SELAMAT DATANG di WARALABA AYAM PENYET.... Ambil Peluang Usaha AYAM PENYET... SEKARANG!!!!

CARA MEMASAK AYAM PENYET SECARA UMUM

Wednesday, September 8, 2010

Lima Pedoman yang Membuat Anda Gagal


Anda barangkali sudah sering mendengar tentang program terbaru yang disusun untuk menjamin kesuksesan. Banyak program yang membantu Anda untuk menggapai apa yang Anda inginkan. Kebanyakan mengklaim sebagai seri panduan sederhana yang mudah diikuti dan beberapa yang menawarkan jaminan.
Di franchising juga tidak berbeda. Ada berbagai macam referensi yang memuat garis besar panduan untuk mencapai sukses di bisnis franchise. Beberapa menekankan pentingnya seleksi real estate dan negosiasi sewa. Lainnya mendiskusikan jasa training dan ongoing support. Dan beberapa juga mendiskusikan bagaimana me-manage lini atas dan lini bawah di bisnis Anda. Semuanya merupakan elemen yang sangat penting untuk menangguk profit di bisnis franchise. Tetapi kebanyakan perusahaan franchise tidak menggaransi keberhasilan.
Bagaimanapun, ada satu pendekatan bahwa semua perusahaan franchise setuju membuat garansi. Pendekatan ini tidak memiliki nama dan tidak banyak tulisan tentang konsep ini, tetapi strateginya setua usaha franchise itu sendiri. Ribuan franchisee dari berbagai tipe usaha dan berbagai industri merasakan pendekatan ini dan secara konsisten telah meraih hasilnya.
Satu kekurangan dari program ini, adalah hasil yang Anda raih yang menjamin kegagalan. Sekarang, untuk pertama kalinya, lima pedoman yang menjamin kegagalan tertuang sebagai berikut:
Pedoman Pertama:

Pilih Usaha Franchise yang Berbasis pada Apa yang Dijualnya

Kebanyakan dari franchisee yang sukses melihat pada berbagai faktor sebelum memutuskan membeli usaha. Kunci kriterianya termasuk:
1. Harapan terhadap gaya hidup mereka dan jadwal kerja.
2. Kekuatan dan kelemahan mereka
3. Income yang mereka butuhkan dan investasi yang rasional bisa ditanamkan
4. Pasar dan lokasi
5. Pemahaman mereka tentang kemampuan-kemampuan penting untuk sukses sebagai franchisee
Untuk gagal, Anda tidak perlu perhatian alias cuek terhadap faktor-faktor ini. Idenya adalah memilih franchise berdasarkan semata-mata perasaan Anda tentang produk dan franchise. Pilihlah perusahaan sebab Anda familier dengan produk atau service, atau Anda berpikir mungkin bisa merasa senang dan Anda merasa tepat dengan jalan yang Anda pilih. Contohnya, jika Anda dapat mengoperasikan program VCR, Anda akan mempertimbangkan untuk memilih franchise rental video. Jika Anda bisa membuat sandwich atau burger, berpikirlah usaha fast food. Kesalahan dalam mempertimbangkan secara hati-hati tujuan Anda, kemampuan dan parameter keuangan adalah bagian yang paling jelas dalam membuat keputusan yang buruk.
Pedoman Kedua:
Abaikan dokumen
Di Amerika Serikat, franchise memiliki UFOC (Uniform Franchise Offering Circular) yang menggambarkan secara detil status terakhir bisnis mereka. Dokumen ini menyediakan informasi tantang sejarah perusahaan, tim manajemen, training dan program pemasaran, semua biaya dan fee serta termasuk rate keesuksesan dari para franchisee.
Para franchisee yang sukses menggunakan UFOC sebagai informasi kunci untuk membantu mengevaluasi perusahaan franchise dan mendasarkan keputusan mereka pada isi di dalam dokumen tersebut. Selama me-review, mereka memiliki pemahaman yang jelas bagaimana tren pertumbuhan, apa program support-nya. Beberapa disclosur juga menyediakan kemungkinan yang bisa Anda peroleh yang bisa membantu mengestimasi potensi yang bisa Anda raih di bisnis itu. Bagi calon franchisee di Indonesia, apa yang ada di UFOC bisa dijadikan sebagai salah satu sumber perbandingan yang bersifat prinsipil untuk meneliti perusahaan franchise sebelum membelinya.
Tetapi, untuk menjamin kegagalan, cuekin beberapa yang termaktub di dokumen, dan Anda akan kehilangan beberapa peringatan terhadap perusahaan yang buruk. Anda tidak akan mengenal perkara-perkara yang terjadi dengan franchisee mereka atau jika mereka telah menutup beberapa unit bisnis selama dua tahun terakhir. Mengabaikan ini di dalam proses investigasi akan meletakkan Anda pada fast track untuk gagal.
Pedoman Ketiga:
Jangan Minta Keterangan Existing Franchisee
Ketika investigasi franchise kebanyakan orang merasa bahwa informasi yang tersedia sebagai sumber penting dan mereka menerimanya dari existing franchisee. Para franchisee ini hidup dan bernafas dengan bisnis setiap hari dan telah melalui berbagai pengalaman, sedangkan Anda baru pada tahap merenungkannya.
Keterangan dari franchisee biasanya dimulai dengan seri pertanyaan umum untuk membantu menentukan lifestyle franchisee.—berapa jam mereka bekerja, apa yang mereka lakukan dalam berkerja dan seberapa suka mereka terhadap bisninya itu. Keterangan ini juga meliputi masalah efektifitas dari program training pendahuluan, contoh ongoing support yang mereka terima dari franchisor dan kekuatan dari sistem pemasaran. Mereka umumnya mengakhiri dengan diskusi tentang franchise opportunity yang secara praktis mengijinkan Anda untuk memperjelas income yang Anda harapkan di bisnis.
Pedoman ketiga ini intinya menjamin kegagalan; “Jangan tanyai existing franchisees.” Dengan tidak menggunakan sumber ini, Anda secara senang bisa menemukan yang Anda inginkan untuk diri Anda. Anda akan segera menermukan tentang training dan support, jam kerja dan tugas-tugas yang harus Anda lakukan serta keuangan yang bisa Anda peroleh. Meloncati langkah ini adalah keharusan untuk meyakinkan penyelesaian buruk untuk segala usaha franchise.
Pedoman Keempat:
Lempar Dadu dalam Membuat Keputusan
Ketika sudah waktunya untuk memutuskan bisnis franchise yang ingin dibeli, pembeli yang cerdik akan melakukan proses evaluasi. Mereka secara hati-hati menghimpun sejumlah informasi yang mereka butuhkan dengan memahaminya. Mereka akan membandingkan pemahaman ini dengan goal dan harapannya terhadap bisnis untuk memmbuatnya yakin bahwa bisnis tersebut sesuai dengan karakter yang diinginkan. Mereka terus mencari sampai menemukan bisnis yang tepat.
Untuk menjamin kegagalan, abaikan proses ini, dan lakukanlah dengan cara melempar dadu. Cara ini mengamankan waktu dan akan menghindari frustasi ketika Anda sadar dalam proses pencarian tidak menemukan komparasi yang bisa Anda ikuti sebagai pijakan. Yang terbaik dari itu semua, sejak Anda merubah sukses secara acak, Anda bisa menghilangkan beberapa rasa tanggung jawab personal untuk penghasilan. Ini salah satu cara Anda akan menemukan perusahaan yag buruk.
Pedoman Kelima:
Ingat Kata Kunci di Franchising-Inovate!
Kunci sukses kesempatan di bisnis franchise adalah kehati-hatian membangun sistem untuk menjalankan bisnis. Perusahaan franchise menghabiskan bertahun-tahun percobaan dan perbaikan sistem mereka, sehingga bisa mengajarkan kepada franchisee baru secara tepat bagaimana memasarkan dan mengoperasikan bisnis untuk meraih sukses secara maksimum secepat mungkin. Sistem ini secara baik terdokumentasi dan menjadi panduam yang menjelaskan kepada franchisee baru metode paling efektif segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk dilakukan.
Untuk gagal, Anda perlu mengabaikan sistem yang telah terbukti dan buatlah inovasi pada setiap kesempatan. Anda hanya boleh nemiliki beberapa ide yang lebih baik untuk kegiatan pemasaran dan operasi bisnis, dan Anda tidak pernah tahu jika tidak mencobanya. Kuncinya, menggunakan sistem pelatihan dari franchisor sebagai permulaan dan selanjutnya test ide yang Anda dapat. Potonglah sistem yang mapan yang telah dibuktikan oleh franchisor bertahun-tahun, selanjutnya bangun sesuai dengan keinginan Anda, maka dapat dipastikan Anda akan gagal.
Kesimpulannya, mengikuti sebagian dari pedoman ini atau mengikuti semuanya akan membantu Anda mencapai kegagalan di bisnis franchise. Asumsinya bahwa kegagalan bukan tujuan real Anda, sebaliknya fokuslah kepada kebalikan dari pedoman itu, maka hasilnya akan jauh lebih positif.
Nasihat terbaik yang harus diikuti ketika mempertimbangkan franchise adalah menemukan sebanyak mungkin informasi. Hati-hati menentukan karakteristik bisnis yang Anda inginkan. Pelajari materi-materi yang disediakan oleh perusahaan franchise dan lakukanlah riset melalui existing franchisee. Buatlah keputusan berdasarkan informasi ini dan kemdian ikuti sistem secara sempurna yang diberikan oleh perusahaan franchise. Hasilnya boleh jadi tidak bisa dijamin, tetapi itu akan lebih baik.
www.majalahfranchise.com

No comments:

Post a Comment