SELAMAT DATANG di WARALABA AYAM PENYET.... Ambil Peluang Usaha AYAM PENYET... SEKARANG!!!!

CARA MEMASAK AYAM PENYET SECARA UMUM

Sunday, September 28, 2008

The Great Franchise Experience

By Administrator | April 8, 2008

Melihat keperkasaan merek-merek franchise kelas dunia tentu membuat kita berdecak kagum. Mereka berhasil ekspansi lintas negara, benua dengan jutaan customer. Bagaimana kiat suksesnya?

Siapa yang tak kenal McDonald’s, KFC atau Subway? Hampir bisa dipastikan orang dari segala penjuru dunia mengenalnya. Betapa tidak, McDonalds misalnya dalam sebuah penelusuran tim riset Majalah Info Franchise, resto yang didirikan oleh Dick and Mac McDonald ini sudah hadir di 199 negara di 6 benua dengan jutaan customer.

Subway yang didirikan oleh Fred DeLuca tahun 1965 memiliki 17 ribu gerai lebih, bahkan dalam beberapa tahun bertengger menjadi franchise No. 1 dunia dalam pemeringkatan franchise 500 oleh Majalah Entrepreneur. McDonald’s, Subway ataupun KFC jadi bukti keunggulan konsep franchising untuk ekspansi ke pasar internasional. Bahkan KFC mengembangkan gerai franchise nya melalui waralaba (69%), joint venture (10%) dan anak perusahaan (21%).

Di Indonesia waralaba kelas dunia juga terlihat sangat konsen dalam membangun merek dan komunikasi pemasaran yang jitu. Ini terbukti dari hasil sebuah survey yang dilakukan Nielsen Media Research mereka menggelontorkan miliaran rupiah untuk iklan di media cetak & TV. Sebut saja, Carrefour (70.2 M), McDonald’s (63,0M), KFC (41,0M), Pizza Hut (37,7 M), dll. Wow!

Membangun bisnis franchise hingga mendunia jelas bukan perkara sepele. Disamping memiliki komitmen jangka panjang dalam mengembangkan bisnisnya tentu perlu belajar dari pengelaman merek-merek franchise kelas dunia tersebut. Saya melihat ada beberapa point penting yang saya tangkap pada edisi kali ini, sebagai berikut:

1.Ketika memasuki pasar internasional melalui strategi tiga cara sebagai berikut: Pertama, Mengembangkan dengan pola Franchise Kedua, Mendirikan anak perusahaan di luar negeri. Ketiga, Joint Venture.

2.Membangun training center untuk mencetak tenaga-tenaga profesional. Contoh: McDonalds dengan Hamburger University (HU). HU ini merupakan pusat pelatihan bagi store manager Mc Donald’s di seluruh dunia. Mulai pelatihan 1) basic operation 2) operation administration 3) training system; dan 4) managerial training sebagai store manager yang mencakup aspek marketing, training, operation dan profit dan seterusnya.

3. Membangun komunikasi dan relationship dengan baik dengan franchisee maupun masterfranchise. suksesnya franchisee atau master franchisee adalah sukses franchisor.

4. Selalu adaptasi terhadap perkembangan trend dan inovasi teknologi dan selalu berorientasi kepada pasar, serta melakukan riset berkala untuk memantau perkembangan bisnis baik dari sisi brand Image dan Customer Experience Monitoring.

5. Menerapkan standar operasional sehari-hari yang baik. Contoh: McDonald’s lewat suatu sistem yang dikenal sebagai QSV&V. Yaitu, Quality (kualitas), Service (layanan), Cleanliness (kebersihan) dan Value (nilai tambah yang diberikan kepada customer).

6. Mengembangkan budaya yang mendalam dan kokoh dimana setiap karyawan dapat membangun pola pikir yang berorientasi pada Customer and Sales, memberikan brand differentiation yang sangat kompetitif, menjalin kelancaran hubungan dengan karyawan dan konsumen, mempertahankan konsistensi hasil yang telah tercapai, pada akhirnya akan mewujudkan brand yang paling digemari di oleh konsumen di dunia.

7. Melakukan kegiatan promosi baik lewat iklan di lini atas maupun lini bawah. Bahkan juga melakukan advertising melalui program sponshorship.

Ketujuh hal diatas merupakan The Great Franchise Experience. Saya yakin jika merek-merek lokal mempunyai komitmen jangka panjang dalam mengembangkan ke pasar global, mereka mampu menjadi franchisor tangguh yang akan masuk ke pasar internasional. Kapan franchise Anda mendunia!

Salam Franchise,
Tri Raharjo, Pemimpin Redaksi
Majalah Info Franchise

No comments:

Post a Comment