Dibuka PELUANG WARALABA AYAM PENYET JOGJA-JOGJA. Pilihan bisnis Tepat Saat ini. Miliki Passive Income dari Usaha Anda sendiri. Anda memiliki Usaha Tanpa harus repot dengan pengelolaan yang ribet. Anda tinggal terima hasil setiap bulannya. INFO WARALABA : TELP/WA.0857.9928.1950
CARA MEMASAK AYAM PENYET SECARA UMUM
Wednesday, January 13, 2010
Usaha Sea Food yang Menjanjikan
Di Indonesia, makanan laut atau biasa disebut sea food adalah termasuk makanan yang banyak digemari orang. Tidak hanya di Indonesia saja, bahkan di luar negri sea food menjadi primadona di bebagai negara. Bagi kita yang bertempat tinggal di Indonesia dimana mayoritas beragama islam, tersedia target pasa yang luas mengingat di dalam islam, masalah halal haram tidak jadi masalah untuk makanan laut karena semua makanan yang berasal dari laut itu halal. Bagi yang jeli melihat peluang, hal ini bisa menjadi peluang usaha yang sangat menguntungkan. berikut ulasan mengenai peluang usaha seafood.
Target konsumen usaha seafood
Semua orang bisa menjadi target konsumen kita. Tentunya orang – orang yang tidak memiliki masalah dengan sea food, seperti alergi, vegetarian, dan sebab – sebab lainnya.
Cara memulai usaha sea food
Jika anda berfikir bahwa modal bisnis ini mahal, karena pasti berbentuk restoran, anda patut menyimak atikel ini sampai habis. Tentu saja jika usaha sea food anda berbentuk restoran akan memberikan nilai tambah bagi pelanggan berupa kenyamanan akan tetrapi jika modal anda tidak terlalu besar, anda sebaiknya jeli dalam memilih tempat karena kita juga bisa memulainya dengan berjualan sea food di pinggir jalan.
Hal pertama yang harus anda siapkan adalah kolam yang mudah dibawa karena tempat kita bejualan tidak pemanen. Sediakan beberapa kolam untuk memisahkan masing masing jenis hewan untuk menghindari kematian. Hal ini juga difungsikan agar pelanggan bisa memilih sendiri makanan yang ingin dimakan dan kesegaran hewan yang terjaga karena hewan masih hidup ketika akan dimasak.
Selanjutnya anda juga harus melengkapi peralatan seperti jaring, meja, kursi, dan peralatan makan. Jika anda tidak punya waktu untuk memasak makanan atau anda bahkan tidak bisa memasak, ada baiknya anda mempekerjakan pegawai yang bisa memasak sea food.
Hambatan dalam usaha sea food
Karena ini adalah bisnis makanan maka yang bisa menjadimasalah adalah cita rasa dari makanan tersebut harus terjaga dan tetap enak. Ada kalanya pula dalam kita mencari bahan baku tidak selalu mudah.
Kunci sukses usaha seafood
Rasa bisa menjadi hambatan naun ini juga merupakan kunci sukses dalam bisnis ini. Rasa adalah segalanya. Selain itu faktor kenyamanan dan kebersihan jugaenjadi faktor penunjang yang sangat tinggi. Pelanggan perlu merasa yakin dengan apa yang mereka makan, apakah cukup higenis dan sehat.
Sebagai penunjang anda juga bisa memberikan fasilitas kepada pelanggan untuk dapat menangkap sendiri apa yang ingin mereka makan. Banyak orang menyukai ini karena ada faktor kesenangan dalam menangkap dan mendapatkan hewan yang berusaha menghindari tangkapan mereka.
Baca juga: Usaha Rumahan Jual Es Batu
Analisis BEP
Modal awal
Tempat, bahan baku, dan peralatan sekitar Rp. 15.000.000
Biaya operasional per bulan
Bahan baku Rp. 15.000.000
Gaji pegawai Rp. 2.000.000
Retribusi tempat Rp. 1.000.000
Omzet per bulan Rp. 20.000.000
Laba per bulan Rp. 2.000.000
Analisis BEP 7,5 BULAN
Itu dia sedikit ulasan yang bisa saya bagikan mengenai peluang usaha sea food. Jika artikel ini bermanfaat, harap luangkan waktu anda sejenak untuk sekedar memberi like, share, atau g+1 +Google di sidebar bagian atas blog ini. Semoga bermanfaat. profbisnis.com
Friday, January 8, 2010
kunci kesuksesan usaha SEAFOOD
kunci kesuksesan usaha SEAFOOD
Sebelum membuka usaha seafood tenda, ada beberapa hal penting yang menjadi kunci kesuksesan usaha SEAFOOD.
1. Kesegaran bahan
Kesegaran ikan dan seafood menjadi kunci utama. Minimal ikan harus diambil dua hari sekali dan seafood harus setiap hari. Selain itu, bumbu juga harus dalam keadaan segar. Perlu uji coba beberapa kali agar rasanya enak dan juga dibutuhkan standar resep akan citarasanya sama.
2. Lokasi
Lokasi juga menentukan. Biasanya warung tenda seafood ini berdiri di pinggir jalan strategis atau tempat pusat kuliner, sehingga lebih mudah untuk dicari.
3. Rasa
Selain kesegaran, rasa juga perlu diperhatikan. Misalnya saja, saus padang yang enak memiliki kombinasi rasa pedas, gurih dan segar yang berasal dari nanas. Sedangkan saus mentega memiliki rasa gurih yang berasal dari mentega dan manis dari kecap Inggris.
4. Menu andalan
Tak bisa dipungkiri, hampir semua warung tenda seafood punya menu andalan tersendiri. Seperti halnya Abeng punya menu andalan kepiting. Sehingga orang tak bingung untuk memesan menu apa ketika datang ke sini. Walaupun semua jenis menunya juga memiliki rasa yang enak dan menjadi favorit banyak orang.
Thursday, January 7, 2010
Resep Udang Saus Padang Enak dan Cara Mudah Membuatnya
Cara mudah dan cepat membuat Resep Udang Saus Padang. Bosang dengan masakan seafood yang cuma digoreng saja? Bosan dengan menu yang itu itu saja? Buat teman teman yang hobi seafood and termasuk penggemar masakan udang, yuk kita masak Resep Udang Saus Padang Pedas. Ya, seperti membuat resep udang asam manis, udang saus tiram, cumi saus padang, atau resep udang saus mentega, resep kali ini juga menggunakan berbagai bumbu tradisional yang dicampur dengan beberapa macam jenis saus sehingga menghasilkan cita rasa yang khas, nikmat dan lezat untuk semua anggota keluarga. Buat teman teman yang hobi makan pedas, resep kali ini juga bisa disajikan dengan cita rasa pedas yang menggoda lidah kita.
Seperti masakan seafood lainnya, kunci untuk membuat Resep Udang Saus Padang yang lezat dan nikmat adalah pemilihan bahan baku yang berkualitas baik dan segar. Gunakan udang yang masih segar sehingga hasil akhirnya nanti terasa sedikit rasa manis di dagingnya. Untuk menjaga kesegarannya, cuci udang dengan air dingin supaya tetap terjaga kualitas daginnya dan tekstur udang tidak terlalu lembek. Buang semua kotorang yang ada didalamnya sampai benar benar bersih. Selain itu, untuk memasak resep udang kali ini tidak memerlukan waktu yang terlalu lama. Untuk mengentalkan sausnya, beri sedikit tepung maizena supaya kuahnya nanti terlihat lebih kental dan nikmat untuk disantap bersama nasi putih.
Mungkin teman teman beranggapan bahwa proses memasak Udang Saus Padang ini ribet dan susah. Tetapi kalau teman teman tahu, sebenarnya cara membuat Masakan Udang Saus Padang Pedas ini ternyata cukup mudah, bahkan buat seorang pemula atau yang tidak hobi masak sekalipun dengan mudah bisa membuatnya. Waktu yang diperlukannya pun tidak lama. Selain itu, teman teman bisa sedikit berkreasi dengan menambahkan bumbu bumbu yang digunakan atau memperbanyak cabai dan merica nya untuk membuat Resep Saus Padang Pedas Gila. Untuk lebih jelasnya, silahkan melihat bahan bahan resep udang dan cara membuatnya dibawah.
Resep Udang Saus Padang Enak
Resep Udang Saus Padang Enak Pedas
Bahan bahan Resep Udang Saus Padang Pedas
- Bahan utama yang digunakan adalah 750 gram udang yang sudah dicuci bersih dan dibuang kotoran didalamnya.
- Air bersih matang kurang lebih sebanyak 150 ml.
- Bawang merah lokal ukuran sedang besar sebanyak 5 pcs. Kupas kulitnya dan potong kecil kecil untuk bumbu tumisannya.
- Bawang putih ukuran sedang besar kurang lebih sebanyak 3 pcs. Kupas juga kulitnya dan potong kecil kecil untuk ditumis.
- Tomat merah ukuran sedang 1 pcs. Cuci dan potong tipis tipis.
- Bawang bombay ukuran sedang besar sebanyak setengah pcs. Kupas dan potong tipis tipis juga.
- Jahe kualitas bagus yang sudah dikupas kurang lebih sepanjang 2 cm.
- Cabai rawit sebanyak 3 pcs
- Cabai merah besar yang bagus sebanyak 5 pcs.
- Saus sambal atau saos tomat sebanyak 2 sendok makan (buat yang tidak hobi makanan pedas, sebaiknya menggunakan saus tomat saja).
- Tepung maizena secukupnya (kurang lebih 1-3 sendok makan).
- Saus tiram kurang lebih 4 sendok makan.
- Merica halus atau bubuk sebanyak satu sendok kecil.
- Margarin secukupnya untuk menumis.
- Daun bawang yang sudah dicuci bersih kurang lebih 1 batang. Potong kecil kecil untuk hiasan akhirnya.
- Garam beryodium dan gula pasir putih secukupnya.
Cara Membuat Resep Udang Saus Padang Enak
- Setelah udang dibersihkan, siapkan panci rebusan dan masukkan udang kedalamnya. Rebus udang sampai matang.
- Siapkan penggorengan dan bersi margarin secukupnya untuk menumis. Masukkan bawang merah, bawang bombay dan bawang putihnya. Aduk aduk sebentar sampai tercium bau harum.
- Masukkan tomat, cabai merah besar, jahe dan beberapa pcs cabai rawitnya. Aduk sebentar dengan api sedang kecil.
- Kemudian tuang saos tomat atau saus sambalnya dan saus tiram sebanyak kurang lebih 4 sendok makan. Aduk aduk lagi dengan bumbu yang lain.
- Masukkan merica halusnya, gua pasir dan garam halus beryodium secukupnya. Aduk saduk sebentar sampai tercampur rata dan cicipi sedikit. Kalau kurang, bisa ditambahkan garam, merica atau gula pasirnya.
- Masukkan 150 ml air kedalamnya.
- Ambil sedikit tepung maizena dan campurkan ke dalam wajan tadi. Aduk sebenatr sampai agak kental.
- Masukkan udang yang sudah direbus sebelumnya ke dalam wajan masaknya. Aduk aduk sampai semua bahan tercampur rata. Aduk lagi sebentar sampai bumbu meresap ke dalam daging udang saos padang nya.
- Seetelah bumbu meresap, angkat masakan tadi dan siap disajikan.
Bagaimana menurut teman teman? Tidak terlalu sulit kan proses memasak Resep Udang Saus Padang Pedas diatas? Anda juga bisa menambahkan hiasan wortel, ketimun atau daun seledri diatas hasilnya nanti untuk mempercantik tampilan di meja hidangan. Selain rasanya enak dan lezat, kandungan gizi didalam masakan ini juga baik untuk dikonsumsi untuk segala usia lho. Untuk ide memasak seafood yang lain, silahkan mencoba Resep Cumi Saus Padang Enak dan Resep Udang Goreng Petai.
Wednesday, January 6, 2010
Rincian biaya untuk usaha seafood
Untuk memulai usaha rumah makan seafood ada baiknya kita mengetahui rincian biaya modal dan biaya lainnya. Agar kita semakin mantap dalam melangkah dan lebih bijak dalam mengatur keuangan dalam merintis usaha ini. Dibawah ini wenny berikan contoh perhitungan yang dapat Anda terapkan. Semoga bermanfaat.
Asumsi
1. Masa pakai tenda dan peralatan masak (magic jar, kompor gas, tabung gas, wajan, sutil, panci, dan dandang) 2 tahun.
2. Masa pakai peralatan makan (piring, gelas, sendok, dan garpu) serta spanduk 1 tahun.
3. Masa pakai meja dan kursi 2 tahun.
a. Biaya Investasi
Tenda Rp. 3.000.000
Peralatan masak Rp. 1.200.000
Peralatan makan Rp. 500.000
Spanduk Rp. 500.000
Meja dan kursi Rp. 1.300.000
Total investasl Rp. 6.500.000
b. Biaya Operasional per Bulan
1. Biaya Tetap
Penyusutan tenda 1/24 x Rp. 3.000.000 Rp. 125.000
Penyusutan peralatan masak 1 / 24 x Rp. l.200.000 Rp. 50.000
Penyusutan peralatan makan 1 / 12 x Rp. 500.000 Rp. 41.700
Penyusutan spanduk 1 / 12 x Rp.500.000 Rp. 41.700
Penyusutan meja dan kursi 1 / 24 x Rp. l.300.000 Rp. 54.200
Upah karyawan 4 orang @ Rp. 650.000 Rp. 2.600.000
Total biaya tetap Rp. 2.912.600
2. Biaya Variabel
Seafood (kepiting, udang, ikan, dan cumi)
Rp. l.000.000 / hari x 30 hari Rp 30.000.000
Beras (6 kg x Rp. 6.000 / kg x 30 hari) Rp 1.080.000
Bumbu dan sayuran (Rp .l50.000 / hari x 30 hari) Rp 4.500.000
Gas (6 tabung / bulan x Rp. 85.000/tabung) Rp 510.000
Bahan minuman (Rp. 50.000 / hari x 30 hari) Rp 1.500.000
Perlengkapan lain-lain (tisu, sabun, dan sedotan)
Rp. 30.000 / hari x 30 hari Rp 900.000
Keamanan dan kebersihan ( Rp. 6.000/hari x 30 hari ) Rp 180.000
Listrik Rp 75.000
Transportasi (Rp. l0.000 / hari x 30 hari) Rp 300.000
Total biaya variabel Rp 39.045.000
Total biaya operasional Rp 41.957.600
c. Penerimaan per Bulan
Seafood (Rp .l.500.000 / hari x 30 hari) Rp 45.000.000
Nasi (60 porsi x Rp. 2.000/porsi x 30 hari) Rp 3.600.000
Minuman (60 porsi x Rp. 3.000/porsi x 30 hari) Rp 5.400.000
Total penerimaan Rp 54.000.000
d. Keuntungan per Bulan
Keuntungan = Total penerimaan-total biaya operasional
= Rp. 54.000.000 - Rp. 41.957.600
= Rp. 12.042.400
e. Revenue Cost Ratio (RIC)
RIC = Total penerimaan : total biaya operasional
= Rp. 54.000.000: Rp. 41.957.600 = 1,29
f. Pay Back period
Pay back period = (Total biaya investasi : keuntungan ) x 1 bulan = ( Rp. 6.500.000 : Rp. 12.042.400) x l bulan = 0,5 bulan atau 16 hari
Thursday, November 19, 2009
Cetak Pengusaha Ubah Kurikulum
Oleh : Wulan Tunjung Palupi
Kewirausahaan bisa masuk ke mata pelajaran, disebar atau ditarik jadi mata pelajaran sendiri.
Terlambat memang lebih baik dibandingkan tidak sama sekali, walaupun tentunya jauh lebih baik jika tidak terlambat. Boleh jadi Indonesia cukup terlambat dalam upaya menanamkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda. Namun, setidaknya upaya untuk mencetak lebih banyak pengusaha di negeri ini mulai didukung melalui pendidikan formal.
Setelah mencoba menyemaikan benih-benih kewirausahaan di kampus, mulai 2010 langkah untuk menciptakan semangat menjadi pengusaha dimulai dari level yang lebih dini lagi, yakni SMA. Ke depannya, subjek kewirausahaan akan mulai diperkenalkan sejak sekolah dasar (SD). Menteri Pendidikan Nasional M Nuh memasukkan penyelesaian kurikulum kewirausahaan dalam program 100 harinya. Targetnya, subjek kewirausahaan sudah masuk dalam kurikulum SMA pada 2010.
Mendiknas baru ini mengelak jika kurikulum pendidikan yang menyisipkan kewirausahaan sama dengan merombak kurikulum. Menurut dia, kurikulum pendidikan selama ini tidak diubah, namun hanya dimasukkan substansi pendidikan kewirausahaan.
Inti dari substansi kewirausahaan pada kurikulum intinya adalah pembentukan karakter kewirausahaan pada peserta didik, termasuk rasa ingin tahu, fleksibilitas berpikir, kreativitas, dan kemampuan berinovasi. Substansi kurikulum berbasis kewirausahaan selanjutnya akan menjadi bagian materi pelajaran pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi. Bentuk materi kewirausahaan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan.
"Kewirausahaan bisa masuk ke mata pelajaran, disebar atau ditarik jadi mata pelajaran sendiri. Tapi, ini masih harus dihitung dulu supaya sesuai dengan batas maksimum dari waktu belajar yang harus ditanggung siswa," ujar M Nuh.
Memulai pelatihan guru
Mengubah pola pikir bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan waktu yang relatif panjang. Untuk itu, langkah awal untuk mencetak pengusaha adalah dengan memberikan pelatihan pada guru.
"Pola pikir dogmatis harus ditinggalkan oleh sekolah dan guru. Depdiknas sedang menjadwalkan untuk memberi pelatihan pendidikan kewirausahaan kepada para guru dan dosen, guna mendukung penerapan kurikulum berbasis kewirausahaan pada semua jenjang pendidikan,'' kata M Nuh.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Fasli Jalal menegaskan, untuk mendukung program kewirausahaan di perguruan tinggi, Depdiknas akan mengucurkan dana Rp 108 miliar pada 2010. Dana tersebut untuk menambah 200 pusat studi kewirausahaan.
Tahun ini, Depdiknas telah mendirikan 300 pusat studi kewirausahaan di perguruan tinggi negeri dan swasta. ''Kalau perlu, akan kami tambah lagi anggaran tahun depan,'' katanya. Sejak tahun lalu, mata kuliah kewirausahaan sudah menjadi mata kuliah pilihan pada berbagai jurusan di tingkat universitas.
Pemerintah, ujarnya, mendukung kegiatan itu dengan membangun pusat-pusat kewirausahaan mahasiswa dan pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa dan dosen, bekerja sama dengan perusahaan swasta dan badan usaha milik negara. Dalam pusat studi itu, lanjut Fasli, siswa akan belajar cara-cara menciptakan dan mengelola sebuah usaha.
Ia mencontohkan, mahasiswa Fakultas Pertanian akan diajari cara-cara memasarkan produk pertanian dan mengelola bisnis, termasuk pembukuan. Fasli menuturkan, pemerintah akan mengajak perusahaan swasta dan BUMN untuk ikut memberikan pelatihan ataupun dukungan dana, guna mendukung kegiatan pusat studi kewirausahaan.
Depdiknas memperkirakan, hasil keluaran kurikulum kewirausahaan dapat terlihat dalam satu tahun masa ajaran. Pemerintah tinggal menengok berapa banyak siswa yang menjadi wiraswasta setelah lulus. Namun, untuk membentuk mental dan mindset wirausaha para pelajar ataupun mahasiswa, dibutuhkan waktu cukup lama. ''Butuh waktu paling tidak lima tahun,'' kata Fasli.
Presiden Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC), Antonius Tanan, berpendapat pendidikan kewirausahaan menuntut guru mau mengubah cara belajarnya yang tidak melulu teoretis. Di negara-negara lain yang juga memberikan pendidikan kewirausahaan di sekolah, pembelajarannya dilakukan dengan menekankan praktik lewat proyek-proyek untuk membuat siswa memahami sikap dan keterampilan, yang dibutuhkan untuk menjadi wirausahawan yang baik dan sukses.
Menurut Antonius, pendidikan entrepreneurship merupakan hal yang baru bagi guru. Karena itu, para pendidik tersebut perlu dilatih secara tepat sehingga mereka menemukan metodologi pembelajaran kewirausahaan yang menarik bagi siswa.
"Langkah praktis, misalnya, mengadakan kegiatan yang memberi ruang bagi siswa untuk terlibat langsung mempraktikkan kewirausahaan, seperti entrepreneurship week di sekolah," ungkapnya.
Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan kewirausahaan masuk dalam kurikulum pendidikan. Menteri Perindustrian MS Hidayat yang juga ketua Kadin mengungkapkan, usulan tersebut bermula dari keprihatinan para pengusaha terhadap minimnya jumlah wirausahawan. Saat ini, orang Indonesia yang menjadi wirausahawan masih di bawah satu persen dari total jumlah penduduk, atau tak lebih dari 2 juta orang.
Ia menambahkan dengan adanya kurikulum kewirausahaan, pihaknya berharap jumlahnya menjadi 2-5 persen. Padahal di Singapura, jumlah wirausahawan hampir mencapai 10 persen dari jumlah penduduk. Berbagai studi menunjukkan, jumlah pengusaha berbanding lurus dengan kemakmuran di suatu negara. Yang jelas, semakin banyak jumlah pengusaha akan semakin menekan jumlah pengangguran.
Semoga langkah ini bisa menjadi awal rasio jumlah pengusaha dibandingkan jumlah penduduk mencapai 12 persen, seperti rata-rata negara-negara maju. ed: damhuri
Keberanian Dan Timing
Dalam dialog bisnis yang diadakan oleh Assosiasi Manager Indonesia (AMA) Yogyakarta beberapa waktu lalu, ada seorang peserta dialog yang menanyakan kepada saya, tentang bagaimana faktor keberuntungan dan faktor timing menentukan keberhasilan dalam bisnis?
Seberapa penting faktor keberuntungan itu bagi pengusaha? Orang-orang China punya kebiasaan, jika ingin terjun ke dalam bisnis, maka kita harus punya hoki atau keberuntungan yang besar. Kalau tidak punya, maka bisnis kita akan bangkrut.
Kalau ternyata kita tidak punya keberuntungan, maka disarankan kita jangan mendirikan bisnis. Padahal, menurut saya, yang namanya keberuntungan atau hoki itu sebenarnya adalah bagian dari hidup yang tidak dapat kita control. Tidak dapat kita duga. Dan, sesungguhnya itrulah hidup. Bagaimana kita tahu, bahwa kita punya keberuntungan, kalau kita belum pernah mencobanya. Keberuntungan harus dibuktikan, bukan hanya diangan-angankan.
Saya berpendapat, bahwa bisa saja kita punya keberuntungan. Hanya saja, oleh satu keadaan tertentu, keberuntungan itu bisa saja lantas pergi. Berbeda dangan timing, dalam setiap kegiatan bisnis yang kita lakukan, maka kita bisa mengontrolnya. Artinya, timing lebih sedikit bisa dikendalikan daripada keberuntungan.
Oleh karena itulah, menurut saya, memang mungkin saja bisnis itu bisa kita mulai atau kita ambil saat ini. Tetapi bisa saja, kalau kita mulai sejak lima tahun lalu. Sehingga timing ini sedikit bisa kita control. Jelas hal itu menunjukan, bahwa peluang bisnis itu sesungguhnya datangnya tidak mengenal waktu.
Hari ini bisa saja saatnya kita mengambil peluang bisnis itu. Dan kalau ditunda, tak mustahil akan diambil orang lain dan kita kehilangan peluang bisnis itu, saya kira, orang pertama yang menjual minuman Aqua di Indonesia, yakni Tirto Utomo, juga membutuhkan perjuangan sekitar 8 tahun untuk bisa eksis seperti sekarang ini.
Mungkin saja, waktu produk itu pertama kali dimunculkan, belum saatnya atau timing-nya kurang tepat. Sebab sebagian besar yang membeli produk Aqua tersebut adalah orang asing. Tapi ternyata dari waktu ke waktu orang Indonesia mulai menggemari minuman Aqua itu. Sehingga, orang kemudian mengenal air putih dengan menyebut “Aqua”.
Begitu juga pada the botol, yang pertama kali diperkenalkan oleh Pak Sosro. Dimana, pada saat itu Teh Sosro masuk di pasar, juga bukan pada timing yang tepat. Sehingga, produk itu untuk bisa sampai dikenal dan digemari masyarakat, membutuhkan perjuangan yang keras.
Jadi saya kira, ada atau tidaknya keberuntungan di dalam kita berbisnis, sebaiknya tidak terlalu kita pikirkan hal itu, karena memang tidak bisa kita control. Tapi sebaiknya dengan timing itu tepat, dan mudah-mudahan itu sesuai dengan keberuntungan kita.
Bukan Melulu Karena Uang
Saya kira, tidak sedikit obsesi entrepreneur dalam menekuni bisnisnya, bukan semata karena uang. Banyak dari mereka yang maju karena visi, yaitu ingin menciptakan lapangan pekerjaan, dan dari usaha itu mempunyai dampak sosial yang positif, maka hal itu pun sudah merupakan sesuatu yang sangat memuaskan dirinya.
Bahkan, saya merasakan, bahwa dengan memiliki visi itu, maka kalaupun usaha yang kita jalankan tidak untung, tetapi tetap jalan, maka hal tersebut bukanlah merupakan permasalahan yang amat penting.
Selama ini saya jarang melihat, adanya entrepreneur yang mencapai puncak prestasinya, dengan cara lebih menempatkan uang sebagai penggerak utamanya. Tapi saya berpendapat, keberhasilannya karena dia memang lebih punya kemampuan menggerakan visinya. Sehingga, sosok entrepreneur seperti ini, selalu saja punya keinginan mengubah cara kerja dunia.
Mereka selalu kreatif dan inovatif. Mereka menikmati apa yang dilakukannya. Pendeknya, visi itulah yang sebenarnya menggerakan entrepreneur melakukan sesuatu yang akhirnya usahanya meraih kesuksesan. Hanya saja, untuk bisa menjadi entrepreneur yang baik, maka perlu memiliki kebebasan untuk mengejar visi-visi tersebut. Sebaliknya, jika tak dapat melakukannya, maka kita tidak akan pernah memperoleh keuntungan dari hal tersebut.
Pengusaha yang bisa jadikan contoh memiliki visi luar biasa adalah Bill Gates pendiri perusahaan komputer perangkat lunak terbesar di dunia, Microsoft Corp, yang baru-baru ini meraih gelar Doctor (HC) di sebuah Universitas di Jepang. Pengusaha ini termasuk orang tersukses pada akhir abad ke-20 dalam kategori bisnis. Namun, dari apa yang saya pahami, keberhasilannya itu karena ia memilki visi dan komitmen untuk sukses, dan ternyata Bill Gates sangat menikmatinya. Jelas bahwa kesuksesannya nyata-nyata bukan semata-mata karena soal uang, tetapi karena memliki komitmen yang luar biasa pada visinya. Sesuatu yang mungkin sulit kita bayangkan sebelumnya.
Dalam konteks ini, saya sependapat dengan Frend Smith, pendiri dan CEO Federal Express Corporation, bahwa untuk bisa menjadi entrepreneur sukses, semestinya kita juga memilki kemampuan melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain. Atau minimal melihat sesuatu dalam cara yang berbeda dari orang lain yang melihatnya secara tradisional.
Jadi menurut saya, sebaiknya kita sebagai seorang entrepreneur memilki kemapuan membuat visi mas depan. Disamping juga, kiat harus mampu menggunakan intuisi, bahkan kalau perlu kita pun sering membuat perubahan “revolusioner”. Dengan begitu, setidaknya kita memilki kemampuan melihat masa depan dengan lebih baik. Kita harus yakin, bahwa tahun-tahun ke depan akan menjadi masa terbaik bagi para entrepreneur. Maka tak ada salahnya kalau kita berani meraihnya.