Mie yang lezat banyak dicari pecinta kuliner. Bagaimana rahasia kesuksesan mie ayam lestari malang ini ! simak selengkapnya berikut ini..
Bakso dan Mie Ayam Lestari bisa dikatakan terkenal di kawasan Desa Ngantru, Ngantang, Malang, Jawa Timur. Bagaimana tidak? Sukarno yang sudah berusia setengah abad ini memulai bisnis bakso dan mie ayam sejak tahun 1998, atau tepatnya 15 tahun yang lalu. Sebelumnya Sukarno merupakan salah satu karyawan di PT Maspion sejak tahun 1989.
Lelaki kelahiran Kediri, 5 Mei 1963 ini merantau ke Malang bersama pamannya ini sempat bekerja di PT Maspion selama delapan tahun, sejak 1989 hingga 1997. Ketika itu, sang istri juga bekerja satu kantor dengannya. Akhirnya istrinya memutuskan untuk berhenti dan ia membeli sebidang tanah, tepat di seberang kantor istrinya itu.
“Waktu itu, ada kontrakan di depan kantor. Ya, saya beli dan saya suruh istri saya untuk berhenti kerja dan membuka usaha bakso dan mie ayam. “Biasanya saya bantu istri pergi ke pasar pukul empat pagi. Buat mie dan begitu selesai kerja di kantor,” ujar Sukarno.
Namun, karena pagi ia harus kerja di kantor dan masih juga menyempatkan diri pergi ke pasar, berbelanja serta membuat mie—hal itu membuat Sukarno keletihan. “Kalau seperti ini terus badan saya cepat remuk,” guraunya.
Tentu saja bekerja dengan sistem serabutan seperti itu membuat Sukarno tak mampu, hingga akhirnya ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan menekuni bisnis kuliner bakso dan mie ayam yang banyak disukai masyarakat.
Dengan modal Rp 350.000 Sukarno memulai bisnis ini. Ketika itu, ia belum menjual mie ayam, hanya menjual bakso dan mie goreng. Di mana mienya masih dibeli di agen dekat tempat tinggalnya. Melihat ada peluang di bisnis mie, ia pun menyadarai bahwa di sana banyak pedagang bakso, tetapi masih sedikit yang berjualan mie ayam. Akhirnya ia pun menambah menu mie ayam pada usaha baksonya.
Banyak suka duka yang dialami saat merintis usaha. Kendala terbesar justru ia alami dari teman-teman sesama penjual mie ayam dan bakso. “Dulu teman-teman pada nakal. Ada saja yang sirik melihat kesuksesan saya. Tapi, Alhamdulillah saat ini enggak ada kendala yang berarti. Ya, alhamdulillah sekarang ini bisa dibilang sudah tidak ada kendalanya”.
Sukarno yang lebih dikenal dengan nama Narko di wilayahnya ini pada awal menjalankan usaha sempat memakai mesin manual pada proses pembuatan mie. “Pada waktu itu saya buat mienya masih manual, belum tahu kalau ada mesin pembuat mie,” ujar Sukarno.
Berkat informasi dari salah satu kerabatnya, Sukarno membeli mesin pencetak mie di Maksindo cabang Malang dengan tipe MJ180. Setelah menggunakan mesin itu ia melihat banyak sekali keuntungannya. “Sekarang prosesnya lebih mudah, cepat dan enggak capek,” ujarnya.
Kini proses produksi setelah menggunakan mie itu ia bisa menghasilkan mie sekitar 6-7 kilogram dalam sehari. Sedangkan harga per porsi mie ayamnya sangat murah. Satu mangkuk mie ayam ia jual Rp 5.000. Dengan harga segitu, Sukarno dapat meraup omzet hingga 2,5 juta dalam satu hari.
Nah itu dia rahasia kesuksesan kuliner mie. Ternyata terletak pada mesin pencetak mie yang digunakan. Selain itu keuletan, kesabaran dan pantang menyerah juga dibutuhkan agar usaha anda makin cemerlang. Semoga Sukes
Sumber : majalahmesinbisnis.com
No comments:
Post a Comment