menggunakan sistem pelatihan dari franchisor sebagai permulaan dan selanjutnya test ide yang Anda dapat. Potonglah sistem yang mapan yang telah dibuktikan oleh franchisor bertahun-tahun, selanjutnya bangun sesuai dengan keinginan Anda, maka dapat dipastikan Anda akan gagal.
Kesimpulannya, mengikuti sebagian dari pedoman ini atau mengikuti semuanya akan membantu Anda mencapai kegagalan di bisnis franchise. Asumsinya bahwa kegagalan bukan tujuan real Anda, sebaliknya fokuslah kepada kebalikan dari pedoman itu, maka hasilnya akan jauh lebih positif.
Nasihat terbaik yang harus diikuti ketika mempertimbangkan franchise adalah menemukan sebanyak mungkin informasi. Hati-hati menentukan karakteristik bisnis yang Anda inginkan. Pelajari materi-materi yang disediakan oleh perusahaan franchise dan lakukanlah riset melalui existing franchisee. Buatlah keputusan berdasarkan informasi ini dan kemdian ikuti sistem secara sempurna yang diberikan oleh perusahaan franchise. Hasilnya boleh jadi tidak bisa dijamin, tetapi itu akan lebih baik.
www.majalahfranchise.com
Subscribe to:
Comments (Atom)
