Peluang Usaha Jualan Nasi Goreng -
Selamat datang kami ucapkan kepada pengunjung setia dari blog peluang usaha ini, pada kesempata kali ini kami ingin membagikan sebuah ulasan peluang usaha yang berkaitan dengan bisnis jualan makanan. Makanan tersebut ialah nasi goreng, siapa sih yang tidak kenal dengan makanan sejuta umat ini.
Nasi goreng hingga saat ini belum di ketahui dari mana asal muasalnya, ada yang mengatakan bahwa makanan ini berasal dari Tiongkok, ada juga yang mengatakan nasi goreng merupakan makanan asli Indonesia. Namun yang pasti nasi goreng merupakan makanan yang cukup familiar dan tersebar di berbagai penjuru dunia.
Peluang Usaha Jualan Nasi Goreng Analisa Modal dan Keuntungan
Untuk usaha nasi goreng sendiri terbilang cukup ramai, hampir di semua daerah dan lokasi ada saja warung atau pedagang yang menjual nasi goreng. Makanan yang satu ini cukup di sukai semua golongan dan tidak memandang status sosial, nasi goreng sendiri sama halnya dengan bakso, dapat kita temui dimana saja.
Melihat hal tersebut, prospek usaha jualan nasi goreng cukup menjanjikan selama kita mau berusaha dan memenangkan persaingan. Bagi anda yang memang berminat mendirikan usaha jualan nasi goreng alangkah baiknya membaca beberapa hal berikut ini.
Peluang Usaha Jualan Nasi Goreng
1. Tempat Usaha Nasi Goreng
Hal pertama yang wajib anda perhatikan ialah tempat usaha anda berjualan nasi goreng. Sebelum memulainya anda harus memastikan dimana anda nanti menjual nasi goreng. Untuk tempat usaha ini pastikan memilih lokasi yang strategis dan dekat dengan keramaian. Jika anda memiliki modal yang cukup maka anda bisa membuka warung nasi goreng, namun jika modal yang anda punya pas-pasan maka anda dapat menjualnya menggunakan gerobak dorong dan dapat anda jajakan di tempat yang ramai.
2. Perlengkapan Usaha Nasi Goreng
Perlengkapan usaha ini masuk dalam modal usaha yang mana modal yang di butuhkan untuk membeli perlengkapan tergantung dari jumlah dan jenis perlengkapan. Sebenarnya perlengkapan yang dibutuhkan untuk membuka usaha nasi goreng tidak berbeda jauh dengan usaha makanan lainnya. Ini dia beberapa barang yang di butuhkan.
- Gerobak/Etalase : Rp. 2.500.000
- Kompor dan Tabung Gas : Rp. 300.000
- Peralatan Masak : Rp. 200.000
- Peralatan Makan : Rp. 200.000
- Meja kursi: Rp. 200.000
- Lain-Lain 200.000
- Kisaran total modal : Rp. 3.600.000
Untuk modal awal sebenarnya cukup bervariasi tergantung tersedia tidaknya barang tersebut, selain itu tergantung juga dengan keahlian anda. Misalnya jika anda bisa membuat gerobak sendiri, maka anda bisa memangkas modal untuk membeli gerobak hingga Rp. 1.500.000. Selian itu anda juga bisa meminimalisir modal apabila memiliki perlengkapan tersebut di rumah anda.
3. Cita Rasa Nasi Goreng
Hal yang paling di utamakan oleh pembeli ialah rasa, dimana jika rasa dari nasi goreng tersebut enak maka dapat di pastikan jika pembeli akan suka dan menjadi pelanggan tetap anda. Maka dari itu buatlah nasi goreng yang penuh dengan cita rasa dan di sajikan sekreatif mungkin dengan tambahan berbagai bahan yang membuat tampilan nasi goreng tidak membosankan.
Kami rasa 3 hal di atas merupakan hal pokok yang harus anda perhitungkan matang-matang. Dengan perhitungan serta planing yang tepat maka usaha jualan nasi goreng anda akan laris manis, semoga saja ya...
Semua usaha pasti ada resikonya, termasuk usaha nasi goreng ini, Resiko berjualan nasi goreng ialah turunnya jumlah konsumen ketika hujan turun, persaingan yang ketat, kalah promosi dan hal lainnya yang bersangkutan.
Kami rasa cukup sekian yang dapat kami bagikan, semoga saja dapat mengispirasi anda, jangan lupa untuk membaca ulasan peluang usaha lainnya hanya di blog ini, terimakasih telah berkunjung dan membaca Peluang Usaha Jualan Nasi Goreng.
Dibuka PELUANG WARALABA AYAM PENYET JOGJA-JOGJA. Pilihan bisnis Tepat Saat ini. Miliki Passive Income dari Usaha Anda sendiri. Anda memiliki Usaha Tanpa harus repot dengan pengelolaan yang ribet. Anda tinggal terima hasil setiap bulannya. INFO WARALABA : TELP/WA.0857.9928.1950
CARA MEMASAK AYAM PENYET SECARA UMUM
Sunday, January 22, 2012
Tuesday, January 3, 2012
Meraup Sukses Lewat Bisnis Sambel Pecel
Sambel pecel merupakan makanan khas jawa timur. Sambal ini banyak digemari masyarakat. Niken menjadi penjual sambel pecel yang meraih sukses.
Semua usaha akan membuahkan hasil jika usaha itu dijalankan dengan baik dan teliti. Memang cara ini juga tak mudah bila orang yang memperkerjakannya tidak sungguh-sungguh. Fokus pada usaha yang akan kita capai merupakan hal yang terpenting. Tak lantas itu saja kita juga dituntut untuk usaha yang keras agar kata sukses mudah kita jalani.
Kisah sukses ini juga dilewati Maria Magdalena Niken. Warga Kediri ini sukses merintis bisnis sambel pecel yang mulanya memang membutuhkan usaha yang keras.
Ibu satu anak ini memang akrab disapa Niken tak mengira jika usaha yang didirikannya dari tahun 2006 ini kini usahanya kian sukses. Usahanyapun terus berkibar hingga menembus luar daerah dari Jakarta sampai Kalimantan.
Istri dari Galih Wiyono ini juga mengungkap jika dalam mengawali usahanya dimulai dari 0 dan tak berbekal pengalaman apapun. Memang awalnya usaha ini dimulai dari ajakan ketua setempat . “ Pada waktu itu saya diminta ikut latihan usaha oleh Ibu Sutrisno yang dulu selaku ketua PKK setempat. Kinipun beliau sudah beralih menjadi Bupati,” ujar Niken.
Penuturan istri dari Galih Wiyono pekan lalu, dia mengawali usaha rumah tangga itu dari nol alias tanpa pengalaman apapun. Usahanya itu berawal dari dorongan ketua PKK setempat. “Saat itu saya disuruh ikut pelatihan usaha oleh Ibu Sutrisno yang waktu itu masih menjabat ketua PKK. Kalau saat ini beliau kan sudah menjadi Bupati,” kata Niken.
Dengan adanya pelatihan tersebut memang membuat ia makin bersemangat dalam usaha Bahkan makin bergairah karena dari latihan itu hasilnyapun dapat dijual. Banyak sekali permintaan akan sambel pecel dari Malaysia.
Tiap bulan usahanya kini semakin berkembang. Dengan memperkerjakan seoarng karyawan kini Niken mampu menghasilkan 4 hingga 6 kwintal sambhel pecel.
Dalam memasarkan produk sambel pecelnya harganyapun dibanderol menurut ukuran kemasan. Untuk kemasan dengan ukuran 400 gram dipatok seharga Rp 13.500. Sedangkan untuk ukuran 1 kilogram dia membanderol senilai Rp 30.000.
Usahanya dia buat langsung di rumah sendiri yang berlokasi di Jalan Pamenang IV Perum Katang B 11 Kabupaten Kediri. Dia memilih lokasi rumahnya sendiri lantaran dalam memproduksi sambelnya sudah memakai mesin.
Dalam tiap bulannya dia dapat meraup omzet berkisar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta rupiah. Dia juga mengaku jika usaha sampingannya ini sudah mampu membiayai kebutuhannya sehari-hari.
Dengan mengusung nama Miraos, produksi sambelnya kini juga meraih penghargaan dari BPOM. Piagam Bintang Keamanan Pangan Satu bisa ia peroleh dari sanitasi dan peralatan, higienitas karyawan, penanganan dan penyimpanan pangan yang memang kerap ia jaga.
Usahanya ini juga bukan tanpa kendala, Niken juga cukup dipersulitkan saat menghadapi kenaikan kacang tanah. Ketika bahan itu melonjak , harga jualnya sambalnypun juga ikut menaik.
Untuk kedepannya Niken berujar akan memperbaiki usahanya agar lebih baik lagi. Langkah pertama yang akan ia tempuh yakni membuat konsep kemasan agar terlihat lebih cantik dan menarik dengan bervariasi ukuran. Sekarang ini memang Cuma ada ukuran 400 gram dan 1 kilogram saja.
Tertarik dengan usaha sambal pecel ini ! Usaha pembuatan sambal ini juga tak ada salahnya untuk anda jajaki. Siapa tahu kesuksesan sambal pecel niken menular ke Anda :)
Monday, January 2, 2012
Peluang Bisnis “Keripik Tempe”
Keripik tempe adalah makanan ringan yang sangat gurih dan renyah. Banyak sekali yang menyukai keripik tempe ini, baik untuk cemilan ataupun sebagai teman makan nasi. Berbisnis keripik tempe ini sangatlah menjanjikan dan bisa untung besar.
Apakah Anda sudah pernah berkunjung ke kota Cilacap?? Nah kota Cilacap ini memiliki berbagai aneka jajanan khas, salah satunya adalah keripik tempe yang diproduksi oleh industry rumahan yang bertempat di Desa Rawaapu, Patimuan, Cilacap. Cara membuatnya pun sangat mudah, caranya adalah Tempe diiris tipis-tipis kemudian dicelupkan ke adonan tepung terigu yang sudah dibumbui kemudian digoreng dengan minyak goreng sampai kering kecoklatan. Sehingga hasil keripiknya akan renyah, gurih dan lezat.
keripik tempe
Desa Rawaapu merupakan tempat industry rumahan keripik tempe, yang paling banyak dikelola oleh para kaum wanita. Keripik-keripik yang sudah digoreng tersebut kemudian dibungkus dengan kemasan plastik, kira-kira berisi 8 lembar irisan kripik tempe. Setelah dibungkus dengan rapi kemudian diberi Label pada kemasan, hanya dengan kertas fotokopi bertuliskan nama merek dan alamat produksi. Sebungkus keripik dijual dengan cara grosiran ke pasar kecamatan dengan harga Rp. 2.500 kemudian dijual secara eceran dengan harga Rp. 3.000,-
Membuat keripik tempe memerlukan ketelitian dalam mengolah dan memilih tempe yang berkualitas juga kebersihan harus selalu terjaga. Tempe yang digunakan harus terbuat dari kedelai yang berkualitas baik agar saat proses fermentasi rasa yang dihasilkan tidak pahit. Kedelai yang berkualitas dan bagus juga mempengaruhi pengirisan tempe menjadikan lembaran irisan tempe yang tipis dan tidak pecah. Selain bahan tempe hal yang harus diperhatikan lagi adalah minyak kelapa yang akan digunakan untuk menggoreng harus berkualitas baik agar kripik yang dihasilkan tidak sangit dan wangi.
Menurut pendapat salah satu warga sekitar, para pembuat keripik lebih memilih memakai minyak kelapa alami yang dibuat sendiri daripada membeli minyak kelapa yang dijual di pasaran, karena mereka lebih mementingkan rasa dan kualitas keripik yang dihasilkan. Sedangakn bahan tempe mereka mengambilnya dari Gandrung dan Kecamatan Sidareja yang dikenal sebagai produsen tempe mendoan yang berkualitas.Di desa Rawaapu selain keripik tempe juga memproduksi berbagai makanan ringan yang lain, seperti keripik pisa, sale pisang dan sebagainya.
Dalam pemasaran makanan ringannya mereka produksi di desa Rawaapu tidak mengalami hal-hal yang terlalu sulit. Dalam memperdagangkan hasil prosuksi keripik dan lainnya mereka menitipkannya pada pedagang makanan ringan, warung-warung serta pasar yang ada di kecamatan. Saat-saat yang paling ditungu-tunggu adalah pada saat hari libur karena pada saat itu permintaan barang akan semakin naik, banyak dari warga Desa rawaapu yang merantau ke luar desa memborongnya sebagai oleh-oleh, atau bahkan para pengunjung yang igin menikmati panorama desa rawaapu akan membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang.
Industri keripik tempe ini bisa menjadi pendapatan tambahan untuk keluarga, pada saat masa tanam padi telah usai. Pada saat masa tanam padi selesai, mereka akan menganggur dan ini dinamakan musim paceklik, dimana penghasilan yang mereka dapatkan terbatas. Dan pada akhirnya para kaum wanita berfikir untuk membuat industri rumahan seperti membuat makanan ataupun menjadi pedagang keliling. Dan pada saat ini berkat inisiatif mereka bisnis makanan yang mereka rintis sukses sampai sekarang.
Menghasilkan dan bisa menambah pendapatan juga mendirikan industri rumahan sampai menjadi produk yang khas untuk kota sendiri pasti sangatlah menguntungkan dan menyenangkan. Lalu, apakah Anda tidak ingin mencoba agar memiliki pendapatan sendiri dan dapat membawa nama besar kota Anda?
Untuk para kaum wanita khususnya ibu rumah tangga, tidak ada salahnya mencoba usaha ini, ajaklah teman arisan atau sebagainya untuk berkerjasama membuat sesuatu yang bisa dijual dipasaran. Dengan begitu Anda akan mendapatkan pendapatan lebih sebagai uang saku anak. Selamat mencoba.
Sunday, January 1, 2012
5 Pengusaha Kuliner yang Sukses dengan Idenya yang Unik
Lima orang pengusaha kuliner yang sukses di bawah ini mungkin dapat memberikan dorongan dan motivasi agar Anda mampu meraih sukses yang sama dengan mereka.
1. Rangga Umara dengan Lele Lela-nya
Rangga Umara pada awalnya tidak memiliki mimpi menjadi orang sukses dari usaha kuliner. Berawal dari gambaran ketakutan membayangkan istrinya diusir karena tidak mampu membayar kontrakan, Rangga mencoba membuka usaha pecel lele dengan nama Lele Lela. Brand ini merupakan singkatan dari Lele Lebih Laku. Melihat sudah banyak rumah makan yang memiliki menu pecel lele,
Rangga mencoba mengemas makanan ini menjadi lebih modern. Ide unik ini ternyata tidak sia-sia belaka karena makanan desa ini mulai disukai banyak orang. Hingga kini usaha yang dirintis sejak tahun 2006 tersebut sudah memiliki 50 outlet yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. Tidak hanya itu, Rangga mulai membuka peluang di negara tetangga dengan membuka cabang di Malaysia dan Singapura. Rangga sosok pemuda yang tidak memiliki pekerjaan tetap, kini mampu meraup omset miliaran rupiah perbulannya.
2. Riezka Rahmatiana dengan JustMine-nya
Wanita muda satu ini adalah pendiri dari JustMine, sebuah waralaba yang menjual Pisang Ijo dari Makasar. Riezka yang lahir pada 26 Maret 1986 ini ternyata berasal dari Mataram, Nusa Tenggara Barat. Berangkat dari kecintaannya dengan makanan khas Makasar tersebut, Riezka mendirikan waralaba dengan brand JustMine, yang diilhami dari kata jasmine yang berarti bunga melati.
Bedanya Pisang Ijo yang ada di JustMine dengan yang lainnya adalah varian menu yang begitu beragam. Kini Riezka mampu menghabiskan 500 porsi Pisang Ijo setiap harinya dari satu outlet. Sebelum sukses menjadi pengusaha Pisang Ijo, Rieska pernah menggeluti usaha MLM, penjual pulsa dan juga bekerja di café. Tapi berbekal kemauan yang kuat dia mampu menjadi pengusaha muda yang dikenal banyak orang.
3. Victor Giovan Raihan dengan Teh Kempot-nya
Pengusaha makanan satu ini bisa dikatakan sebagai pengusaha muda terkaya. Dengan usianya yang masih 19 tahun, pria yang akrab disapa Giovan ini mampu meraup untung puluhan juta. Hebatnya lagi, Giovan pada saat menjalankan bisnisnya masih berstatus sebagai pelajar di SMA Negeri 1 Kepanjen.
Teh Kempot hasil ciptaan Giovan ini adalah minuman cepat saji yang terbuat dari susu, cincau, buah dan sinom. Dari bahan-bahan itulah yang akhirnya tercipta teh yogurt yang diminati banyak orang. Kini Giovan sudah menjalankan 11 outlet dan 17 outlet yang dikelola oleh mitranya.
4. Reza Murhaliman dengan Kripik Maicih-nya
Pria yang setelah lulus dari SMA hanya bekerja serabutan ini kini mampu menjadi mahasisa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Maranatha Bandung dengan biayanya sendiri. Reza mampu membiayai kuliahnya sendiri setelah mampu membuka usaha kripik pedas dengan brand “Maicih”. Awal mula bisnisnya dimulai dari pertemuannya dengan seorang nenek yang memiliki resep membuat kripik pedas.
Dari sana Reza mencoba memasarkan kripik pedas dengan beberapa level itu dengan cara yang unik. Keripik Maicih tidak memiliki toko dan cara berjualannya berpindah-pindah. Tempat jualan untuk hari itu akan diumumkan di akun media sosial Twitter. Dengan trik unik ini, Reza mampu meraup keuntungan miliaran perbulannya.
5. Rizka Wahyu Romadhona dengan Lapis Bogor Sangkuriang-nya
Rizka Wahyu Romadhona memulai bisnis ini setelah dia mengalami kegagalan dala membuka usaha berdagang bakso. Sebelum memilih menjadi pengusaha bakso, pria ini pernah menjadi karyawan di sebuah perusahaan telekomunikasi terkemuka. Merasa bukan dunianya, Rizka Wahyu Romadhona akhirnya keluar dari pekerjaannya dan fokus membangun usaha bakso.
Setelah gagal dari usaha bakso, pria ini mulai mencoba keberutungannya dengan membutat kue lapis Bogor dengan brand Sangkuriang. Kue ini dibuat dengan bahan dasar talas yang berbeda dengan kue lapis lainnya. Dari cara unik inilah yang akhirnya membuat Rizka Wahyu Romadhona mampu meraup omzet hingga miliaran rupiah perbulannya.(vaa)
Subscribe to:
Comments (Atom)